Wanita Sholat Berjamaah di Masjid

Ada pertanyaan, kalo laki-laki mendapat pahala 27 derajat lebih tinggi sholatnya saat berjamaah, bagaimana dengan wannita..? Karena wanita koq katanya sholatnya lebih baik di rumahnya. Khan rugi gak dapat yang 27 derajat tersebut donk.. enakan yang laki-laki donk, bisa dapat 27 derajat..

Jawab :

Jika wanita melaksanakan sholat 5 waktu di masjid, mereka juga akan mendapatkan pahala yang sama, yakni 27 derajat lebih baik seperti dalam dalil :

عنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ «صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً»
“Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Shalat berjama’ah lebih utama dari pada shalat sendirian dengan dua pulu tujuh derajat.” (HR. Muslim).

Atau dalil-dalil lainnya tentang keutamaan pergi ke masjid seperti :

فَإِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ كَانَ فِى الصَّلاَةِ مَا كَانَتِ الصَّلاَةُ هِىَ تَحْبِسُهُ وَالْمَلاَئِكَةُ يُصَلُّونَ عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِى مَجْلِسِهِ الَّذِى صَلَّى فِيهِ يَقُولُونَ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ تُبْ عَلَيْهِ مَا لَمْ يُؤْذِ فِيهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ فِيهِ.
“Jika dia masuk masjid, maka dia ada di dalam shalat selama shalat menahannya dan para malaikat akan bershalawat atas salah seorang diantara kalian selama dia di tempat yang dia shalat di dalamnya, mereka berdoa: “Wahai Allah rahmatilah dia, Wahai Allah ampunilah dia, wahai Allah terimalah taubatnya”, selama dia tidak menyakiti di dalamnya atau berhadats di dalamnya.” (HR. Muslim).

Atau dalil-dalil lainnya seputar keutamaan sholat berjamaah di masjid. Dalil tersebut sifatnya umum, untuk siapapun yang mendatangai sholat berjamaah di masjid termasuk kaum wanita akan mendapatkan yang sama seperti yang diperoleh kaum lelaki. Karena menurut dalil yang ada kaum wanita juga diperbolehkan mendatangi sholat berjamaah di masjid, bahkan suaminya pun tidak diperbolehkan melarang jika istrinya tersebut menginginkan pergi berjamaah ke masjid selama tidak membahayakan bagi diri si wanita tersebut.

Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِذَا اسْتَأْذَنَكُمْ نِسَاؤُكُمْ إِلَى الْمَسَاجِدِ فَأْذَنُوا لَهُنَّ
“Jika istri kalian meminta izin pada kalian untuk ke masjid, maka izinkanlah mereka.” (HR. Muslim).

Abdullah bin ‘Umar berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَمْنَعُوا نِسَاءَكُمُ الْمَسَاجِدَ إِذَا اسْتَأْذَنَّكُمْ إِلَيْهَا
“Janganlah kalian menghalangi istri-istri kalian untuk ke masjid. Jika mereka meminta izin pada kalian maka izinkanlah dia.” (HR Muslim)

Artinya, wanita sholat berjamaah ke masjid itu diperbolehkan, sehingga mereka pun akan memperoleh pahala seperti yang tersebut di dalam dalil-dalil di atas tanpa dikurangi suatu apapun. Akan tetapi ada janji dari Alloh yang lebih besar untuk wanita, melebihi pahala sholat berjamaah di masjid maupun keutamaan lain pada saat mereka ada di masjid, yakni sholat 5 waktu di rumahnya sendiri. Sesuai dengan dalil :

Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَمْنَعُوا نِسَاءَكُمُ الْمَسَاجِدَ وَبُيُوتُهُنَّ خَيْرٌ لَهُنَّ
“Janganlah kalian melarang istri-istri kalian untuk ke masjid, namun shalat di rumah mereka (para wanita) tentu lebih baik.” (HR. Abu Daud)

Jadi para wanita diperbolehkan sholat berjamaah ke masjid, dia juga akan mendapatkan keutamaan-keutamaan mendatangi masjid, akan tetapi sholat di rumahnya itu ternyata lebih baik dari itu semua. Artinya, jika si wanita tersebut di masjid mendapatkan pahala 27 derajat seperti pahala yang didapat para lelaki, maka sholat seorang wanita di rumahnya lebih tinggi dari 27 derajat. Bisa jadi 28 derajat, bisa jadi 29 derajat atau bahkan bisa jadi 30 derajat. Jika ke masjid mendapatkan keutamaan mendapat doa malaikat serta ampunan dari Alloh, maka sholat dia di rumah mendapatkan yang lebih baik dari itu. Intinya si wanita akan mendapatkan yang lebih baik dari yang akan dia dapatkan saat dia pergi ke masjid, soal berapa banyak lebih baiknya, hanya Alloh yang tahu.

