Yesus Juga Berdoa

Yesus berdoa… yups..

Sebuah fakta yang tak terbantahkan tentang Yesus adalah pasti beliau bukan Tuhan, karena dalam salah satu faktanya adalah bahwa Yesus selalu berdoa. Ada sebuah jawaban asal bunyi (asbun) dari pembela Trinitas bahwa Yesus sedang mengajari umatnya berdoa. Benarkah ?! itu sebenarnya sudah terjawab oleh Bible sendiri :

“Dan pagi-pagi sekali, sewaktu masih gelap, ia bangun dan pergi ke luar menuju tempat yang sunyi, dan di sana ia mulai berdoa” (Markus 1;35)

Jika disebut mengajari murid-muridnya, maka dia akan berdoa di depan murid-muridnya. Kenyataan yang terjadi adalah bahwa Yesus mencari waktu saat pagi-pagi sekali dan keadaan masih gelap, dia pergi sendiri tanpa seorang murid pun. Silahkan disimak dalil sejenis, yang mengindikasikan Yesus berdoa bukan dikarenakan sedang mengajar murid-muridnya :

Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa. (Markus 6;46)

Perhatikan, dia berdoa justru saat berpisah dari murid-muridnya, bukan saat bersama dengan para muridnya. Betul ?!

Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. (Matius 14;22-23)

Perhatikan lagi dengan lebih jelas, bahwa Yesus memerintahkan semua orang menyingkir dahulu, setelah sendirian dan tak ada seorang pun baru dia berdoa. Terus, siapakah yang diajari berdoa ?! Lha wonk tidak ada manusia sama sekali saat Yesus berdoa koq.. Betul ?!

Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa. (Luka 5;16)

Dan ia sendiri menjauh dari mereka kira-kira sepelempar batu, lalu ia berlutut dan berdoa. (Lukas 22;41)

Dalil di atas sudah cukup membuktikan bahwa Yesus berdoa bukan untuk mengajari para murid, karena saat Yesus berdoa para murid justru sedang tidak berada di tempat tersebut. Bahkan muridnya tahu Yesus saat itu sedang berdoa justru pada saat para murid tersebut menemuinya, seperti tergambar dalam Bible :

Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. (Lukas 19;18)

Nah tergambar dengan jelas saat Yesus berdoa murid-muridnya tidak berada di tempat dan mereka tahu Yesus sedang berdoa justru saat mereka menemui Yesus. Artinya Yesus sedang tidak mengajarkan para muridnya pada saat itu.

Perhatikan untuk lebih jelasnya lagi mari kita amati pelajaran dari Bible sebagai berikut :

Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. (Luka 22;44)

Apa yang bisa diambil pelajaran dari manusia yang ketakutan karena mau ditangkap pasukan musuh ?! Apakah itu namanya mengajari para murid untuk selalu ketakutan atau sedang mengajari cara takut yang baik dan benar ?! hmm..
pelajaran yang bagus dari guru tentang cara ketakutan yang benar, yakni sampai keluar keringat darah.. eheemm..😀

Sesungguhnya tidak ada yang bisa diambil pelajaran dari orang yang berdoa ketakutan hingga keluar keringat darah, dan dia memang bukan sedang mengajari kepada para murid-muridnya. Yesus tidak sedang bersandiwara atau main sinetron pendek tentang ekspresi ketakutan yang benar, akan tetapi dia memang benar-benar takut. Perhatikan ayat lengkapnya :

Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.” (Matius 26;37-38)

Pelajaran untuk gentar kah ?! pelajaran ketakutan hingga serasa mati tubuhnya ?! begitu sangat ketakutannya, hingga dia minta murid-muridnya menemani dia ?!

Bagaimana manusia yang masih berakal sehat mau menerima cerita di atas kemudian menelan mentah-mentah sebuah dongengan bahwa yang sedang ketakutan luar biasa itu adalah sosok Tuhan ?!

