Doktrin Dosa Waris, Penebusan Dosa, Atonement

Doktrin penebusan dosa saat dibahas dengan cara atau metode apapun pasti akan gagal total alias GATOT. Karena doktrin penebusan dosa dibangun hanya berdasarkan angan-angan Paulus dan para pengikutnya.

Jika mereka ditanya, apakah para penjahat Kartel Narkoba yang ada di Meksiko dan daerah Amerika Latin lainnya akan masuk sorga jika mereka beragama Kristen dan percaya pada Kristus ?!

Jika mereka ditanya, apakah para mafioso di Italia yang melakukan berbagai macam aksi kejahatan, baik perampokan, pemerkosaan, pemerasan dan lain sebagainya itu mereka akan masuk kerajaan sorga juga karena mereka percaya pada Kristus ?!

Jika mereka ditanya, apakah para koruptor dan para penjahat lainnya yang ada di seluruh belahan dunia ini akan masuk ke dalam kerajaan sorga hanya dikarenakan mereka percaya pada Kristus ?!

Selama ini tak ada satupun pengikut paham penebusan dosa mampu menjawabnya, dan jika mereka menjawab pun pasti terkesan asal-asalan sekedar “BUNYI” doank.

Jika mereka menjawab tidak masuk sorga karena dosa-dosa mereka, terus apanya yang ditebus kalau begitu ?!

Jika mereka menjawab masuk sorga, berarti Tuhan melegalkan kejahatan donk. Karena para penjahat masuk sorga semua. Betul ?!

Sekarang, marilah kita kupas teori penebusan dosa melalui ayat-ayat yang ada di Bible mereka sendiri. Jika semua dosa itu sudah ditebus, mengapa justru Yesus mengajarkan berdoa minta ampunan lagi ?! Perhatikan ayat berikut :

Matius 6 :
“Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan AMPUNILAH KAMI akan KESALAHAN kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami” (Matius 6;9-12)

Inti dari pemahaman atas ayat tersebut adalah bahwa pengikut Bible diperintahkan berdoa memohon ampunan, dan juga menunjukkan bahwa tidak ada penebusan dosa otomatis. Terbukti Yesus mengajarkan doa meminta ampunan seperti juga Yesus mengajarkan doa untuk meminta rejeki. Betul ?!
Untuk memperjelas hal tersebut, mari kita simak contoh ayat Bible berikut ini :

“Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang disorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu”. (Matius 6 : 14 – 15 )

Ayat tersebut ternyata juga menjelaskan bahwa dosa orang Kristen belum ditebus. Terbukti mereka diharuskan melakukan sebuah usaha untuk mendapatkan ampunan dan jika mereka tidak melakukannya, maka dosa mereka tidak akan diampuni. bETUL ?!

KESIMPULANNYA adalah TIDAK ADA PENEBUSAN DOSA donk. Terbukti mereka disuruh berdoa memohon ampunan dan terbukti juga mereka disuruh melakukan usaha kebaikan dulu baru mendapat ampunan dan jika tidak melakukannya mereka TIDAK MENDAPAT AMPUNAN. Betul ?!

Untuk lebih memantapkan pemahaman, silahkan dibuka lagi ayat-ayat lain yang ada di dalam Bible :

“Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.” (Yeremiah 17:10)

“Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.” (Matius 12:36)

Nah loh.. Setelah membaca 2 ayat terakhir di atas, apakah kita masih mau berpikir bahwa masih ada teori dosa waris dan penebusan dosa ?! Pada saat ditemukan ayat bahwa setiap manusia akan bertanggungjawab atas setiap perbuatannya masing-masing kelak ?!

Untuk lebih mempertajam penjelasan di atas, mari kita buka sebuah ayat di Bible tentang sebuah usaha untuk mendapatkan ampunan dosa :

” Dan umatKu, yang atasKu namanya disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajahKu, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka “. ( II Tawarikh 7 : 14 ).

