Bible Adalah Injil Palsu

Sangat banyak mereka orang-orang dari kaum Kristiani yang menyangkal bahwa Bible itu adalah Injil palsu. Bahkan terlihat sangat konyol ketika mereka sering bertanya balik, kalo Bible adalah Injil palsu trus mana yang aslinya ?!

Sesungguhnya tanpa harus menunjukkan Injil aslinya saja kita sudah dapat mengetahui kepalsuannya koq. Nanti akan coba kita kupas dan rinci dari mana tuduhan palsu itu muncul dan bisa kita buktikan tanpa harus menunjukkan yang aslinya. Kemudian di mana yang aslinya ?!

Injil aslinya sudah pasti akan hilang tak berbekas, karena itu memang sudah sesuai skenario dari Tuhan bahwa Injil yang adalah sebagai firman Tuhan kepada Bani Israel melalui lisan Nabi Isa telah digantikan dengan Al Quran. Saat muncul kitab yang baru, maka yang lama akan dihilangkan oleh Tuhan agar tidak rancu dan campur aduk nantinya. Karena akan ada sebagian hukum syariat yang ada di dalam firman sebelumnya akan diganti dengan syariat yang baru. Nanti akan kita buktikan bahwa Injil yang asli sudah tidak ada dan tidak bisa ditemukan lagi.

Untuk meringkas waktu, baiklah kita langsung mulai saja dari pembuktian kepalsuan Bible melalui beberapa jenis materi ayat di Bible dan beberapa pernyataan para ahli sebagai contoh saja. Artikel ini tidak akan memuat semua materi ke-error-an Bible karena amat sangat banyaknya, akan tetapi artikel ini akan memeberikan beberapa contoh saja yang dirasa cukup mewakili. Jika dimuat berbagai macam error yang ada, maka tulisan akan menjadi sebuah buku tebal dan tidak cukup hanya dalam satu artikel kecil seperti ini.

1. Injil Yang Asli Telah Hilang

Injil yang asli telah hilang sehingga jika mau dicari di kolong langit manapun di dunia ini, pasti kita tidak akan pernah bisa menemukannya. Tapi bisa jadi kalimat itu akan dianggap hanya sebagai klaim sepihak, maka untuk lebih fair dan adilnya mari bersama kita simak berita masalh hilangnya Injil yang asli dari para pakar Bible itu sendiri. Mereka lebih netral karena tidak punya tendensi apapun, terlebih mereka bukan dari kalangan kaum muslimin.

Stefan Leks, pakar bibliologi Katolik :
“Di seluruh dunia tidak usah dicari teks asli Alkitab, sebab teks itu memang tidak ada. Yang kita miliki sekarang ialah salinan dari salinan-salinan terdahulu, dan diantara bermacam-macam salinan yang kita miliki itu TERDAPAT CUKUP BANYAK PERBEDAAN. (Stefan Leks, Inspirasi dan Kanon Kitab Suci, Kanisius, Yogyakarta 1992, hal. 73-74)

Pendeta (Rev.) David J. Fant, New York Bible Society :
“The question naturally arises, do any of the original manuscripts of the Bible still exist? The answer is No. The original manuscripts were on papyrus and other perishable materials and have long since disappeared” (Rev. David J. Fant, Simple Helps and Visual Aids to Understanding The Bible, hlm. 6).
(Persoalan yang biasanya ditanya, apakah naskah-naskah asli Alkitab bible masih ada sehingga kini? Jawabannya tidak. Naskah-naskah asli di atas papirus dan bahan-bahan lain yang mudah rusak semuanya telah lama hilang).

Sebagian besar Kitab Perjanjian Lama tidak diketahui penulisnya, sebagian lain diragukan, dan sebagian lagi tidak diketahui sejarahnya sama sekali. (Penerbit Collins, Al Kitab Revised Standard Version 1971)

Bart D. Ehrman seorang ahli kritik naskah, pada Kata Pengantar dia menyatakan :
“Kita tidak memiliki naskah-naskah asli itu! Kita hanya memiliki salinan-salinan yang sarat kekeliruan, dan sebagian besar dari salinan-salinan itu sudah terpisah selama berabad-abad dari naskah-naskah aslinya dan berbeda dengan naskah-naskah asli itu, dan tampaknya perbedaannya banyak sekali”. (“Misquoting Yesus – Kesalahan Penyalinan Dalam Kitab Suci Perjanjian Baru” hal. xx

