Fenomena Minal Aidin Wal Faizin dan Mohon Maaf Lahir Bathin


“Minal aidin wal faizin… “
Kalimat itu sering sekali kita dengar saat ‘idul fitri tiba.. dan yang cukup menggelikan adalah, kita sering sekali menyaksikan dan mendengar banyak orang yang mengatakan kalimat tersebut dengan maksud mengatakan permohonan maaf lahir dan batin.

Apakah benar, ucapan itu untuk mengajukan permohonan maaf lahir dan bathin..? mari kita simak uraian di bawah ini ya sobat..

Ucapan tersebut terdiri dari kata min (artinya dari), Al-‘aaidiina (artinya orang2 yang kembali), wa (artinya dan), Al-Faaiziina (artinya orang2 yang mendapat kemenangan/kejayaan/keberuntungan).

Mungkin (kata2 “mungkin” karena tidak ada keterangan jelas dari Rosululloh Shalallahu ‘alaihi wassalaam dan para sahabatnya,karena beliau2 tidak pernah mengucapkannya apalagi mengajarkannya) yang dimaksud dengan dengan ucapan itu adalah Semoga kita dijadikan sebagai orang2 yang kembali (dari kata idun fa’ilnya/pelakunya disebut ‘aidun) suci, karena dosa2 sudah dibersihkan saat Ramadhan, dan mengalami kemenangan/keberuntungan sebagai al faaiziena (orang2 yang beruntung/menang) karena telah melewati ujian di bulan Ramadhan.. itu adalah sebuah harapan..

Biasanya kalimat tersebut dilengkapi kata “allahumma ja’alna minal ‘aaidien wal faaizien” yang artinya “yaa Allah jadikanlah kami termasuk orang2 yg kembali dan orang2 yang beruntung/menang..”
Atau biasa juga dengan kata “ja’alanallahu wa iyyakum minal ‘aaidin wal faaizin”, yang artinya “semoga Allah menjadikan kami dan anda sebagai orang-orang yang kembali dan beruntung (menang).”

Jadi, kalo toh memang kita ingin meminta maaf, sampaikan saja dengan bahasa yang kita mengerti.. akuurr sobaatt..?!
Tapi meminta maaf tidak nunggu lebaran dulu ya, karena hukum maaf dan memaafkan itu dilakukan sesegera mungkin pada saat ada salah dan khilaf yang telah kita diperbuat pada orang lain.. setujuu..?!

Kita sekarang tahu, ternyata minal aidin wal faizin artinya bukan minta maaf yaa.. Jadi tidak perlu minta maaf dengan kata minal aidin wal faizin lagi saat lebaran ya.. betul..?!

Oh iya sobat, dalam sebuah dalil yang ada, untuk setelah sholat ‘ied para shahabat Rasulullah sering saling mengucapkan تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكَ (taqobbalallohu minnaa wa minka) atau تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَمنِْكُمْ (taqobbalallohu minnaa wa minkum) yang maksudnya adalah sebuah harapan semoga Allah menerima kami dan kalian (amal ibadah Ramadhan yg telah lewat)..

Semoga mencerahkan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s