In Syaa Alloh dan In Sha Alloh

zakir-naik-clarification

Ada sebuah pesan yang diklaim dari Dr. Zakir Naik tentang pengucapan Insya Alloh dan Insha Alloh, yang pada akhirnya dibantah sendiri oleh Dr. Zakir Naik bahwa beliau pernah menyebarkan pesan tersebut.

Dalam pesan yang palsu itu atau hoax tertulis peringatan untuk jangan menulis dengan kata “insya Alloh” karena kata itu punya arti menciptakan Alloh, oleh karena itu tulislah dengan kata “insha Alloh”. Sehingga banyak yang terpengaruh dengan pesan itu kemudian rame-rame merubah tulisannya. Banyak pertanyaan datang, maka kami merasa perlu menuliskan jawaban dalam bentuk sebuah artikel agar bisa terbaca oleh banyak orang.

Jawaban untuk permasalahan di atas :

Ada dua bentuk kata yang sedang dibicarakan di atas, yakni kata إِنْ شَاءَ dan kata إِنْشَاء yang dua-duanya menggunakan huruf ش juga. Anehnya satu huruf yang sama, yakni huruf “ش” , akan tetapi satunya disuruh ditulis dengan “SH” dan satunya dengan “SY”. Aneh tapi nyata, bahwa huruf yang sama disuruh menulis berbeda seolah-olah bunyinya itu berbeda.

Kata yang pertama إِنْ شَاءَ terbentuk dari kata إِنْ (in) artinya jika dan kata شَاءَ (syaa’a) artinya menghendaki, sehingga saat disambung dengan kata اللَّهُ maka akan menjadi إِنْ شَاءَ اللَّهُ (in-syaa Alloh) yang artinya jika Alloh menghendaki.

Kata إِنْ (in) terpisah dari kata شَاءَ (syaa’a), untuk amannya memang dalam penulisan bahasa latin ditulis pula terpisah dengan tulisan “in syaa Alloh” walau nanti akan kita bahas dan buktikan bahwa tulisan “insyaa Alloh” pun juga tidak memiliki arti “menciptakan Alloh”.

Sekarang kita membahas kata berikutnya yakni إِنْشَاء (insyaa’a) yang perbedaannya dengan kata sebelumnya adalah huruf نْ (nun) yang tidak terpisah. Kata insyaa’a itu bukan kata kerja (arab : Fi’il) sehingga kata insyaa Alloh tidak mungkin berarti menciptakan Alloh. Kata tersebut adalah mashdar dari bentuk kata kerja (Fi’il) Ansya-a – Yunsyi-u [arab: أَنْشَأَ – يُنْشِئُ] yang artinya menciptakan, menjadikan, membuat.

Jadi kata yang memiliki arti menciptakan Alloh (na’udzubillah) itu adalah kata “ANSYAA ALLOHA” bukan “insya Alloh”, terbentuk dengan kata kerjanya (fi’il) adalah ANSYAA’A dan obyek yang diciptakan (maf’ul bih) adalah ALLOH.

Kalimat yang bisa digunakan dengan menggunakan kata kerja tersebut (yakni : ansya’a) adalah kata ANSYAA ALLOHU. Perbedaan dengan kalimat yang di atas adalah akhiran kata ALLOH, yang sebelumnya menggunakan akhiran “A” (fathah) dan satunya akhiran “U” (dhommah).

Dalam bahas Arab hal tersebut bisa membedakan arti, karena kata dengan akhiran “A” di atas berarti Alloh sebagai obyek (maf’ul bih) dan yang akhiran “U” (dhommah) berarti Alloh sebagai subyek (fa’il). Jadi kata “ANSYAA ALLOHA” berarti “MENCIPTAKAN ALLOH” (NA’UDZUBILLAH) sedangkan “ANSYAA ALLOHU” berarti ALLOH MENCIPTAKAN, sehingga kata “ANSYAA ALLOHU” butuh maf’ul (obyek) yang diciptakan. Misal kalimat ANSYAA ALLOHU JABALAN (Alloh menciptakan gunung) atau ANSYAA ALLOHU INSANAN (Alloh menciptakan manusia).

Sedangkan kata “INSYAA’A” yang berarti ciptaan jika digabungkan dengan kata “ALLOH” akan membentuk Idhofah atau susunan mudhof-mudhof ilaih yakni memberikan pengertian sebuah kepemilikan. Bentuknya adalah INSYAA-ULLOHI (bukan insyaa Alloh) yang berarti CIPTAANNYA ALLOH.

Dari penjelasan di atas kita bisa menyimpulkan, bahwa yang menyebarkan hoax tidak mengerti kaidah bahasa Arab dengan benar. Karena tidak ada ceritanya bahwa kata insya Alloh itu memiliki arti menciptakan Alloh (na’udzubillaah).

Sebagai tambahan informasi saja bahwa tulisan huruf “ش” ditulis dengan “SH” biasa terjadi di Eropa dan beberapa negara lain, sedangkan di wilayah Melayu dan negara-negara sekitar termasuk Indonesia menggunakan “SY”. Akan ditakutkan menjadi rancu huruf “ش” ditulis dengan “SH” jika di Indonesia sebab kata SHolat, SHodaqoh, SHolih, SHolihah, SHoum dan seterusnya juga menggunakan huruf “SH”. Karena di Indonesia pengganti huruf ص menggunakan kata ganti “SH”, sehingga bagi yang tidak mengerti akan mengira itu huruf yang sama.

Saran kami untuk di Indonesia sebaiknya kembali ke asal dengan huruf “SY” agar membedakan mana yang huruf “ش” (syin) dan mana yang ص (shod), karena ternyata berita yang disebarkan tersebut adalah hoax. Dalam masalah di atas jika satu menggunakan “SY” maka semua menggunakan “SY” jika satunya enggunakan “SH” maka semua menggunakan “SH” jangan sebagian-sebagian saja. Dan jika menggunakan huruf “SH” sebagai pengganti huruf “ش” maka juga harus segera cari kata pengganti untuk tulisan “SH”olat, “SH”odaqoh, “SH”olih, “SH”olihah, “SH”oum dan seterusnya untuk membedakan mana yang huruf “ش” dan mana yang “ص” dalam kata dan tidak menjadi rancu.

Wallahu a’lam..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s