Dr. Mr. D. N. Mulder :
“Buku ini dikarang pada waktu-waktu tertentu, dan pengarang-pengarangnya memang manusia juga, yang terpengaruh oleh keadaan waktunya dan oleh suasana di sekitarnya dan oleh pembawaan pengarang itu sendiri. Naskah-naskah asli dari Kitab Suci itu sudah tidak ada Iagi. Yang ada pada kita hanya turunan atau salinan. Dan salinan itu bukannya salinan langsung dari naskah asli, melainkan dari salinan dan seterusnya. Sering didalam menyalin Kitab Suci itu terseliplah salah salin.” (“Pembimbing ke dalam Perjanjian Lama”, tahun 1963, pagina 12 dan 13)

Bahkan sekedar salinan saja, yakni salinan tertua yang biasa disebut Septuagint, juga sudah hilang tak berbekas. Silahkan baca di media yang juga netral mengenai Septuagint, yakni di http://encyclopedia2.thefreedictionary.com/Septugiant :

Septuagint (sĕp`ty əjĭnt) [Lat.,=70], oldest extant Greek translation of the Hebrew Bible made by Hellenistic Jews, possibly from Alexandria, c.250 B.C. Legend, according to the fictional letter of Aristeas, records that it was done in 72 days by 72 translators for Ptolemy Philadelphus, which accounts for the name. The Greek form was later improved and altered to include the books of the Apocrypha and some of the pseudepigrapha. It was the version used by Hellenistic Jews and the Greek-speaking Christians, including St. Paul; it is still used in the Greek Church. The Septuagint is of importance to critics because it is translated from texts NOW LOST. NO COPY OF THE ORIGINAL TRANSLATION EXISTS; textual difficulties abound. The symbol for the Septuagint is LXX.

Perhatikan tulisan yang diberi garis tebal tersebut “now lost” dan “No copy of the original translation exists”. Apakah ada di kalangan kaum misionaris Kristen yang ingin membatah pernyatan-pernyataan tersebut di atas ?!
Jika ada yang ingin membantah maka silahkan tunjukkan Injil yang asli pada dunia, karena jika kalian bisa menunjukkan Injil yang asli ini akan menjadi temuan besar. Itu dikarenakan selama ini para pakar Bible yang telah mengabdikankan diri mereka serta menghabiskan sekian lama dari umur mereka dalam mempelajari Bible akan tetapi mereka tidak bisa menemukannya. Jika anda masih ragu maka kami persilahkan untuk mengecek lagi pengakuan para pakar di atas ya..

2. Banyak Kontradiksi dan Perselisihan Di Dalamnya

Salah satu cara untuk membuktikan bahwa Bible bukan firman Tuhan adalah dengan banyaknya ditemukan kontradiksi dan perselisihan yang ada di dalamnya. Logikanya adalah, tidak mungkin Tuhan mencla-mencle dalam ber-firman. Dan tidak mungkin juga Tuhan salah dalam berfirman. Semisal ada berita si “Fulan” memiliki anak 2 dan berita satunya lagi mengatakan bahwa si “Fulan” tersebut anaknya 3. Logika yang benar pasti akan mengatakan tidak mungkin semua berita tersebut benar, karena pasti salah satu berita itu salah atau dua-duanya salah. Masalahnya dengan Bible adalah, apakah Tuhan juga sering buat berita mencla-mencle serta salah seperti itu ?! jika ternyata bisa kita temukan banyak kontradiksi dalam kitab yang katanya adalah firman Tuhan tersebut ?!

Berapakah tentara berkuda tawanan Daud?
a. 1700 orang (II Samuel 8: 4)
b. 7000 orang (I Tawarikh 18: 4)

Berapakah angkatan perang Daud dari orang Israel ?
a. 800 orang (II Samuel 24: 9)
b. 1.100.000 orang (I Tawarikh 21: 5)

Berapakah kandang kuda milik Salomo (Sulaiman)?
a. 40.000 kandang (I Raja-raja 4: 26)
b. 4000 kandang (II Tawarikh 9: 25)

Berapa bat air di Bait Suci buatan Salomo?
a. 2000 bat air (I Raja-raja 7: 26)
b. 3000 bat air (II Tawarikh 4: 5)