Tuhan bukannya mengajari untuk sabar dan tegar menghadapi segala ujian dan musibah, akan tetapi justru Tuhan sendiri lah yang ketakutan, gentar dan stress berat hingga terasa mau mati tubuhnya saat menghadapi musibah ?! ckckck.. guru yang baik, yang mengajari gentar dan stress.. ekheemm..

Kepada Siapa Yesus Berdoa ?!

Ini pun sudah terjawab dengan jelas dalam Bible sendiri. Perhatikan ayat-ayat di bawah ini :

Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. (Lukas 6;12)

Ya.. Yesus berdoa KEPADA Allah (Bapa).. Ada pribadi yang berdoa, yakni Yesus, dan ada pribadi tempat memohon doa, yakni Allah (Bapa). Tidak mungkin pribadi yang berdoa adalah sama dengan pribadi tempat meminta doa.Jika Yesus adalah Allah sendiri, maka dia tidak perlu berdoa. Karena jika dirinya memang adalah Tuhan maka dirinya bisa berbuat dan melakukan apa saja. Bukankah seluruh alam semesta dalam kekuasaan Tuhan ?! masuk akal sehat ?! Atau … sedang gak sehat ?! ekhemm..

Jika alasannya adalah mengajari, maka sudah terpatahkan dengan argumen sebelumnya di atas. Jika alasannya adalah Yesus 100 % manusia dan 100 % Allah, dasarnya apa dan dalilnya yang mana ya ?! Jika dalilnya adalah ayat yang mengatakan Yesus dan Bapa adalah satu, itu juga sudah terbantahkan dalam tulisan saya lainnya : https://almubayyin.wordpress.com/kristologi/yesus-dan-bapa-adalah-satu-benarkah/ ..

Kita kupas ayat yang lainnya lagi tentang doa Yesus :

Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!” (Matius 26;42)

Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya. (Lukas 23;46)

Perhatikan baik-baik ayat di atas, kepada siapa Yesus berdoa ?! kepada dirinyakah ?! oh bukan, ternyata Yesus berdoa kepada Bapa. Ada pribadi yang berdoa, yakni Yesus, dan ada pribadi tempat meminta doa, yakni Bapa. Betul ?! Masuk akalkah jika dikatakan pribadi yang berdoa (yakni Yesus) adalah sama dengan pribadi tempat dia (Yesus) meminta doa (yakni Bapa) ?!

Perhatikan juga kata “AKU” dan kata “MU” dalam 2 ayat terakhir di atas, menunjukkan dua pribadi yang berbeda. Dalam bahasa manapun, tidak akan pernah terjadi kata “AKU” dan kata “MU” adalah 2 pribadi yang sama. Betul ?! Masuk akal ?! Atau… ?! ekhem..

Perhatikan juga kalimat : “..Ia menyerahkan nyawa-Nya.” .. Kepada siapa Yesus menyerahkan nyawanya ?! Ada pribadi yang menyerahkan nyawanya dan ada pribadi yang menerima nyawanya.. Betul ?!

Logika berbahasa yang benar akan mengatakan bahwa tidak mungkin yang menyerahkan itu sama dengan yang menerima. Betul ?! Jika oknumnya sama, berarti gak ada yang menyerahkan nyawa dan gak ada yang menerima nyawa donk.. Bukankah posisi nyawanya itu tetap alias gak pindah ke pihak lain ?! masuk akal ?! mari gunakan akal sehat anda bro and sis..😀

Kesimpulannya adalah, gunakan akal sehat anda maka anda akan tahu bahwa Yesus adalah pasti bukan Tuhan. Tidak mungkin Tuhan itu berdoa, karena jika Tuhan itu sendiri berdoa maka kepada siapa dia memanjatkan doa tersebut ?! Betul ?! Masuk akal sehat ?!

Kesimpulan selanjutnya adalah, jangan tutup akal sehat anda yang paling sehat dengan doktrin yang nampak jelas sangat dibuat-buat dan gak jelas serta tidak berdasarkan dalil apapun. Bro and sis, tetaplah selalu gunakan akal sehat anda. Maaf jika tidak berkenan, karena kadang kebenaran itu memang menyakitkan. Betul ?!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s