Menjawab Fitnah Misionaris Tentang Al Aqsha

Pernyataan provokasi dari pihak misionaris :

Menurut sejarah peristiwa Muhammad naik kesorga ini terjadi di sekitar tahun 621 M. Namun sejarah mencatat bahwa pada tahun tersebut tidak ada satu bangunan pun yang berdiri dibekas Kuil Sulaiman (Salamo), karena bangsa Romawi telah menghancurkan dan membumi ratakan seluruh bangunan dikomples kuil ini pada tahun 70 M. Diatas bekas kuil ini kemudian di bangun Kuil Yupiter oleh bangsa Romawi. Kemudian kerajaan Byzantium menghancurkan Kuil Yupiter, dan setelah penaklukan Byzantium oleh islam maka dibangunlah The Dome of the Rock diatasnya pada tahun 691M. Mesjid Al-Aqsa baru dibangun dikompleks tersebut oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan dinasti Umayyah di tahun 710M.
Bagaimana mungkin Muhammad pada tahun 621 M mengatakan bahwa ia pergi ke Masjid Al Aqsa, padahal masjid itu baru berdiri 710 M, atau 89 tahun kemudian. Jadi masjid Al Aqsa ini mengacu pada masjid terjauh, yaitu Baitul-Maqdis (Yerusalem) / Beit HaMikdash (bahasa Yahudi) yang pernah menjadi arah kiblat Muslim.

Jawab :

Saat mendengar kata masjid, bagi orang awam pasti akan membayangkan sebuah bangunan dengan sound system, speaker corong suara, ada takmir, ada marbot serta juga berbagai macam perlengkapan di dalamnya seperti sajadah, karpet, tikar dan lain lain. Disebut pemahaman orang awam karena tidak mengerti arti masjid yang sebenarnya.

Kata MASJID terbentuk dari akar kata sajada yasjudu sujuudan yang berarti sujud. Dan tempat untuk melakukan sujud tersebut disebut masjid, yang bentuk jamaknya masaajid (masjid-masjid). Hal ini sesuai dengan dalil dari Rasululloh :

Dari Abu Dzar Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda :

وَاَيْنَمَاأَدْرَكَتْكَ الصَّلاَةُ فَصَلِّ، فَهُوَمَسْجِدٌ
Dan di tempat mana saja waktu shalat tiba kepadamu, maka shalatlah, karena tempat itu adalah masjid. (Bukhari no.425 dan Muslim no. 520)

وَ جُعِلَتْ لِيَ اْلأَرْضُ مَسْجِدًاوَطَهُوْرًا، فَأَيُّمَا رَجُلٍ مِنْ أُمَّتِيْ أَدْرَكَتْهُ الصَّلاَةُ، فَلْيُصَلِّ
Dan bumi ini dijadikan bagiku sebagai MASJID (tempat sujud) dan alat bersuci. Maka siapa pun dari umatku yang datang waktu shalat (di suatu tempat), maka hendaklah ia shalat. (Bukhari no.335 dan Muslim no. 521 )

Jadi tempat sujud atau MASJID tidak harus ada bangunannya, walau di atas tanah lapang sekalipun jika itu memang digunakan khusus sebagai tempat sujud maka bisa disebut masjid. Silahkan perhatikan yang disebut masjidil harom, wujud aslinya adalah tidak ada bangunannya karena hanya beratapkan langit. Bangunan aseli yang ada hanyalah Ka’bah yang letaknya di dalam MASJID itu sendiri, sedangkan bangunan yang kemudian berdiri di samping mengelilingi adalah sekedar pembatas yang sekarang ditingkat agar bisa menampung orang yang thowaf dan sholat. Jaman dahulu kala tidak ada pembatas tersebut, karena letaknya di tanah lapang. Karena dengan berkembangnya jaman, agar ada pemisah dan ada batas dengan pemukiman penduduk yang semakin merebak dan semakin padat, dibuatlah pembatas tersebut.

Kakbah dan Perkembangannya


Sekedar mengingatkan juga bahwa Ka’bah adalah bukan MASJID ya, akan tetapi Ka’bah adalah qiblat untuk arah sujud. Sedangkan tempat sujudnya sendiri itulah yang disebut dengan MASJID (MASJID AL HAROM/Masjidil Harom). Dalam Bible pun (cek dalilnya di bawah) disebutkan tentang sujud yang menghadap ke qiblat (BAIT).

