Shalat Sunnah Fajar

Sejenak kita mudzakarah tentang shalat sunnah Fajar beserta keutamaan-keutamaan di dalamnya.. oleh karena itu, sebelumnya kita menegok dalil2 yang ada terlebih dahulu..

 

Apakah shalat sunnah fajar..?! Shalat sunnah fajar adalah sholat sunnah yang didirikan sebelum shalat shubuh, karena shalat Subuh sendiri disebut dengan shalat fajar, karena dalam beberapa dalil baik Al Quran ataupun hadits Nabi SAW menyebut subuh dengan kata Fajar sesuai dengan dalil di bawah ini..

 

  1. QS 2;187. Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma’af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.

 

Dalil ini sehubungan dengan orang yang berpuasa yang mereka diharuskan berhenti makan dan minum serta aktifitas yg membatalkan puasa saat terdengar kumandang adzan Subuh. Sehingga kata “Fajar” di atas adalah sebagai ganti kata Subuh.

 

  1. QS 17;78. Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) fajar (shubuh). Sesungguhnya shalat fajar (shubuh) itu disaksikan (oleh malaikat).

 

Para mufasir telah sepakat bahwa kata “Fajar” dalam ayat tersebut adalah dalil untuk menjalankan Shalat Subuh dan keutaman Shalat Shubuh.

 

  1. QS 97;5. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar

 

Ayat ini membahas tentang lailatur Qadr, dan kata “Fajar” tersebut menandakan Shubuh.

 

 

  1. “empat raka’at sebelum dhuhur dan dua rakaat sesudahnya dan dua rakaat sesudah maghrib, dan dua raka’at sesudah ‘Isya dan dua raka’at sebelum sholat fajar.”— HR–Tirmidzi.

 

Berdasarkan dalil di atas, kata “Fajar” yang dihubungkan dengan shalat adalah sebagai kata ganti subuh.

 

 

Pertanyaan yang timbul adalah, kapan waktu pelaksanaan shalat Sunnah Fajar tersebut..??!! nah, untuk mengetahui hal tersebut, mari kita bahas dalil2 yang ada untuk mengatahui kapan pelaksanaan shalat tersebut..

 

  1. “Jika muazzin selesai dari adzan shalat shubuh (kedua) dan subuhpun telah nampak, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan shalat dua rakaat yang ringan sebelum shalat ditegakkan.” (HR. Muslim no. 723)
  2. “Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selesai mendengar azan (shubuh), maka beliau shalat dua rakaat fajar dengan meringankan (raka’at) keduanya.” (HR. Muslim no. 724)
  3. Jikalau muazzin sudah diam dengan bunyi azan shalat Subuh dan sudah tampak jelas terbitnya fajar dan telah didatangi oleh muazzin, lalu beliau s.a.w. berdiri untuk melakukan shalat sunnah dua rakaat yang ringan, kemudian berbaring pada belahan tubuhnya yang kanan sehingga beliau s.a.w. didatangi oleh muazzin untuk memberitahu-kan waktunya iqamat.” (HR Muttafaqun ‘alaih)

 

Dari dalil2 yang ada tersebut di atas akhirnya kita mengetahui bahwa waktu shalat sunnah Fajar adalah sebelum Shubuh, alias Shalat sunnah fajar  adalah Shalat Qobliyah Shubuh.

 

Sekarang marilah kita membahas bagaimana keutamaan2 Shalat sunnah fajar atau Shalat Qobliyah Shubuh tersebut dengan  membahas dalil2 yang ada :

 

“Dua rakaat (sebelum shalat) fajar (subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim no. 725)

 

Hari ini, jika manusia ditawari uang Rp. 1 Milyar dan dia juga ada waktu serta kemampuan (jika saja dia mau) untuk mendapatkannya, tetapi kemudian dia akhirnya tidak bisa mendapatkan uang tersebut hanya dikarenakan dia menunda-nunda waktu hingga terlewatlah waktu dan kesempatan untuk mendapatkan uang tersebut.. apa yang akan dia rasakan..??!! Dia akan mengalami penyesalan yang amat sangat dalam dan bahkan mungkin dia setengah berteriak bahkan mungkin berteriak keras2 untuk sekedar mengatakan “rugi aku..!! rugi besaaarrr..!!”.. bagaimana tidak..??!! uang segitu gede ada di depan mata kita tetapi akhirnya hilang sia2..