Jam berapa Yesus disalibkan ?
a. Jam sembilan (Markus 15: 25)
b. Jam 12 Yesus belum disalibkan (Yohanes 19: 14

Siapakah yang membunuh Goliat ?
a. Daud (I Samuel 17: 50)
b. Elhanan (II Samuel 21: 19)

Berapa Daud membayar barang peternakan ?
a. 50 syikal perak (II Samuel 24: 24)
b. 600 syikal emas (I Tawarikh 21: 22-25)

Berapa umur Ahazia ketika menjadi raja ?
a. 22 tahun (II Raja-raja 8: 25-26)
b. 42 tahun (II Tawarikh 22: 1-2)

Kemanakah Yusuf dan Maria ketika menunggu kelahiran Yesus ?
a. Lari ke Mesir menunggu sampai Herodes meninggal, karena Herodes membunuh semua bayi lelaki berusia dua tahun atau kurang (Matius 2: 13-16)
b. Menetap di Yerusalem sampai Yesus lahir lalu ke Nazaret, tidak pernah ke Mesir (Lukas 2: 22-40)

Dan masih banyak kontradiksi dan perselisihan ayat lainnya yang tidak akan saya tampilkan di sini, karena akan memenuhi halaman dan tak mungkin akan terbaca semuanya oleh para pembaca. Cukup itu saja untuk mewakili ke-error-an firman Tuhan Bible.

Oleh karena itu mari gunakan logika anda yang paling sehat dalam memahami fenomena di atas, mungkinkah Tuhan salah dan mencla-mencle dalam ber-firman ?! jujurlah dalam menjawab kawan..!!!

3. Terjadi Kesalahan Sejarah

a. Tentang Kelahiran Yesus :
Menurut Matisu Yesus lahir zaman raja Herodes —> Matius 2:1 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem..

Menurut Lukas Yesus lahir saat sensus Kirenius —> LUKAS 2: 2-7 Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, –karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud– Supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung. Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

Raja Herodes terakhir memimpin pada saat tahun 4 SM dan sensus Kirenius dilakukan pada saat tahun 6 M. Jika Yesus dianggap lahir pada saat terakhir raja Herodes berkuasa yakni tahun 4 SM dan sensus Kirenius dilaksanakan di tahun 6 M, maka selisih minimal 10 tahun tentang kelahiran Yesus.
Pertanyaannya apakah Tuhan tidak mengerti sejarah ?! Atau roh kudus yang membimbing penulis juga tidak mengerti sejarah kah ?!
Itukah yang disebut kitab suci ?! Itukah yang disebut Firman Tuhan ?! Pantaskah Tuhan salah berfirman ?! jika Bible dianggap firman Tuhan ?! Jika Bible dianggap sebagai Injil yang asli ?!

b. Tentang Kisah Omri

1 Raja-Raja 16 : 22-23 Akhirnya mereka yang berpihak kepada Omri menang. Tibni mati dan Omri menjadi raja. 23 Itu terjadi pada tahun ketiga puluh satu pemerintahan Raja Asa atas Yehuda. Omri memerintah sebagai raja atas Israel dua belas tahun lamanya. Selama enam tahun yang pertama ia memerintah di Tirza.
1 Raja-Raja 16 : 28-29 Setelah Omri meninggal dan dimakamkan di Samaria, Ahab anaknya menjadi raja menggantikan dia. Pada tahun ketiga puluh delapan pemerintahan Raja Asa atas Yehuda, Ahab anak Omri menjadi raja atas Israel dan memerintah di Samaria dua puluh dua tahun lamanya.

Jika Omri berkuasa selama 12 tahun, maka terakhir dia berkuasa tentunya di tahun ke 43 karena dia mulai berkuasa pada tahun ke 31. Tetapi dalam kitab yang sama dan tetapi ayat yang berbeda justru disebutkan Omri mati dan diganti oleh anaknya pada saat tahun ke-38.
Pertanyaannya apakah Tuhan tidak mengerti sejarah ?! Atau roh kudus yang membimbing penulis juga tidak mengerti sejarah kah ?!
Itukah yang disebut kitab suci ?! Itukah yang disebut Firman Tuhan ?! Pantaskah Tuhan salah berfirman ?! jika Bible dianggap firman Tuhan ?! Jika Bible dianggap sebagai Injil yang asli ?!

c. Penggunaan kata Firaun

Bible menggunakan kata Firaun untuk masa Abraham :
Gen 12:17 “And the LORD plagued Pharaoh and his house with great plagues because of Sarai Abram’s wife.”
Kejadian 12;17. “Tetapi TUHAN menimpakan tulah yang hebat kepada Firaun, demikian juga kepada seisi istananya, karena Sarai, isteri Abram itu.”

