Keutamaan Sholat Isya’ dan Shubuh Berjamaah


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651)

Sodaraku.. jika ada sebuah pengumuman, bahwa barangsiapa yg shalat Shubuh di Masjid akan mendapatkan uang Rp. 1 Miliar. Kira-kira, orang yg masih memiliki akal sehat, apakah akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini..?!
Bahkan kita bisa saja mengatakan bahwa sebuah kerugian yg sangat besar jika kita tidak bisa mendatangi shalat berjamaah tersebut, karena kita akan kehilangan kesempatan mendapatkan uang Rp. 1 Miliar. Jika saat itu kita tidak bisa berjalan dan tidak kuat berjalan, merangkak pun akan dilakukannya, karena bayangan uang Rp. 1 Miliar ada di depan mata.

Bahkan bisa jadi anggota keluarganya jadi sasaran teguran kita jika kita terlambat bangun untuk melaksanakan shalat Shubuh berjamaah di masjid, dikarenakan tidak ada yg berusaha membangunkan, sehingga kita tidak bisa mendapatkan uang Rp. 1 Miliar tersebut.

Sodara.. saat ini, Allah subhanahu wata’ala telah menjanjikan pd kita hadiah yg lebih dari sekedar Rp. 1 Miliar tersebut. Digambarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, seandainya kita mengetahuinya, pasti kita akan berusaha pergi ke Masjid. Jika tidak bisa berjalan atau tidak kuat berjalan, maka merangkakpun akan dilakukannya. Itulah gambaran untuk memudahkan bagi kita memahami makna kalimat “..niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.”

Bagi manusia-manusia yg yakin pd Allah, bahwa Allah tidak pernah berbohong dgn janjiNya, maka dia akan merasakan kerugian yg sangat besar manakala meninggalkannya. Bahkan jika dia terlambat bangun, boleh jadi anggota keluarganya pun akan ditegur karena tidak berusaha untuk membangunkannya, sehingga dia merasakan kerugian yg amat sangat besar, dikarenakan tidak mendapatkan hadiah yg luar biasa dari Allah subhanahu wata’ala, Tuhannya..

Jujur.. sekarang, bertanyalah pd diri kita sendiri, apakah kita juga merasakan kerugian yg sangat besar manakala kita meninggalkan shalat Isya’ dan Shubuh secara berjamaah di masjid-masjidnya Allah..?! seperti kita merasakan sebuah kerugian manakala kita tidak jadi mendapatkan keuntungan duniawi kita..?! padahal, yg akan Allah subhanahu wa ta’ala berikan pada diri kita jauuuhhh lebih besar dari keuntungan duniawi tersebut, jika kita mengetahuinya, jika kita mempercayainya.. percayakah kita..?! berimankah kita..?!


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ

“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656)

Jika saya boleh bertanya, siapakah di antara kita yg sanggup shalat setengah malam terus menerus tanpa pernah batal wudhu’..?!
Jika tidak mampu, mengapa malas mengejar shalat Isya’ secara berjamaah..?! apakah anda kira Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sekedar omong kosong atas sabda2nya..?!

Saya juga mau tanya, siapakah di antara kita yg mampu shalat semalam suntuk, tanpa pernah batal wudhu’..?! jika tidak mampu.. mengapa anda tidak berusaha mati2an untuk mendapatkan shalat Subuh secara berjamaah..?! apakah anda mengira Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga suka berdusta..?! Na’udzubillah tsumma na’dzubillah..

Hanya dengan menjalankan sholat empat rakaat Isya’ dan dilakukan dengan cara berjamaah, dia dihitung sholat setengah malam. Hanya dengan menjalankan sholat dua rakaat Shubuh secara berjamaah, maka dia dhitung seperti sholat semalam suntuk. Ini bentuk kasih sayang Alloh pada hambaNya, tapi sayang banyak di antara kita tidak mau mendapatkan kasih sayang tersebut. Lebih berat melanjutkan mimpi-mimpi dan tidur lelapnya, daripada kasih sayangNya.

Oleh karena itu sodaraku.. Mulai sekarang, jangan pernah mau anda lewatkan waktu-waktu Shubuh tanpa melaksanakan shalat Shubuh berjamaah masjid. Dan jangan pernah kita mau ditipu oleh syaithon la’natullah ‘alaih agar melanjutkan mimpi-mimpi kita, melanjutkan tidur nyenyak kita, sehingga kita melewatkan kesempatan emas yang sangat luar biasa tersebut.