TENTANG SHOLAT YANG TIDAK KHUSYU’

Sering kita temui pertanyaan : apakah sholat saya diterima oleh Alloh padahal sholat saya kadang khusyuk dan kadang tidak bisa khusyuk. Berusaha khusyuk, tapi seringkali terlintas pikiran-pikiran atau masalah-masalah yang ada.

Jawab :

Masalah diterima atau tidak sholat kita itu hak prerogratif Alloh, kita tidak bisa mengetahuinya. Akan tetapi keadaan sholat kita yang tidak bisa sempurna dikarenakan tidak khusyu’ atau disebabkan berbagai macam keadaan dan faktor-faktor lainnya itu juga sudah diketahui oleh Alloh. Karena memang Alloh yang menciptakan kita dan Alloh pasti juga mengetahui kelemahan-kelemahan yang ada pada hamba-Nya tersebut. Seperti tergambar dalam hadits :

إِنَّ الرَّجُلَ لَيَنْصَرِفُ وَمَا كُتِبَ لَهُ إِلَّا عُشْرُ صَلَاتِهِ تُسْعُهَا ثُمْنُهَا سُبْعُهَا سُدْسُهَا خُمْسُهَا رُبْعُهَا ثُلُثُهَا نِصْفُهَا
Sesungguhnya seseorang selesai shalat dan tidak ditulis kecuali hanya sepersepuluh shalat, sepersembilannya, seperdelapannya, sepertujuhnya, seperenamnya, seperlimanya, seperempatnya sepertiganya, setengahnya. (HR Abu Daud no. 796)

Akan tetapi Alloh yang memang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang tersebut telah memberikan kita solusi untuk menutupi kekurangan-kekurangan tersebut, yakni dengan sholat-sholat sunnah. Seperti diterangkan dalam dalil berikut ini :

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمُ الصَّلاَةُ قَالَ يَقُولُ رَبُّنَا جَلَّ وَعَزَّ لِمَلاَئِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ انْظُرُوا فِى صَلاَةِ عَبْدِى أَتَمَّهَا أَمْ نَقَصَهَا فَإِنْ كَانَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً وَإِنْ كَانَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا قَالَ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِى مِنْ تَطَوُّعٍ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ قَالَ أَتِمُّوا لِعَبْدِى فَرِيضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ عَلَى ذَاكُمْ ».
“Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab pada manusia di hari kiamat nanti adalah shalat. Allah ‘azza wa jalla berkata kepada malaikat-Nya dan Dia-lah yang lebih tahu, “Lihatlah pada shalat hamba-Ku. Apakah shalatnya sempurna ataukah tidak? Jika shalatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna. Namun jika dalam shalatnya ada kekurangan, maka Allah berfirman: Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki amalan sholat sunnah. Jika hamba-Ku memiliki amalan sholat sunnah, Allah berfirman: sempurnakanlah kekurangan yang ada pada amalan wajib dengan amalan sunnahnya.” Kemudian amalan lainnya akan diperlakukan seperti ini.” (HR. Abu Daud no. 864, Ibnu Majah no. 1426 dan Ahmad 2: 425.)

Masalahnya ada pada diri kita saat ini, mau mengambil kesempatan tersebut ataukah tidak ?
Alloh telah memberikan kita kemudahan untuk bisa masuk ke dalam syurga-Nya, akan tapi seringkali justru diri kitalah yang menolaknya. Terbukti, kebanyakan di antara kita jarang yang mau memperbanyak sholat-sholat sunnahnya, walau kita sebenarnya juga sadar dengan sesadar-sadarnya bahwa sholat wajib kita pun masih jauh dari kata sempurna. Betul ?

Mulai sekarang niatkanlah di dalam hati kita untuk mau melaksanakan dan memperbanyak sholat-sholat sunnah, dikarenakan kita juga menyadari bahwa sholat wajib kita masih jauh dari sempurna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s