Bible menggunakan kata Firaun untuk masa Yusuf :
Gen 41:14 “Then Pharaoh sent and called Joseph, and they brought him hastily out of the dungeon: and he shaved [himself], and changed his raiment, and came in unto Pharaoh.”
Kejadian 41;14 “Kemudian Firaun menyuruh memanggil Yusuf. Segeralah ia dikeluarkan dari tutupan; ia bercukur dan berganti pakaian, lalu pergi menghadap Firaun.”

Sedangkan menurut sejarah penggunaan gelar Firaun muncul menurut sejarah dimulai sejak jaman Musa dan bukan jaman Abraham serta yusuf. Hal ini dapat kita ketahui melalui Encylopedia Britannica tentang kata “Firaun”:

(from Egyptian per ‘aa, “great house”) , originally, the royal palace in ancient Egypt; the word came to be used as a synonym for the Egyptian king under the New Kingdom (starting in the 18th dynasty, 1539-1292 BC), and by the 22nd dynasty (c. 945-c. 730 BC) it had been adopted as an epithet of respect.

“(dari bahasa Mesir per aa, “rumah besar”), semula, istana kerajaan di Mesir kuno; kata tersebut dipakai sebagai sinonim bagi raja Mesir di bawah New Kingdom (dimulai dinasti ke18, 1539-1292 BC), dan oleh dinasti ke22 (C.945-C. 730 S.M.) sudah dipakai sebagai julukan rasa hormat.

Sedangkan menurut sejarah Abraham di Mesir adalah antara tahun 2000-1700 SM dan Yusuf berada di Mesir antara tahun 1674 – 1553 SM, padahal penggunaan istilah Firaun baru dikenal sejak tahun 1539 SM. Apakah Tuhan tidak tahu sejarah itu ?!

Dan masih banyak lagi kesalahan-kesalahan sehubungan dengan sejarah yang tidak saya masukkan di artikel ini, agar artikel tetap singkat dan padat mudah untuk dibaca serta tidak bertele-tele.

Pertanyaannya apakah Tuhan tidak mengerti sejarah ?! Atau roh kudus yang membimbing penulis juga tidak mengerti sejarah kah ?!

4. Kesalahan Dalam Ilmu Pengetahuan

– Kelinci disebut sebagai hewan memamah biak : Imamat 11:6 Juga kelinci, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah, haram itu bagimu.
Padahal semua orang juga tahu bahwa kelinci termasuk hewan pengerat.

– Unta disebutkan tidak berkuku belah : Imamat 11:4 Tetapi inilah yang tidak boleh kamu makan dari yang memamah biak atau dari yang berkuku belah: unta, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram itu bagimu.
Padahal menurut ilmu pengetahuan unta juga berkuku belah.

Bible di dalam proses penciptaan alam alam semesta terjadi kesalahan yang fatal (lengkapnya baca tulisan saya di https://almubayyin.wordpress.com/kristologi/kesalahan-bible-kitab-kejadian-dalam-membahas-penciptaan-langit-dan-bumi/) :
– Hari pertama bumi diciptakan sudah ada siang dan malam, sedangkan matahari menurut ayat lain diciptakan di hari keempat. Padahal adanya siang dan malam itu karena perputaran matahari.
– Bumi diciptakan lebih dahulu dari pada langit yang disebut sebagai cakrawala tempat bertaburan bintang-bintang, disebutkan bumi diciptakan di hari pertama sedangkan langit diciptakan di hari kedua. Padahal sudah jamak kita ketahui bahwa bumi adalah bagian dari langit dan merupakan salah satu bintang atau planet di antara sekian milyar planet yang bertaburan di cakrawala alias langit.
– Bumi dicptakan lebih dahulu daripada matahari, disebutkan bumi diciptakan di hari pertama sedangkan matahari di hari keempat. Padahal menurut ilmu pengetahuan bumi beredar mengelilingi matahari, trus kalau belum ada matahari bumi beredarnya bagaimana donk ?! masuk akal ?!
Usia matahari diperkirakan 5 milyar tahun sedangkan usia bumi sekitar 4,5 milyar tahun. Dan bumi adalah bagian dari galaxy Bima Sakti yang pusat dari galaxy adalah matahari, artinya bumi menurut ilmu pengetahuan adalah merupakan pecahan dari planet besar yang bernama matahari.
– Tumbuh-tumbuhan diciptakan lebih dulu daripada matahari, padahal tanaman untuk bisa hidup tumbuh dan berkembang membutuhkan proses fotosintesis. Artinya tumbuh-tumbuhan untuk bisa hidup membutuhkan matahari.