 

Saat ini Allah SWT telah menjajnjikan kita rejeki yang jaauuuhhh lebih besar dari uang Rp. 1 Milyar tersebut, yaitu dunia dan isinya.. berapa harga dunia dan isinya dibanding uang Rp. 1 Milyar tesebut kawan..??!! dan apakah kita yakin pada janji itu..??!! bukankah Allah SWT sendiri yang menjanjikannya pada kita..??!! bukankah kita juga mengaku beriman pada Allah SWT, mengandung artinya kita lebih percaya pada Allah melebihi kepercayaan kita pada makhluq..??!! dan bukankah kita juga percaya Allah tidak pernah mengingkari janjiNya..??!! QS 31;33 “..Sesungguhnya janji Allah adalah benar..”.. Allah tidak pernah berdusta kawan..!!!

Jika kita percaya bahwa Allah SWT tidak pernah berdusta, lalu mengapa kita tidak berusaha mendapatkan janji Allah SWT melebihi janji manusia di dunia ini..??!! seperti permisalan di atas, saat kita terlepas mendapatkan uang gede di dunia ini kita merasakan kerugian yg amat sangat besar dan penyesalan yg amat sangat luar biasa bahkan mungkin bila ada kesempatan lainnya kita tidak akan melakukan kesalahan serupa, sehingga kita akan berusaha lebih keras untuk mendapatkannya..

tetapi saat kita terlepas dari mendapatkan janji Allah SWT yg jaaauuuhhh lebih gede tersebut di atas kita sering santai2 saja bahkan tidak ada rasa penyesalan sedikitpun manakala kita luput dari mendapatkannya.. mungkin kesempatan yg ada esok harinya pun akan kita lewatkan juga, dan juga sama tanpa ada penyesalan sedikitpun, laksana seorang yg tidak percaya terhadap janji dari Sang Penciptanya tersebut..

 

Jika kita mengaku bahwa Allah SWT adalah Tuhanku, dan mengaku sangat yakin pada janji2Nya, maka jangan pernah lagi kita menyia2kan kesempatan emas tersebut.. karena di dalam janji tersebut ada ke-ridho’an Allah SWT..

 

Rasulullah SAW dan para Shahabat paham akan hal tersebut, sehingga mereka tidak pernah mau meninggalkannya walau sekalipun.. mereka sangat bersungguh2 dan serius mendapatkannya, seperti tergambar dalam hadits2 di bawah ini :

 

” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah sangat tekun mengerjakan suatu shalat sunnah sebagaimana tekunnya beliau mengerjakan shalat dua raka’at fajar”. (HR. Al-Bukhari no. 1169)

 

Bahkan ada salah seorang shahabat yang luput dai mendapatkannya, maka dia qodho’ shalat tersebut dengan menjalankannya setelah shalat Shubuh, krn merasakan kerugian yang amat sangat besar kalo tidak menjalankannya..

 

“Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melihat seorang laki-laki yang mengerjakan shalat dua rakaat lagi setelah shalat subuh. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Shalat subuh itu hanya dua raka’at.” Laki-laki itu menjawab, “Sesungguhnya aku belum mengerjakan shalat (sunnah) dua raka’at yang diseharusnya dikerjakan sebelumnya, karena itu aku mengerjakannya sekarang ini.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diam.” (HR. Abu Daud no. 1267)

 

Shalat Qobliyah yg terpaksa diqodho’ dengan menjalankannya setelah shalat wajibnya diperbolehkan manakala dia memang sudah rutin melaksanakan qobliyah tersebut tepat waktunya, hanya saja dikarenakan kondisi insidentil yg menyebabkan dia terlepas dari menjalankannya tepat waktu..

