Menjawab Fitnah Misionaris atas hadits Sunan Ibnu Majah no.1908

 
Beberapa waktu yang lalu, saya diminta untuk menjawab sebuah kelicikan para musuh Islam dengan membuat fitnah keji tyang mengatakan Islam membolehkan bersetubuh dengan hewan berdasarkan hadits Ibnu Majah no. 1908. Dan baru sekarang saya bisa membuat tulisan untuk menjawabnya.

Sumber fitnah tersebut adalah situs http://kaummukminbicara.wordpress.com/2013/07/28/sunan-ibnu-majah-no-1908-doa-sebelum-memanfaatkan-bersetubuh-dengan-istri-pembantu-dan-hewan/

Isinya sebagai berikut :

Islam mengajarkan agar sebelum memanfaatkan (bersetubuh) dari seorang istri, pembantu, atau hewan, hendaklah ia pegang ubun-ubunnya seraya mengucapkan:
‘ALLAHUMMA INNI AS`ALUKA MIN KHAIRIHAA WA KHAIRI MAA JUBILAT ‘ALAIHI WA A’UUDZU BIKA MIN SYARRIHAA WA SYARRI MAA JUBILAT ‘LAIHI’

Seorang kawan melakukannya dengan seekor ayam, dan kawan tersebut bersyukur mengetahui bahwa Hadist Sunan Ibnu Majah no. 1908 ini telah menuntunnya agar ketika ia memanfaatkan seekor ayam guna memenuhi hasratnya yang saat itu tidak terbendung tetapi juga tidak melanggar hukum Islam.

Juga seorang atasan yang baru saja berhubungan dengan pembantunya yang membuat istrinya marah luar biasa, ketika diberitahukan ajaran doa ini lalu beliau menyambutnya dengan luar biasa.

Syukur alhamdulillah bahwa Allah SWT menyediakan jalan keluarnya melalui sabda Nabinya, Rasulullah SAW. Mari kita lihat secara lengkapnya:
Sunan Ibnu Majah 1908: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya dan Shalih bin Muhammad bin Yahya Al Qaththan keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Musa berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Muhammad bin ‘Ajlan dari ‘Amru bin Syu’aib dari Bapaknya dari Kakeknya, -Abdullah bin Amru- dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian hendak mengambil manfaat dari seorang isteri (bersetubuh), atau pembantu, atau hewan, hendaklah ia pegang ubun-ubunnya sambil mengucapkan, ‘ALLAHUMMA INNI AS`ALUKA MIN KHAIRIHAA WA KHAIRI MAA JUBILAT ‘ALAIHI WA A’UUDZU BIKA MIN SYARRIHAA WA SYARRI MAA JUBILAT ‘LAIHI’ (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada Mu dari kebaikannya dan kebaikan yang telah Engkau berikan kepadanya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan yang Engkau berikan kepadanya).”

JAWAB :

Perhatikanlah KETOLOLAN DAN AMAT TOLOl, KEDUNGUAN NAN AMAT DUNGU, KELICIKAN NAN AMAT LICIK yang dipamerkan oleh si penyebar FITNAH.

Si pemfitnah memanfaatkan hadits yang termuat di http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/perawi_open.php?imam=ibnumajah&nohdt=1908 yang berbunyi :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى وَصَالِحُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى الْقَطَّانُ قَالَا حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَجْلَانَ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أَفَادَ أَحَدُكُمْ امْرَأَةً أَوْ خَادِمًا أَوْ دَابَّةً فَلْيَأْخُذْ بِنَاصِيَتِهَا وَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَخَيْرِ مَا جُبِلَتْ عَلَيْهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جُبِلَتْ عَلَيْهِ

Artinya :
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya dan Shalih bin Muhammad bin Yahya Al Qaththan keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Musa berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Muhammad bin ‘Ajlan dari ‘Amru bin Syu’aib dari Bapaknya dari Kakeknya, -Abdullah bin Amru- dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian hendak mengambil manfaat dari seorang isteri (bersetubuh), atau pembantu, atau hewan, hendaklah ia pegang ubun-ubunnya sambil mengucapkan, ‘ALLAHUMMA INNI AS`ALUKA MIN KHAIRIHAA WA KHAIRI MAA JUBILAT ‘ALAIHI WA A’UUDZU BIKA MIN SYARRIHAA WA SYARRI MAA JUBILAT ‘LAIHI’ (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada Mu dari kebaikannya dan kebaikan yang telah Engkau berikan kepadanya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan yang Engkau berikan kepadanya).”