Masih banyak error-error yang lain yang tidak mungkin akan saya tulis hanya dalam satu artikel. Dibutuhkan artikel-artikel yang super banyak untuk bisa menulis lengkap kesalhan firman Tuhan yang disebut Bible. Selain artikel ini memang sengaja ditulis seringkas mungkin untuk memudahkan orang membacanya dan tidak terkesan membosankan, walau pada akhirnya cukup panjang juga. Yah harap dimaklumi, seringkas-ringkasnya nulis error Bible ya memang akhirnya cukup panjang juga. Bisa anda bayangkan kalo tidak diringkas bukan ?!

Ringkasan di atas saya anggap sudah cukup mewakili untuk bisa mengatakan bahwa pasti Bible bukan Injil yang asli, karena Injil yang asli berasal dari Tuhan dan Tuhan tidak pernah salah. Untuk lebih fair dan adilnya, maka tulisan ini akan kami lengkapi dengan beberapa pendapat para pakar Bible itu sendiri tentang Bible, agar tulisan di atas tidak dituduh sebagai klaim sepihak saja.

Dari kajian 75 sarjana Bible terkemuka yang bersidang selama 6 tahun, keluarlah hasil kajian mereka yang dikenal melalui laporan berjudul “The Five Gospel” pada tahun 1993.
Kesimpulan dalam laporan mereka bahwa, “Eighty-two percent of the words ascribed to Yesus in the Gospels were not actually spoken by him.” (Robert W. Funk, Roy W. Hoover, and The Jesus Seminar, The Five Gospels, What did Jesus Really Say? Harper SanFrancisco, 1997, hal.5). Artinya 82 persen kalimat yang katanya diucapkan Yesus di dalam kitab-kitab Injil sebenarnya tidak pernah diucapkan oleh Yesus.

Hasil kajian ini tentu saja membuat geger dunia Kristen. Lain daripada itu, satu hal yang patut dicatat bahwa, dari 114 sabda Yesus dalam Injil Thomas, tidak satupun ada pernyataan ataupun isyarat terhadap doktrin “Penyaliban” atau penebusan dosa melalui kematian Yesus di tiang kayu salib.
Yang asli ucapan Jesus dalam keempat injil
Dalam ‘Injil Yohanes’ tidak ada yang bisa dianggap sebagai ucapan Yesus yang asli dan hanya satu yang mungkin dari yesus (4:44)
Dalam ‘Injil Markus’ hanya ada satu ayat yang dianggap ucapan asli Yesus (12:17),
Dalam ‘Injil Matius’ ada 5 ayat yang dianggap asli ucapan Yesus (5:39-42,44; 6:9;13:33; 20:1-15).
Dalam ‘Injil Lukas’ ada 7 ayat atau kumpulan ayat yang dianggap asli diucapkan Yesus (6:20-21,27, 29-30; 10:30-35;11: 2;13:20).
‘khutbah di atas bukit’ (Matius 5-7) hampir seluruhnya dianggap bukan ucapan Yesus (kecuali 5:39-42).

Dr.G.C Van Niftrik dan Dr. B.J Bolland :
Kita tidak usah malu-malu, bahwa terdapat berbagai kekhilafan di dalam Alkitab; kekhilafan-kekhilafan tentang angka-angka perhitungan; tahun dan fakta. Dan tak perlu kita pertanggungjawabkan kekhilafan-kekhilafan itu pada caranya, isi Alkitab telah disampaikan kepada kita, sehingga kita akan dapat berkata: “Dalam naskah aslinya tentu tidak terdapat kesalahan-kesalahan, tetapi kekhilafan itu barulah kemudian terjadi di dalam turunan naskah itu.” (Dogmatika Masa Kini, BPK Jakarta,1967, hal 298).