 

So.. mari semangat menjalankannya kawan.. selagi nyawa masih di kandung badan.. selagi umur masih di beri Tuhan.. selagi kesempatan masih ada.. selagi malaikat maut belum menjemput kita.. semangat..!!! semangat..!!! semangat..!!!

39 Komentar (+add yours?)

  1. RINI
    Nov 08, 2011 @ 21:37:20

    Trimakasih atas info nya.. Sy jadi tdk bingung lg

    Balas

  2. Andi
    Nov 10, 2012 @ 20:21:22

    Ustd niat nya qoblìa apa ..fajar makasih

    Balas

  3. Andi
    Nov 10, 2012 @ 22:34:26

    Allhamdulilah

    Balas

  4. zeny
    Jan 02, 2013 @ 22:32:04

    Ass. Wr wb , saya mau tanya seandainya di sautu tempat dimana tidak kedengaran suara adzan subuh dan iqomah, artinya kita tidak tahu apakah iqomah sudah masuk, apakah bisa terus dilaksanakan sholat sunnah baru fardhunya? Terima kasih.

    Balas

    • almubayyin
      Jan 04, 2013 @ 03:46:07

      Intinya shalat sunnah fajar dilakukan sebagai qobliyah shol;at shubuh. jadi, kapanpun akan dilakukan shalat shubuh maka sebelumnya sebaiknya dilakukan shalat qobliyah tersebut.
      Walapun kadang karena beberapa keadaan yang insidentil kita terlambat bangun karena lelapnya tidur, hingga terlihat sudah tinggi matahari, saat itu kita juga tetap diperintahkan melakukan shalat Shubuh, hal ini sesuai hadits nabi :
      “Siapa yang tertidur hingga melewatkan satu waktu shalat atau terlupa waktu shalat, ia harus mengerjakan shalat yang terlewatkan itu seketika ia ingat dan tidak ada sanksinya (yang lain) kecuali itu.”
      Setelah beliau bersabda demikian, beliau lantas membacakan ayat, “Kerjakanlah shalat untuk mengingat-Ku.” (QS. Thaha: 14). Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

      jika kondisi demikian (shubuh kesiangan) maka sebelum shalat shubuh yang terlambat tersebut tetap disunnahkan menjalankan sholat qobliyah shubuh, yakni shalat sunnah fajar tersebut.

      Hal tersebut juga seperti yang dikisahkan dalam hadits riwayat Imam Ahmad dan yang lainnya (juga termuat dalam kitab Fiqhus sunnah) pernah suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama para shahabat dalam perjalanan yang melelahkan saat selesai jihad. saat beristirahat di malam hari, karena begitu lelahnya perjalanan tersebut hingga mereka semua terbangun saat matahari sudah terbit.
      kemudian Nabi mengambil wudhu’ dan memerintahkan Bilal mengumandangkan adzan, setelah itu beliau menjalankan shalat sunnah fajar, baru kemudian qomat dan menjalankan shalat shubuh secara berjamaah.

      rukhshoh shalat shubuh kesiangan di atas ada jika memang bukan merupakan kebiasaan kita bangun siang, tetapi kondisi2 tertentu yang diluar kendali kita hingga kita bangun kesiangan. Dan itu adalah bentuk kasih sayang Allah pada hambaNya..

      wallahu a’lam..

