Pembahasan Dalil Mencuci Tangan dan Babi

Sering kali kita jumpai bahwa orang-orang Kristen berpendapat BABI menjadi halal didasarkan pada ayat-ayat yang ada di Matius 15 dan juga ayat-ayat yang ada di Markus 7. Untuk lebih jelasnya, mari kita kupas dan bahas ayat-ayat yang dimaksud.

1. Matius 15 :

15:1 Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan berkata:
15:2 “Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan.”
15:3 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: “Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?
15:4 Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.
15:5 Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah,
15:6 orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri.
15:7 Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu:
15:8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
15:9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.”
15:10 Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka:
15:11 “Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.”
15:12 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: “Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?”
15:13 Jawab Yesus: “Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.
15:14 Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang.”
15:15 Lalu Petrus berkata kepada-Nya: “Jelaskanlah perumpamaan itu kepada kami.”
15:16 Jawab Yesus: “Kamupun masih belum dapat memahaminya?
15:17 Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban?
15:18 Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.
15:19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.
15:20 Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang.”

Apakah ayat yang berbunyi : “Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.”, kemudian menganggap bahwa semua makanan tidak najis. he he..

Wah.. wah.. baca ayat koq dipotong-potong dipenggal-penggal sesuai kemauan dan keinginan pribadi.. he he..

Agar diri masih boleh mengikuti nafsu, maka diambillah satu penggalan kalimat yg bisa digunakan sebagai dalih dan bukan dalil. Seharusnya jika mereka mau memahami makna ayat-ayat yang ada, mereka membaca keseluruhannya di dalam satu perikop, bukan hanya ambil penggalan kalimat di dalam satu perikop. Betul..?!

Dalam perikop tersebut Yesus menentang penggunaan ADAT ISTIADAT mencuci untuk menajiskan makanan. Saat orang-orang Yahudi mengecam murid-murid Yesus yang makan tanpa mencuci tangan, maka Yesus menentang adat istiadat yang digunakan untuk menyalahkan murid-muridnya. Bacalah dengan lengkap, maka kita akan mendapatkan kesimpulan di ayat 20 dan sebelumnya :

15:18 Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.
15:19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.
15:20 Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang.

Perhatikan titik berat dari kalimat yang ada di dalam Matius 15 yang bercerita tentang mencuci tangan, yakni tentang Yesus yang menyanggah pendapat orang2 Yahudi saat itu yang mengatakan bahwa makanan yang dimakan dengan tanpa mencuci tangan menjadi najis. Sehingga di akhir perikop tersebut beliau menegaskan : “..Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang.”
Jelas bukan..?! Ternyata perikop tersebut menjelaskan tentang hukum mencuci tangan..?! dan bukan hukum menghalalkan BABI..?! betul..?! hee…

2. Markus 7 :

Kemudian mari kita bahas ayat yang ada di Markus 7 dengan menengok terjemahan LAI terlebih dahulu :
7:19 karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?” Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.

Siapa yang berkata : “Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal” ?!
Jika yang berkata Yesus, tentu tidak ada kata “Ia” donk.. karena yang dimaksud kata “Ia” di situ adalah yesus sendiri, jadi tidak mungkin Yesus yang mengatakannya. Betul..?!

Jika kita tengok di beberapa terjemahan, maka kalimat terakhir tersebut menggunakan tanda kurung, silahkan periksa di :
New International Version
For it doesn’t go into their heart but into their stomach, and then out of the body.” (In saying this, Jesus declared all foods clean.)
New Living Translation
Food doesn’t go into your heart, but only passes through the stomach and then goes into the sewer.” (By saying this, he declared that every kind of food is acceptable in God’s eyes.)
English Standard Version
since it enters not his heart but his stomach, and is expelled?” (Thus he declared all foods clean.)
New American Standard Bible
because it does not go into his heart, but into his stomach, and is eliminated?” (Thus He declared all foods clean.)

Hal itu menandakan apa yang ada di dalam tanda kurung adalah bukan ucapan Yesus, akan tetapi itu adalah hanya pendapat/interpretasi si penterjemah Bible.

Apabila merujuk pada terjemahan lain yang tidak pakai tanda kurung seperti di dalam KJV :
Because it entereth not into his heart, but into the belly, and goeth out into the draught, purging all meats?

Menggunakan kata “purging (membersihkan, mengusir, menyingkirkan, menyapu bersih) all (semua) meats Makanan)” dan itu berada dalam satu kalimat dengan kata-kata sebelumnya yang membicarakan tentang “JAMBAN”. Perhatikan juga di belakang kata “purging all meats” juga ada tanda tanya ( ? ). Betul..?!

Jika demikian siapa yang melakukan purging ?! Tentu bukan Yesus donk. Alasannya :

1. Kalo Yesus yang melakukan “purging” masak Yesus membersihkan makanan yang sudah masuk ke jamban..?! hee..?! Bukankah kalimatnya berbicara tentang makanan yang masuk JAMBAN dan makanan itu di”PURGING”.. Betul..?!
2. Dengan adanya tanda tanya di belakang kalimat, berarti Yesus di kalimat tersebut bertanya atau mempertanyakan dan bukan membuat pernyataan. Betul..?!

Masak Yesus berkata : “..Saya halalkan semua makanan ?”
Menghalalkan makanan koq bertanya.. he he..
Semisal ada pimpinan yang akan memecat karyawannya kemudian berkata : “..saya memecat kamu ?”
ha ha.. maka karyawannya bingung, ini orang mau memecat saya atau bertanya sih..?! cp d..
Kemudian karyawannya akan menjawab : “..tidak”
Jadi dagelan baru donk kalo begitu, jika saja Srimulat mau mempraktekkan itu, tentu penonton akan segera : “..geerrr.. geerr.. geerrr..”

Makanya, kalo mau menafsirkan sebuah ayat, agar tidak jadi dagelan baru, jangan dipaksa-paksain begitu. Kalo ada yang kritis mengupasnya, bisa jadi bahan tertawaan deh. he he..
Akan tetapi jika yang melakukan “purging” adalah jamban, maka kalimatnya bisa jadi nyambung dengan kalimat sebelumnya..

Kemudian kita bahas siapa yang melakukan purging tersebut kalau begitu..?! karena kalimat sebelumnya adalah berbicara tentang “makanan yang masuk ke dalam jamban”, tentu yang melakukan purging adalah jamban sebagai “tempat masuknya makanan tersebut” donk.. masuk akal..?! masuk akal..?! masuk akal..?! betul..?! hmm..

Mari kita bahas dari kitab berbahasa Yunani yang ada, karena kitab Markus yang dianggap sebagai kitab Bible yang tertua di antara 4 kitab Bible yg diakui (Kitab tertuanya Bible berbahasa Yunani..?! he he.. emang Yesus berbahasa Yunani ya..?! hmm.. keliatan gak asli juga deh..🙂 )

ὅτι οὐκ εἰσπορεύεται αὐτοῦ εἰς τὴν καρδίαν, ἀλλ᾽ εἰς τὴν κοιλίαν• καὶ εἰς τὸν ἀφεδρῶνα ἐκπορεύεται,καθαρίζον πάντα τὰ βρώματα.
Transliteration: Kai legei outois, Outos kai hymeis asynetai este? ou noeite hoti pan to exothen eisporeuomenon eis ton anthropon ou dynatai auton koinossi
Hoti ouk eisporeutai autou eis ten kardian, all eis ten koilian; kai eis ton aphedrona ekporeutai, katharizon panta ta bromata

Di dalam bahasa Yunani menggunakan kata katharizon yang berarti membersihkan atau menyapu bersih, di dalam Bible bahasa Hebrew menggunakan kata “Hammenaqeh הַמְנַקֶּה (membersihkan, clean). Dan tidak ada satupun orang Yahudi yang mengatakan “Hammenaqeh הַמְנַקֶּה itu artinya menghalalkan, akan tetapi membersihkan atau menyapu bersih.

Dalam teks Yunani kalimat tersebut terbaca kataríxon pánta ta bdómata yang dalam KJV diterjemahkan menjadi “purging (kataríxon) all (panta) foods (ta bdómata)”. Sehingga terjemahan bahasa Indonesia seharusnya berbunyi: “Karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban, yang menyapu bersih semua makanannya ?”

Dengan adanya tanda “?” di dalam kalimat tersebut, maka terjemahan seperti di atas adalah lebih tepat. Betul..?!
Akan tetapi di dalam LAI, tanda tanya diletakkan bukan di belakang. Silahkan anda periksa. Berbeda dengan punya KJV yang diletakkan di belakang.

Selain itu, hal tersebut akan sesuai dengan ayat-ayat di Matius 15 yang telah kita bahas sebelumnya di atas, yang terputus pada kata JAMBAN. Perhatikan : “15:17 Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban?”

Terputus sampai kata jamban doank.. betul..?!
Tidak ada kalimat yg dibelokkan untuk menghalalkan BABI. Betul..?!

Kemudian jika diterjemahkan untuk menghalalkan BABI, hal tersebut juga akan bertabrakan dengan pernyataan Yesus yang tidak akan merubah hukum Taurat dan mengagap berdosa jika ada yang berani merubah hukum Taurat :

(Matius 5:17. “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

Perhatikan kalimat :
– Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
– Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga;

Kepada siapa Yesus berkata ini..?! tentu kepada murid beliau bukan..?!
Apa pesan beliau..?! agar para murid2nya tidak ada yang menghapus hukum Taurat, karena barang siapa yang menghapus walau hukum yang paling kecil sekalipun maka dia menjadi manusia berkedudukan terendah di kerajaan sorga. Betul..?! jelas bangeettt bukannn..?!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s