Dr. R. Soedarmo:
“Dengan pandangan bahwa Kitab Suci hanya catatan saja dari orang, maka diakui juga bahwa di dalam Kitab Suci mungkin sekali ada kesalahan. Oleh karena itu Kitab Suci mungkin sekali ada kesalahan. Oleh karena itu Kitab Suci dengan bentuk sekarang masih dapat diperbaiki” (Ikhtisar Dogamtika, BPK Jakarta, 1965 hal. 47). “Di dalam Perjanjian Baru pun ada kitab-kitab yang diragukan antara lain Surat Wahyu dan Yakobus yang disebut surat Jeram” (Ikhtisar Dogmatika, BPK Jakarta, 1965 hal. 49)

Dr. B. J. Boland :
“Zijn ons de waarheden van het Evangelie van Jesus Christus in haar corspron- kelij-ken onvervalschen, zul veren vorm over-geleverd of zijn de door het intermediair van den Griek schen Geest, van de Griek sche reid, het laat stea an te nemen…dat de letter der Nieuw-Testament- ische boeken in de eerste eeuwen anzer jaar-telling gewichtig wijzungen moet hebben ondergaan.
Artinya: Apakah kebenaran-kebenaran dari Injil Jesus Kristus diserahkan kepada kita dalam bentuk murninya, asli dan tidak dipalsukan, ataukah telah dirubah melalui alam fikiran kebudayaan Gerika ? Umumnya yang terakhirlah yang diterima oleh orang jaman kini… bahwa tulisan-tulisan Kitab Perjanjian Baru pada dua abad pertama perhitungan tahun kita, pasti telah mengalami perubahan besar. (“Het Johannes Evangelie”, p. 9).

Drs. M. E. Duyverman :
“Ada kalanya penyalin tersentuh pada kesalahan dalam naskah asli yang dipergunakannya, lalu kesalahan itu diperbaikinya, pada-hal perbaikan itu sering mengakibatkan perbedaan yang lebih besar dengan yang sungguh asli. Dan kira-kira pada abad keempat, di Antiochia diadakan penyelidikan dan penyesuaian salinan-salinan; agaknya terdorong oleh perbedaan yang sudah terlalu besar diantara salinan-salinan yang dipergunakan dengan resmi dalam Gereja.” (“Pembimbing ke dalam Perjanjian Baru”, tahun 1966, pagina 24 dan 25)

Ellen G. White :
Dia dianggap seorang “Nabi” gereja Advent Hari Ketujuh, dalam komentar Injilnya pada buku pertama halaman 14, memuat pengakuan tentang kesalahan “Kitab Suci Injil”, sbb : “Injil” yang kita baca saat ini adalah hasil pekerjaan banyak penyalin yang dalam banyak hal mengerjakan pekerjaan mereka dengan ketelitian yang mengagumkan. Tetapi penyalin-penyalin ini tidaklah sempurna, dan Tuhan tidak menjaga mereka semua dari kesalahan penulisan.

Saya kira cukup itu saja dulu tulisan mengenai Bible adalah Injil palsu, ringkasan sederhana ini semoga bisa membuka pikiran para pembaca dan bisa dijadikan bahan renungan. Saya tidak mungkin memasukan semua error yang ada di dalam Bible hanya dalam satu artikel saja, itu karena dalam membahas kesalahan atau error yang ada di dalam Bible dibutuhkan lebih dari sekedar satu artikel. Membahas error Bible akan dibutuhkan banyak sekali artikel-artikel yang bahkan bisa terkumpul menjadi sebuah buku yang tebal disebabkan amat sanagat banyak sekali kesalahan alias error dalam Bible.

Saran saya bagi orang-orang yang selama ini masih menganggap Bible adalah kitab suci, ketahuilah bahwa ternyata Bible sudah tidak suci dari kesalahan-kesalahan tangan manusia. Bagi mereka yang masih menganggap bahwa Bible berasal dari Tuhan, sadarlah bahwa Tuhan tidak mungkin berbuat salah apalagi salah dalam berfirman seperti isi yang ada di dalam Bible. Bagi mereka yang masih menganggap bahwa Bible adalah kitab yang para penulisnya dibimbing roh kudus, mulai berpikirlah apakah mungkin roh kudus membimbing mereka mencla mencle di sana bilang “a” di sini bilang “b” alias gak singkron. Masuk akal ?!