      Balas

  5. herdika
    Apr 04, 2013 @ 07:36:44

    assalamualaikum. lebih diutamakan sholat dirumah atau dimasjid? terima kasih

    Balas

    • almubayyin
      Apr 05, 2013 @ 02:03:59

      wa’alaikumussalaam..

      jika rumah dekat dengan masjid, maka sebaik-baik shalat sunnah adalah di rumah. Hal ini yang sering diamalkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam..

      adapun jika rumah tidak dekat dengan masjid dan diperkirakan jika dilakukan shalat sunnah di rumah akan menyebabkan kita terlambat shalat berjamaah, maka sebaiknya dilakukan shalat sunnah tersebut di masjid. Hal ini pun pernah dilakukan para shahabat radhiyallahu ‘anhum.

      Balas

  6. Puspita
    Mei 13, 2013 @ 07:39:38

    Assalamualaikum.. terimakasih atas ilmu yang bermanfaat ini semoga anda senantiasa mendapat rahmat & hidayah karena membagikan ilmunya, saya sangat terbantu sekali.. yang mau saya tanyakan, bacaan surat pendek setelah surat Alfatihah apakah juga diatur atau boleh baca surata apa saja?

    Balas

  7. yenni
    Jun 16, 2013 @ 22:26:10

    Terima kasih info telah menambah pengetahuan

    Balas

  8. liastin
    Jun 17, 2013 @ 22:00:40

    Terima kasih info y, sangat berguna untuk saya

    Balas

  9. Bagus krisna(yon Budiono)
    Jul 29, 2013 @ 21:26:36

    Artikelnya bermanfaat….namun saya masih bingung ..Ayat yang pertama dan kedua apa yang di baca??? atau hanya fatihah saja…mohon masukannya dong… terimakasih Syukron….
    juegos

    Balas

    • almubayyin
      Agu 02, 2013 @ 00:39:03

      maksudnya raka’at pertama dan kedua surat apa yg dibaca begitu..?

      selain ayat yg wajib, yaitu Al Fatihah, ada surat2 lain yg biasa dibaca oleh Rasulullah seperti tertera di dalam hadits berikut di bawah ini :

      dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu dia berkata,

      أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَرَأَ فِي رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

      “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam membaca dalam dua rakaat fajar: Qul Yaa Ayyuhal dan Qul huwallaahu Ahad.” (HR. Muslim;726)

      atau di hadits lainnya dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma yang berbunyi,
      عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَالَّتِي فِي آلِ عِمْرَانَ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ
      Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam dua rakaat shalat sunnah subuh membaca firman Allah قُولُواْ آمَنَّا بِاللّهِ وَمَا أُنزِلَ إِلَيْنَا (Al Baqarah 136) dan membaca تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ (Ali Imran 64)” (HR. Muslim 728).

      pilih salah satunya.. smoga bermanfaat..

      Balas

  10. dheby dvighemi
    Agu 10, 2013 @ 00:12:37

    assalamualaikum wr. wb
    terima kasih atas infonya,, saya sangat terbantu skali
    saya mau tanya .. sebelum shalat subuh kan ada shalat sunat rawatib,, stelah mengerjakan shalat sunat fajar apakah kita mengerjakn shalat sunah rawatib dulu bru shlat subuh??
    terima kasih wassalamualaikum wr. wb

    Balas

  11. Yusuf
    Agu 30, 2013 @ 15:08:56

    Maaf ustad. Saya sering bingung sholat sunnah fajar. Kadang q mengerjakan stelah adan subuh kadang sebelum subuh. Tp saya melakukan jg sholat sunnah qobliah subuh soalx buku tuntunan sholat yg saya baca sholat sunah fajar dan sunah qobliah subuh itu niatx gk sama. Jd saya mengerjakan dua duax. Trus saya mengerjakan sholat subuh. Mohon beri penjelasan.

    Balas

    • almubayyin
      Sep 02, 2013 @ 02:33:04

      di dalam penjelasan sy, sebenarnya sudah sy terangkan bahwa shalat sunnah fajar itu adalah qobliyah shubuh itu sendiri, sehingga pelaksanaannya adalah dilakukan setelah adzan shubuh. sbelum tiba fajar (shubuh), maka bukan disebut shalat sunnah fajar namanya. demikian, smoga bisa mencerahkan.