Perhatikan tulisan si TOLOL di atas :
“Islam mengajarkan agar sebelum memanfaatkan (bersetubuh) dari seorang istri, pembantu, atau hewan, hendaklah ia pegang ubun-ubunnya seraya mengucapkan:..”

Bandingkan dengan penafsiran yang ada di LIDWA :
“Apabila salah seorang dari kalian hendak mengambil manfaat dari seorang isteri (bersetubuh), atau pembantu, atau hewan, hendaklah ia pegang ubun-ubunnya sambil mengucapkan,..”

Si TOLOL musuh Islam dengan sengaja mengganti posisi kata di dalam kurung yang merupakan penafsiran dari penerjemah hadits, yakni kata “(bersetubuh)”, dibelakang kata “memanfaatkan”, padahal dari tulisan penterjemah hadits yang asli sebenarnya kata itu di letakkan di belakang kata “istri”.

Ini jelas-jelas manipulasi kalimat, dia berusaha untuk menjerumuskan orang2 dengan KELICIKAN DAN KEJAHATAN hatinya. Memang dasar mansia LICIK dan JAHAT, dia memang berniat untuk memalingkan manusia dari arti sebenarnya kepada arti JAHATnya dengan MANIPULASI kalimat yang ada.

Simak penjelasan berikut ini :

Dari hadits di atas dengan sangat gamblang disebutkan ada 3 jenis pemanfaatan yang disunnahkan membaca doa tersebut, yaitu :
Pemanfaatan istri
Pemanfaatan pembantu
Pemanfaatan hewan.
Sang penerjemah di situs LIDWA menafsirkan pemanfaatan istri itu adalah bersetubuh, sehingga diletakkan di belakang kata “istri”. Perhatikan kalimat terjemahannya :

“Apabila salah seorang dari kalian hendak mengambil manfaat dari seorang isteri (bersetubuh), atau pembantu, atau hewan, hendaklah ia pegang ubun-ubunnya sambil mengucapkan,..”

Dan penterjemah tidak meletakkan kata di dalam kurung (bersetubuh) di belakang kata “pembantu’ dan kata “hewan”, tetapi hanya di belakang kata “istri”. Maksudnya adalah menurut penafsiran sang penterjemah pemanfaatan istri adalah bersetubuh. Sedangkan pemanfaatan pembantu dan hewan sesuai dengan fungsinya masing-masing.

Semua manusia yang berakal sehat pasti akan tahu makna pemanfaatan hewan, yaitu untuk alat kendaraan transportasi, alat angkut barang, penjaga kebun atau ternak dan lain sebagainya. Ataukah mungkin si TUKANG FITNAH yang membuat tulisan fitnah di situs tersebut di atas sudah terbiasa memanfaatkan hewan untuk bersetubuh..?! hhmmm..

Jika saya mengatakan, “saya akan memanfaatkan pensil (alat untuk menulis), kertas, lem yang ada di meja saya”. Bagi orang waras tentu akan tahu penafsiran dari kalimat tersebut bahwa yang digunakan sebagai alat untuk menulis adalah pensil dan bukan LEM. Karena kata dalam kurung (alat untuk menulis) saya letakkan “HANYA” di belakang kata “PENSIL’ dan bukan di belakang kata “LEM”. Jelas..??!!

Hanya orang TOLOL saja yang tidak mengerti atau orang LICIK yang ingin menjatuhkan dan memfitnah saya saja yang mengatakan saya menulis pakai “LEM” karena ada kata di dalam kurung (alat untuk menulis) di dalam kalimat tersebut.

Dan sekarang sudah terbukti, si penyebar FITNAH tersebut di atas adalah orang TOLOL dan atau orang LICIK..

2 thoughts on “Menjawab Fitnah Misionaris atas hadits Sunan Ibnu Majah no.1908

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s