Ayat tersebut lebih jelas merinci cara untuk mendapatkan ampunan Tuhan, yakni harus berbuat baik, berdoa, bertaubat dengan taubatan nashuha (tidak mengulangi perbuatan jahatnya, maka orang yang seperti demikian akan mendapatkan ampunan Tuhan. Jadi semakin menjelaskan bahwa sebenarnya tidak ada dosa waris.. Betul ?!

Perintah untuk bertaubat adalah lebih logis dan masuk akal serta lebih adil, karena orang yang bertaubat tersebut telah melakukan usaha dan kerja keras hasil usahanya sendiri menjauhi segala salah dan dosa. Seperti tertuang dalam ayat Bible berikut ini :

“Tetapi jika orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapanKu serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati”. ( Yehezkiel 18 : 21 ).

Dosa Adam

Jika mereka menjawab : yang ditebus hanya dosa warisan dari Nabi Adam saja.
Pertanyaan lanjutannya adalah, bagaimana dengan bayi ?! semisal dia baru lahir kemudian mati, apakah dia akan masuk neraka karena menanggung dosa Adam ?! ekheemm..

Gw kasih sedikit ilustrasi nih, semisal ada bayi yang meninggal. Sampai di akhirat dia dicemplungin ke neraka karena kagak dibaptis maka masih nanggung dosanya Adam. Si bayi tanya ma Tuhan, : “Tuhan, kenapa ane dimasukin ke neraka ?!”. Jawab Tuhan, : Karena lu berdosa..”. Si bayi tanya lagi “ane dosa apa ya Tuhan ?”. Jawab Tuhan lagi; “Karena lu lahir jadi manusia, jadi lu nanggung dosanya Adam.. lu dapet warisan dosa cong.. salah sendiri lu mau jadi manusia..!!”. Si bayi bingung : “Lhaa.. emang ane jadi manusia sapa yang nyuruh sih..?!”. ha ha ha..

Itu ilustrasi konyol terinspirasi doktrin dosa waris, dan orang yang masih mau menggunakan akal sehatnya pasti akan tertawa ngakak untuk mentertawakan doktrin aneh itu.

Logika mana yang mau mengatakan bahwa kakek nenek moyang berdosa tapi yang menanggung dosa itu adalah anak cucunya ?! Setiap manusia yang berakal sehat dan bisa menggunakan logika dengan benar akan mengatakan bener-bener gila..!!! Si bayi belum lahir dan juga masih belum ada di angan-angan tapi dia disuruh menanggung dosa kake nenek moyang dia dulu.. Ini sungguh tidak adil..!!! Bahkan teori yang ada di Bible sendiri pun justru tidak mendukung itu, silahkan buka Bible :

” janganlah ayah mati karena anaknya, janganlah juga anak mati karena ayahnya, melainkan setiap orang harus mati karena dosanya sendiri.” ( II Tawarikh 25 : 4 ).

” Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.” (Yehezkiel 18;20)

Teori Bible justru mengatakan tak ada dosa waris, karena setiap orang akan menanggung akibat dosa dari perbuatannya sendiri. Dan juga tidak mendukung doktrin penebusan dosa, karena setiap orang akan menanggung akibat perbuatannya sendiri. Betul ?!

Sehingga pada akhirnya kita juga bisa menyimpulkan, bahwa dibahas dari sisi manapun doktrin dosa waris dan doktrin penebusan dosa akan gagal total. Baik dibahas dari sisi dalil, dibahas dari sisi penalaran dengan menggunakan logika yang benar, ataupun dibahas dari sisi keadilan. Semua sisi akan mengatakan doktrin tersebut telah gagal total, karena justru bertentangan dengan dalil-dalil yang ada, bertentangan dengan nalar logika yang benar, dan juga bertentangan dengan rasa keadilan. Silahkan simak lagi tulisan di atas, maka anda pasti akan juga mengiyakan.. Betul ?!