Apalagi si wanita akan mendapatkan pahala tambahan, jika dia mau mendakwahkan suaminya untuk mendatangi sholat berjamaah di masjid maka dia akan mendapatkan pahala seperti yang diperoleh suaminya saat berjamaah di masjid.

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
“Barangsiapa berdakwah/mengajak pada petunjuk/kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikuti ajakannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun juga.” (HR. Muslim )

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga,
فَوَاللهِ، لأَنْ يَهْدِيَ اللهُ بِكَ رَجُلاً وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ.
“Demi Allah, sungguh Allah memberi petunjuk terhadap seorang laki-laki melalui dirimu adalah lebih baik bagimu daripada kamu memperoleh unta merah.“ (HR Bukhori Muslim)

Akan bertambah lagi keutamaan yang didapat wanita saat si wanita juga ikut membantu suaminya melakukan persiapan ke masjid, sesuai dengan dalil :

RasulullahShallallahu ‘alaihi wasallam,
وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ.
“Dan Allah senantiasa membantu seorang hamba selama hamba tersebut membantu saudara muslimnya.” (HR Muslim)

Itulah keistimewaan yang akan diperoleh para wanita dari sisi Alloh sehubungan dengan sholat-sholat mereka. Bahkan apa yang akan mereka peroleh bisa melebihi apa yang akan diperoleh oleh para lelaki. Begitu istimewanya seorang wanita di pandangan Alloh jika saja dia bisa melaksanakan hal-hal tersebut di atas. Kesimpulannya adalah, sebenarnya amat sangat banyak pahala serta keutaman-keutaman yang bisa diperoleh seorang wanita melebihi daripada yang bisa diperoleh kaum lelaki dalam hal sholat berjamaah di masjid. Itulah keutamaan wanita di dalam ajaran Islam jika saja mereka mengetahuinya.

5 thoughts on “Wanita Sholat Berjamaah di Masjid

  1. gunanto75 berkata:

    Penjelasan yang bagus, insya Allah benar demikian adanya… Shalat wanita di kamarnya jauh lebih baik dibandingkan dengan shalat mereka di masjid. Begitulah kesimpulannya.

    Suka

  2. gunanto75 berkata:

    Oh ya, saya mohon pencerahan, wanita dijamin masuk jannah (syurga) cukup dengan amalan: melaksanakan shlalat 5 waktu di awal waktu, menjaga diri dan harta suami (jika sudah berkeluarga), shoum di bulan ramadhan, taat kepada sumainya.

    Suka

    • almubayyin berkata:

      إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ
      “Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471)

      Karena hanya wanita yang beriman yang bisa melakukannya, adapun wanita kafir tidak mungkin bisa melakukan semuanya akan tetapi wanita kafir haya bisa melakukan sebagiannya saja. Hanya wanita muslimah serta wanita mu’minah yang bisa menjaga shalat 5 waktu dan berpuasa di bulan ramadhan dan hal lain yang ada di dalil tersebut.

      Bukankah banyak fadhilah sholat 5 waktu bagi yang menjalankannya ? beberapa di antaranya adalah :

      عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَىُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ قَالَ « الصَّلاَةُ لِوَقْتِهَا ». قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَىٌّ قَالَ « بِرُّ الْوَالِدَيْنِ ». قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَىٌّ قَالَ « الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ».
      Dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, amalan apakah yang paling afdhol?” Jawab beliau, “Shalat pada waktunya.” Lalu aku bertanya lagi, “Terus apa?” “Berbakti pada orang tua“, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Lalu apa lagi”, aku bertanya kembali. “Jihad di jalan Allah“, jawab beliau. (HR. Bukhari no. 7534 dan Muslim no. 85)

      Nah, shalat adalah amalan yang paling mulia melebihi berbakti kepada orangtua dan bahkan jihad sekalipun. Padahal kita tahu pahala berbakti kepada orang tua dan jihad yang luar biasa banyaknya. betul..?

      ada lagi :

      أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ ، يَغْتَسِلُ فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسًا ، مَا تَقُولُ ذَلِكَ يُبْقِى مِنْ دَرَنِهِ » . قَالُوا لاَ يُبْقِى مِنْ دَرَنِهِ شَيْئًا . قَالَ « فَذَلِكَ مِثْلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ ، يَمْحُو اللَّهُ بِهَا الْخَطَايَا »
      “Tahukah kalian, seandainya ada sebuah sungai di dekat pintu salah seorang di antara kalian, lalu ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali, apakah akan tersisa kotorannya walau sedikit?” Para sahabat menjawab, “Tidak akan tersisa sedikit pun kotorannya.” Beliau berkata, “Maka begitulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapuskan dosa.” (HR. Bukhari no. 528 dan Muslim no. 667)

      Nah, dosa-dosa orang yang melaksanakan shalat 5 waktu akan diampuni.. dan berbagai dalil-dalil lainnya sehubungan dengan keutamaan orang yang melaksanakan shalat 5 waktu..