      Balas

  12. siti syahriyah
    Sep 13, 2013 @ 09:33:16

    alhamdulillah dapat ilmu yang bermanfaat. syukron ustadz.

    Balas

  13. sulis
    Sep 19, 2013 @ 14:42:11

    Trimakasih pak ustad, sdh jelas sekarang

    Balas

  14. Ewa Serizawa Hyuga
    Sep 26, 2013 @ 23:21:16

    numpang copy kata” ustad

    Balas

  15. isnani
    Okt 08, 2013 @ 07:44:39

    terima kasih ustad ilmunya hal ini sangat bermanfaat buat saya.semoga Allah memberi balasan kebaikan yang berlimpah buat ustad. Amiin/

    Balas

  16. Sugeng Riyadi
    Okt 23, 2013 @ 21:03:05

    Numpang baca dan copy juga ustad, Alhamdulillah….

    Balas

  17. Endah W
    Okt 23, 2013 @ 21:05:01

    Subahanallah :) ,terimakasih atas informasinya…

    Balas

  18. muhammad wahyu
    Okt 26, 2013 @ 22:16:06

    Kalau yang kita kerjakan itu sholat tahiyatul mesjid kemudian masuk iqamah bagaimana dengan sholat sunnah fajar nya ??

    Balas

    • almubayyin
      Okt 28, 2013 @ 02:02:38

      Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
      إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ
      “Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum dia duduk.” (HR. Al-Bukhari no. 537 dan Muslim no. 714)

      Dalil di atas adalah dalil yang biasa digunakan untuk sholat tahiyatul masjid, maka marilah kita cermati isi dari hadits tersebut untuk bisa mendapatkan ilmu darinya serta bisa pula mengerti maksud isi pesan tersebut. Perintah di dalam hadits tersebut adalah sholat 2 rakaat, dan tidak diperinci harus sholat dengan niatan yang tertentu, jadi sholat 2 rakaat apapun dengan niat apapun sudah bisa menggugurkan perintah tersebut.

      Jika saja waktu tidak dimungkinkan kita melakukan sholat tahiyatul masjid sendiri kemudian sholat sunnah qobliyah sendiri, maka sebaiknya kita sholat sunnah qobliyah atau sholat sunnah fajar (saat shubuh) saja sudah cukup untuk menggugurkan perintah sholat 2 rakaat di dalam hadits tersebut di atas.

      Balas

  19. Dimaz Saputra
    Nov 15, 2013 @ 15:02:10

    Assalamu’alaikum,, Saya bekerja di negara non muslim dan tinggal jauh dari masjid hingga tak bisa mendengar suara adzan.Saya melakukan sholat fardhu di rumah sendirian dan waktunya melihat jadwal sholat yang ada di handphone.Jika saya melaksanakan sholat fardhu terlambat 10 atau 15 menit setelah jadwal yang ada, bolehkah saya mendahulukan sholat sunah qobliyah sebelum melaksanakan sholat fardhu?

    Balas

  20. leman
    Des 26, 2013 @ 21:25:55

    Alhamdulillah, akhirnya tau waktu dan keutamaan shalat sunnat fajar, syukron ustadz.

