Sholat Sunnah Rowatib Dhuhur

Ada tiga (3) cara melaksanakan sholat Sunnah Rowatib Dhuhur beserta keutamaannya :

1. Dua Roka’at Qobliyah dan dua Roka’at Ba’dhiyah :

Cara tersebut berdasarkan dalil dari ‘Abdullah bin ‘Umar radliallahu ‘anhu berkata:

حَفِظْتُ مِنَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – عَشْرَ رَكَعَاتٍ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ فِى بَيْتِهِ ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ فِى بَيْتِهِ ، وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلاَةِ الصُّبْحِ
“Aku menghafal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sepuluh raka’at (sunnah rawatib), yaitu dua raka’at sebelum Zhuhur, dua raka’at sesudah Zhuhur, dua raka’at sesudah Maghrib, dua raka’at sesudah ‘Isya, dan dua raka’at sebelum Shubuh.”(HR. Bukhari no. 1180 dan Muslim no. 729)

Keutamaannya adalah sebagai penyempurna sholat wajibnya seperti tersebut dalam hadits Qudsi dari Abu Huroiroh :

قَالَ رَبُّنَا جَلَّ وَعَزَّ لِمَلاَئِكَتِهِ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِى مِنْ تَطَوُّعٍ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ قَالَ أَتِمُّوا لِعَبْدِى فَرِيضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ
(Alloh berfirman kepada Malaikat-Nya).. lihatlah kalian apakah hamba-Ku memiliki amalan shalat sunnah ? Jika ia memiliki shalat sunnah, maka sempurnakanlah pahala bagi hamba-Ku dikarenakan shalat sunnah yang ia lakukan (HR. Abu Daud no. 864)

2. Empat Roka’at Qobliyah dan Dua Roka’at Ba’dhiyah :

Cara tersebut berdasarkan dalil dari ‘Aisyah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنَ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ
“Barangsiapa merutinkan shalat sunnah dua belas raka’at dalam sehari, maka Allah akan membangunkan bagi dia sebuah rumah di surga. Dua belas raka’at tersebut adalah empat raka’at sebelum zhuhur, dua raka’at sesudah zhuhur, dua raka’at sesudah maghrib, dua raka’at sesudah ‘Isya, dan dua raka’at sebelum shubuh.” (HR. At-Tirmizi no. 379 dan An-Nasai no. 1772)

Dari Ummu Habibah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلَّا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
“Tidaklah seorang muslim mendirikan shalat sunnah ikhlas karena Allah sebanyak dua belas rakaat selain shalat fardhu, melainkan Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.” (HR. Muslim no. 728)

Keutamaan : Selain sebagai penyempurna sholat wajibnya seperti dalil di atas, akan mendapatkan tambahan keutamaan bagi yang istiqomah merutinkannya yakni akan dibangunkan istana di syurga.

3. Empat Roka’at Qobliyah dan Dua Roka’at Ba’dhiyah :

Cara tersebut berdasarkan dalil dari hadits Ummu Habibah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ حَافَظَ عَلَى أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَأَرْبَعٍ بَعْدَهَا حَرُمَ عَلَى النَّارِ
“Barangsiapa merutinkan shalat sunnah empat raka’at sebelum Zhuhur dan empat raka’at sesudah Zhuhur, maka akan diharamkan baginya neraka.” (HR.Abu Daud no. 1269, An Nasa-i no. 1816, dan At Tirmidzi no. 428)

Keutamaan : Selain sebagai penyempurna sholat wajibnya seperti dalil di atas, akan mendapatkan tambahan keutamaan bagi yang istiqomah merutinkannya yakni diharamkan baginya neraka.

Semoga kita termasuk orang-orang yang dapat istiqomah melaksanakannya, sehingga kita bisa menjadi orang yang beruntung di hari penghisaban (yaumil hisab) kelak. Aamiin.