      Tentang puasa di bulan ramadhan juga demikian.. bukankah yang dipanggil menjalankan puasa ramadhan hanya orang beriman..? betul..?

      يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
      “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

      Dan seorang wanita mu’minah, tentu punya ciri-ciri yang banyak dijelaskan oleh Al Quran maupun hadits Nabi dengan ciri-ciri yang banyak, salah satunya adalah :

      – Sangat cinta kepada Alloh :
      – وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ
      orang-orang yang beriman Amat sangat cintanya kepada Allah (Al-Baqarah ayat 165)

      -Taat kepada syariat-syariat dari Alloh dan RasulNya :
      وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ
      Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka (Al Ahzab ayat 36)

      Dan ciri-ciri orang beriman yang lainnya..

      Selain itu, kita juga mengenal fadhilah puasa ramdhan, salah satunya saja :

      عن أبي هريرة؛ عن النبي صلى الله عليه وسلم: ((من صام رمضان إيماناً واحتساباً، غفر له ما تقدم من ذنبه، ومن قام ليلة القدر إيماناً واحتساباً، غفر له ما تقدم من ذنبه)) متفق على صحته
      “Dari Abu Hurairah, dari Nabi Shalallahu Alaihi wa Sallam: “ Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan iman dan ihtisaban ( mengharap balasan dari Allah ) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, barangsiapa yang shalat pada malam lailatul qadr dengan iman dan mengharap balasan dari Allah akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. ( Mutafaqun Alaih )

      Dosa-dosa juga diampuni lagi.. luar biasa bukan..?

      Tentang ketaatan kepada suaminya :

      Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,
      قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ
      Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251)

      Wanita yang taat kepada suaminya akan menjadi wanita yang terbaik di pandangan Alloh dan RasulNya.. luar biasa juga bukan..?

      Dan yang paling penting adalah, semua amal-amal tersebut diterima oleh Alloh ta’ala.. baik amal sholat, puasa dan amal-amal yang lainnya yang ada di dalam dalil di atas.. Syarat diterimanya amalan harus dengan niat yang benar serta cara yang benar, yakni dengan ilmu..

      مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُناَ فَهُوَ رَدٌّ
      “Barang siapa yang berbuat suatu amalan yang tidak ada perintah (contoh) dari kami maka tertolak” (HR. Muslim)

      Jadi wanita tersebut bukan sekedar beramal, juga harus mau menuntut ilmu agar amalnya diterima.. Nah fadhilah menuntut ilmu juga ada :

      مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَطْلُبُ فِيْهِ عِلْمًا، سَلَكَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ
      Barangsiapa menempuh suatu jalan yang padanya dia mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan dia menempuh jalan dari jalan-jalan (menuju) jannah (HR. Abu Dawud no.3641, At-Tirmidziy no.2683)

      Nah, wanita yang mau menuntut ilmu maka akan dimudahkan baginya jalan menuju syurga..

      Tidak ada yang bisa menjalankan semuanya kecuali orang-orang beriman.. Dan telah diterangkan bagi orang-orang yang beriman, baik laki-laki maupun wanita :

      إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

      “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Qs. Al Ahzab: 35)

      Wanita-wanita yang sesuai dengan kriteria di atas telah disediakan ampunan dan pahala yang besar, dosa diampuni dan timbangan amal kebaikannya (pahala) ditambah dengan tambahan yang sangat banyak sesuai QS Al Ahzab ayat 35. Tentu di hari penghisaban kelak wanita tersebut pasti akan selamat.. betul..?

      Tentu syurga tujuannya bagi orang-orang yang selamat di hari penghisaban kelak.. betul..?
      Itulah keterangan tentang dalil yang antum tanyakan.. semoga mencerahkan.. aamiin..

      Suka

  3. kira berkata:

    Mau memperjelas mas. 27 derajat itu kan kalau berjamaah ya. Kalau misalnya wanita memilih shalat di rumah, sendiri, karna suami shalat di masjid, apakah dapat pahala 27 derajat?

    Suka

    • almubayyin berkata:

      di tulisan tersebut sudah dijelaskan, bahwa jika wanita sholat di masjid itu diperbolehkan oleh Rasululloh. Artinya juga mendapatkan 27 derajat tersebut. Akan tetapi sholat di rumah adalah lebih baik lagi, tentunya akan mendapatkan yang lebih dari 27 derajat.. wallahu a’lam..

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s