Penggunaan Kata Allah (Elohim/God) di Dalam Bible

Ana teringat diskusi sekian tahun yang lalu di sebuah milis (sebelum ada FB) dengan Sony masalah Yohanes 10;31-33 yang mengatakan bahwa Yesus pernah mengaku dia itu allah sehingga dilempari batu oleh orang-orang Yahudi. Akan tetapi karena arsipnya ane cari gak ketemu, maka ane kupas apa yang pernah ane jawab saat itu.

Pada saat para misionaris ditanya : apakah pernah Yesus mengatakan bahwa dirinya adalah Tuhan dan sembahlah dia..?!

Mereka akan menjawab dengan ayat di Yohanes 10; 31-33 :
10:31
Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.
10:32
Kata Yesus kepada mereka: “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?”
10:33
Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.”

Saat itu Sony bertanya, mengapa orang-orang Yahudi melempari Yesus..?! kemudian dijawab sendiri : karena Yesus saat itu mengaku sebagai Allah. Jadi ada ayat yang mengatakan bahwa Yesus pernah mengaku dia adalah Tuhan, yakni dia adalah Allah.

Jawab :

Sayang sekali, mereka mengutip bukan pada satu perikop secara utuh ayatnya, sehingga ada ayat yang mereka sembunyikan atau mereka potong. Yakni ayat berikutnya :

10:34
Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?
10:35
Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah–sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan–,

Kepada siapa firman disampaikan itu disebut Allah juga, artinya seorang Nabi (kepada siapa firman disampaikan) juga di dalam Bible disebut dengan kata Allah.

Untuk memperjelas hal ini, mari kita buka di Keluaran 7;1 :

Hebrew, וַיֹּאמֶר יְהוָה אֶל־מֹשֶׁה רְאֵה נְתַתִּיךָ אֱלֹהִים לְפַרְעֹה וְאַהֲרֹן אָחִיךָ יִהְיֶה נְבִיאֶךָ׃
Translit interlinear,
VAYO’MER {dan Dia berfirman} YEHOVAH {baca Adonay, TUHAN} ‘EL-MOSYEH {kepada Musa} RE’EH {lihatlah}NETATIKHA {Aku sudah menjadikan engkau} ‘ELOHIM {allah} LEFAR’OH {kepada Firaun} VE’AHARON {dan Harun} ‘AKHIKHA {saudaramu} YIHYEH {ia akan menjadi} NEVI’EKHA {nabimu}
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu.
KJV, And the LORD said unto Moses, See, I have made thee a god to Pharaoh: and Aaron thy brother shall be thy prophet.

Nabi Musa juga disebut sebagai allah (elohim) bagi Fir’aun, ini menjelaskan ucapan Yesus di ayat sebelumnya bahwa yang dimaksud allah di situ adalah “kepada siapa firman disampaikan”.

Jadi, seorang Nabi juga di sebut sebagai Elohim (allah/god dalam terjemahan KJV bahasa Inggris) di dalam Bible.
Untuk lebih menjelaskan ayat tersebut mari kita buka lagi Keluaran 4:15-16
4:15 Maka engkau harus berbicara kepadanya dan menaruh perkataan itu ke dalam mulutnya; Aku akan menyertai lidahmu dan lidahnya dan mengajarkan kepada kamu apa yang harus kamu lakukan.
4:16 Ia harus berbicara bagimu kepada bangsa itu, dengan demikian ia akan menjadi penyambung lidahmu dan engkau akan menjadi seperti Allah baginya.

Nah, telah jelas bagi kita bahwa penyampai firman Tuhan akan disebut allah juga (elohim) di dalam Bible. Sudah jelaslah bahwa saat Yesus dilempari batu oleh orang Yahudi, saat itu Yesus mengatakan bahwa dirinya Nabi bagi bangsa Israel, penyampai firman Tuhan bagi bangsa Israel. Hal tersebut dijelaskan di Yohanes 10;35, bahwa kepada siapa firman disampaiakan akan disebut allah. Seperti Musa yang disebut allah juga, yakni Musa sebagai “kepada siapa firman disampaikan” alias sebagai utusan Tuhan di muka bumi ini.

Di dalam ayat yang lain sebutan elohim (allah/god) juga diberikan kepada para hakim di kalangan para ahli hukum Taurat karena mereka juga dianggap sebagai penerus para Nabi. Ulama (ahli hukum agama) adalah pewaris para Nabi. Mari kita perhatikan ayat berikut ini yang menerangkan bahwa para hakim hukum Taurat juga disebut sebagai elohim atau allah.

Mazmur 82;1 :
מִזְמֹור לְאָסָף אֱלֹהִים נִצָּב בַּעֲדַת־אֵל בְּקֶרֶב אֱלֹהִים יִשְׁפֹּט׃ Translit, MIZMOR {mazmur} LE’ASAF {dari bani asaf} ‘ELOHIM {Allah} NITSAV {Ia berdiri, verb, singular, masculine} BA’ADAT{di dalam sidang} -EL BEQEREV {diantara} ‘ELOHIM {hakim-hakim} YISYPOT {Ia menghakimi} Allah (‘ELOHIM) berdiri dalam sidang ilahi, di antara para allah/hakim hukum Taurat (‘ELOHIM) Ia menghakimi:

Atau Mazmur 82;6 :
Hebrew, אֲנִי־אָמַרְתִּי אֱלֹהִים אַתֶּם וּבְנֵי עֶלְיֹון כֻּלְּכֶם׃ Translit, ‘ANI’ ‘AMARTI ‘ELOHIM ‘ATEM ‘UVENEY ELYON KULKHEM
Aku sendiri telah berfirman: “Kamu adalah allah/hakim hukum taurat (‘ELOHIM), dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian.

Atau ayat Mazmur 82;8 :
Hebrew, קוּמָה אֱלֹהִים שָׁפְטָה הָאָרֶץ כִּי־אַתָּה תִנְחַל בְּכָל־הַגֹּויִם׃ Translit, QUMAH ‘ELOHIM SYAFTAH HA’ARETS KI-ATAH TINKHAL BEKHOL-HAGOYIM
Bangunlah ya Allah/hakim hukum Taurat (‘ELOHIM), hakimilah bumi, sebab Engkaulah yang memiliki segala bangsa.

Atau ayat yang ini
Hebrew, אִם־לֹא יִמָּצֵא הַגַּנָּב וְנִקְרַב בַּעַל־הַבַּיִת אֶל־הָאֱלֹהִים אִם־לֹא שָׁלַח יָדֹו בִּמְלֶאכֶת רֵעֵהוּ׃ Translit., ‘IM-LO’ YIMATSE’ HAGANNAV VENIQRAV BA’AL-HABAYIT ‘EL-HA’ELOHIM ‘IM-LO’ SYALAKH YADO BIMLE’KHET RE’EHU
, Jika pencuri itu tidak terdapat, maka tuan rumah harus pergi menghadap Allah/hakim hukum Taurat (‘ELOHIM) untuk bersumpah, bahwa ia tidak mengulurkan tangannya mengambil harta kepunyaan temannya

Akhirnya jelas sudah, bahwa kata Allah (Elohim) juga digunakan untuk menyebut seorang Nabi (kepada siapa firman disampaikan) atau juga penerus para Nabi Yahudi (hakim hukum Taurat). Di Yohanes 10;35 di atas Yesus menerangkan bahwa dia adalah seorang Nabi, karena “kepada siapa firman disampaikan” itu disebut allah (Elohim).

Dan di ayat Yohanes 10;34 Yesus juga menerangkan bahwa para ahli Taurat yang melempari dia dengan batu juga adalah allah (Elohim) = Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?

Musa adalah Allah (elohim/Nabi) bagi Fir’aun, dan Yesus adalah Allah (Nabi) bagi orang-orang Israel, kemudian para ahli Taurat adalah juga Allah (Elohim) bagi pengikut hukum Taurat. Sekian…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s