Sedangkan hubungannya dengan MASJID Al Aqsho adalah, bahwa tempat tersebut adalah juga jadi tempat sujud Rasululloh pada saat peristiwa Isro’ dan Mi’roj, selain juga tempat sujud para nabi sebelumnya. Lokasi tersebut oleh kaum Yahudi dikenal dengan Har Ha-Bayit atau Bukit Bait Allah atau Temple Mount/Kuil Bukit, karena di sana pernah dibangun rumah Ibadah Nabi sebelum Nabi Muhammad. Di tempat BAIT atau rumah ibadah itu juga telah digunakan oleh para nabi sebelumnya sebagai tempat sujud, seperti disebutkan dalam :

Mazmur 5:8 Tetapi aku, berkata kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, SUJUD menyembah KE ARAH BAIT-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.

Mazmur 138:2 Aku hendak SUJUD KE ARAH BAIT-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kau buat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.

Yehezkiel 44:4.Lalu dibawanya aku melalui pintu gerbang utara ke depan Bait Suci; aku melihat, sungguh, rumah TUHAN penuh kemuliaan TUHAN, maka aku SUJUD menyembah.

Walaupun bangunannya pada saat peristiwa Isro’ Mi’roj sudah dihancurkan oleh tentara Romawi, akan tetapi tempat tersebut tetap dikatakan sebagai MASJID (tempat sujud). Karena arti MASJID seperti sabda Nabi Muhammad tersebut di atas adalah tempat sujud yang ada di salah satu bagian di atas permukaan bumi ini, dan juga tidak harus berupa bangunan.

Pada saat Yerusalem ditundukkan oleh Umar bin Khotthob, baru di tempat sujud tersebut didirikan bangunan dari kayu di atas bekas reruntuhan bangunan ibadah yang telah dihancurkan oleh tentara Romawi sebelumnya. Sekedar mengulang dan mengingatkan uraian di atas saja, walaupun belum berbentuk sebuah bangunan sekalipun tempat tersebut juga sudah bisa dikatakan MASJID. Sedangkan disebut Al Aqsho karena lokasinya yang jauh dari Madinah sehingga disebut Masjid Al Aqsho yang berarti tempat sujud yang lokasinya jauh.

Bangunan Mesjid Al-Aqsa seperti sekarang ini secara permanen dibangun oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan dari Kekhalifahan Umayyah (Dinasti Bani Umayyah) pada tahun 66 H dan selesai tahun 73 H. Dan Khalifah Abdul Malik dari Umayyah juga mempersiapkan pembangunan Kubah Shakhrah (Dome oh the Rock) pada akhir abad ke-7.

Saat ini lokasi di sekitar masjid Al Aqsho dan Kubah Shakhrah (Dome oh the Rock) diberi batasan area yang disebut area Al-Haram Asy-Asyarif di bawah otoritas pemerintah Yordania.

Kesimpulannya, jika akan berkomentar tentang MASJID maka jadikan diri anda pintar terlebih dulu tentang pengertian MASJID. Jadi tahu apa konteks yang akan dibahas dan bukan sekedar asal bunyi (ASBUN). Jangan sampai sudah terlanjur mengeluarkan komen-komen provokatif dan bersemangat 45 akan tetapi ternyata pengetahuannya NOL BESAR, yang ada pada akhirnya adalah akan tampak kebodohannya di depan khalayak ramai. eheemm..

Oh iya, ada tambahan pengetahuan lagi nih bro and sis.. Ternyata hikmah dihancurkannya rumah ibadah yang dulu dibangun Nabi Sulaiman oleh tentara Romawi, sebenarnya itu sebagai isyarat bahwa di tempat itu akan dibangun rumah ibadah yang dikehendaki diridhoi oleh-Nya, yakni MASJID. Hal itu mengisyaratkan juga bahwa ajaran yang dibawa oleh Nabi yang terdahulu sudah waktunya digantikan oleh Tuhan dengan ajaran Nabi yang baru. Yang menghancurkan rumah ibadah lama juga bukan umat Islam, akan tetapi orang-orang Romawi dan itu memang atas ijin Alloh. Gak mungkin rumah suci Tuhan bisa dihancurkan kecuali jika memang sudah dikehendaki oleh-Nya. Dan juga apa jadinya jika rumah Tuhan itu tidak dihancurkan oleh tentara Romawi ? Pasti selamanya rumah Tuhan itu akan menjadi tempat ibadah dengan ibadah-ibadah yang tidak dikehendaki oleh-Nya mengikuti ajaran Torah palsu.

Sekarang BAIT TUHAN telah dibangun kembali, sholat di sana yuks..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s