    Balas

  21. Nyimas Sekar Arum
    Apr 16, 2014 @ 08:10:51

    Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
    ustad ijin share ya
    Alhamdulillah dapat ilmu baru dan tidak bingung lagi terima kasih ya ustad
    semoga ustad dan keluarga selalu mendapatkan berkah baik dunia maupun akhirat Aamiin ya rabbal allamin

    Balas

  22. m satia hakim
    Mei 12, 2014 @ 21:26:39

    Syukron….Jazakaallah khoiron katsiran…

    Balas

  23. Noviana Dini
    Jul 18, 2014 @ 02:48:32

    assalamu’alaikum ustad
    saya mau tanya kalau sholat fajar dikerjakan berjamaah dengan suami di rumah gmana hukumnya? boleh apa tidak?
    syukron jawabannya

    Balas

    • almubayyin
      Jul 18, 2014 @ 07:01:37

      wa’alaikumussalaam..
      sholat sunnah fajar tidak pernah dicontohkan berjamaah oleh Rasulullah dan para shahabatnya, walau ada kesempatan untuk melakukannya berjamaah..
      artinya di sini adalah, jika berjamaah solat sunnah fajar itu lebih afdhol tentu sudah dilakukan oleh Rasulullah dan ada dalil yg menganjurkannya..

      masalah sah hukumnya atau tidak, menilik hukum yg tertulis di beberapa kitab seperti kitab Al-Majmuu’ ala Syarh al-Muhaddzab IV/4, I’anatuth Tholibin juz I hal. 245, Bughyatul Mustarsyidin hal. 67 dsb, dapat disimpulkan bahwa hukumnya sah/boleh tetapi tidak mendapat pahala jama’ah alias tidak lebih afdhol antara sholat jama’ah dgn sholat sendiri2..
      menurut hemat kami agar suami tidak terlambat jama’ah shubuhnya, sebaiknya sendiri2 saja.. toh berjama’ah sholat sunnah fajar tidak lebih afdhol, sedangkan terlambat mendapatkan takbiratul ula (takbir yg pertama) dari imam itu yg tidak afdhol.. silahkan simak pesan dari Rasulullah berikut ini :
      Imam al-Tirmidzi meriwayatkan hadits dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, ia mengatakan, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

      مَنْ صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِي جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ الْأُولَى كُتِبَتْ لَهُ بَرَاءَتَانِ بَرَاءَةٌ مِنْ النَّارِ وَبَرَاءَةٌ مِنْ النِّفَاقِ

      “Barangsiapa yang shalat karena Allah selama 40 hari secara berjama’ah dengan mendapatkan Takbiratul pertama (takbiratul ihramnya imam), maka ditulis untuknya dua kebebasan, yaitu kebebasan dari api neraka dan kebebasan dari sifat kemunafikan.” (HR. Tirmidzi)

      Balas

  24. Yudi
    Jul 19, 2014 @ 01:56:12

    assalamu’alaikum Ustadz..sy pernah dengar ceramah shubuh di radio tentang bacaan surat rakaat 1 & 2 sholat sunnah fajar:”agar kita terhindar dari penyakit d dunia, pada rakaat pertama membaca surat Al-Fil & rakaat kedua surat ASY-SYRH, bagaimana pendapat Ustadz mengenai fadhilah ini?

    Balas

    • almubayyin
      Jul 21, 2014 @ 09:28:56

      wa’alaikumussalaam..
      saya belum pernah tahu ada dalil tentang fadhilah surat itu, yg ane temukan hanya dalil dalam jawaban ane sebelumnya :
      dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu dia berkata,

      أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَرَأَ فِي رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

      “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam membaca dalam dua rakaat fajar: Qul Yaa Ayyuhal dan Qul huwallaahu Ahad.” (HR. Muslim;726)

      atau di hadits lainnya dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma yang berbunyi,
      عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَالَّتِي فِي آلِ عِمْرَانَ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ
      Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam dua rakaat shalat sunnah subuh membaca firman Allah قُولُواْ آمَنَّا بِاللّهِ وَمَا أُنزِلَ إِلَيْنَا (Al Baqarah 136) dan membaca تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ (Ali Imran 64)” (HR. Muslim 728).

      adapun pembacaan surat al- Insyirakh) pada rakaat pertama dan Alam Taro (Surah al-Fiil) pada rakaat ke dua, setahu ane itu adalah pendapat Imam Ghozali.. wallau a’lam..

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: