Kata “Nahnu”/KAMI di dalam Al Quran

 
Tersebutlah sebuah fitnah yang aneh, lucu dan bodoh yang sering dilayangkan para musuh Islam untuk menyerang Islam, yaitu kata “Nahnu”/Kami yang biasa di gunakan oleh Allah untuk menyebut diriNya sendiri.

Para musuh Islam dengan lantang berteriak, “Lihatlah wahai kaum muslim, bahwa Tuhanmu itu bukan Esa/Tunggal/Satu, Tuhan Islam itu ternyata ada banyak, terbukti di dalam Al Quran Tuhannya Islam menggunakan kata “Kami” untuk menyebut dirinya..!!”

Sebuah contoh adalah ayat :
“Sesungguhnya KAMI-lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya KAMI benar-benar memeliharanya. ” (QS. Al Hijr 15:9)

Kata para musuh Islam, kata “KAMI” itu menjelaskan bahwa Tuhan Islam itu banyak, alias politheisme.

Bagi orang yang pernah di ponpes atau para aktifis dakwah, hal tersebut sungguh amat sangat lucu dan lugu dan menunjukkan kebodohan tetapi berlagak sok tahu.

Di dalam bahasa Arab, sudah terbiasa dengan penggunaan kata ganti orang yang bersifat jamak (antum dan nahnu) untuk menunjukkan orang yg tunggal. Adalah hal yang sangat biasa kita mendengar kata “antum” disebutkan berkali-kali untuk menunjukkan lawan bicaranya yang tunggal, dan bukan menggunakan kata “anta”.

Coba sekali-sekali nguping para aktifis dakwah Islam jika mereka berbicara, atau mungkin membaca status di FB, saat seorang aktifis Islam mengganti kata “KAMU” (tunggal) dengan kata “ANTUM” (kalian/jamak) pada lawab bicaranya padahal lawan bicaranya adalah tunggal.

Di lingkungan pondok pesantren, saat seorang santri berbicara kepada seorang pembina (ustadz atau Kyai) di ponpes tersebut, adalah hal yang termasuk tidak sopan jika seorang santri menyapa sang pembina (ustadz atau Kyai) dengan kata “anta” (kamu). Sehingga para santri sering menggunakan kata ganti “antum” untuk menunjukkan kesopanan berbicara kepada sang ustadz atau kyai tersebut walau ustadz/kyai yang diajak berbicara hanya satu orang saja (tunggal).

Adalah hal biasa juga penggunaan kata “nahnu” (jamak/plural) di dalam bahasa Arab untuk menggantikan kata “ana” (tunggal/single). Di dalam bahasa Indonesia pun hal tersebut juga cukup lumrah, misalkan ada seorang Kepala Negara yang sedang berpidato, kadang terucap kalimat “Kami, di dalam hal ini sebagai sebagai Kepala Negara menyatakan permohonan maaf.. bla.. bla.. bla.. dst..”.

Atau seorang Kepala Sekolah saat berpidato pun merupakan hal yang lumrah menggantikan kata “saya” (tunggal) dengan kata “kami” (jamak) seperti kalimat “Kami selaku Kepala sekolah .. bla.. bla.. bla.. dst”.

Bentuk jamak yg lain, dan digunakan untuk menunjuk 1 orang saja, ada contoh juga di Al Quran.. misal, kata “ummat” biasa digunakan untuk menunjuk kumpulan orang2 (jamak), tetapi bisa digunakan untuk satu orang saja.. misal Ibrahim (tunggal)…

Sesungguhnya Ibrahim adalah ummat yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif . Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan. (QS. An-Nahl : 120).

Kata2 jamak yg digunakan untuk tunggal, dalam sosio linguistik Arab, mengandung “ta’dzim”, atau kata2 sopan ketika berbicara kepada orang banyak atau orang yg dimuliakan.

Baiklah, jika para misionaris sudah berusaha menyerang dengan jurus “MABOK”nya yang cenderung “NGAWUR’isasi, maka sekarang saatnya senjata tersebut makan “TUAN”nya.

Justru sekarang ane malah bingung penggunaan kata “Kita” di Bible yg menunjuk pd Tuhan..

Kejadian 1:26:
“Berfirmanlah Allah: “Baiklah KITA menjadikan manusia menurut gambar dan rupa KITA, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Lhaa yg menjadikan manusia khok pake kata “Kita”.. emang kerjasama ama siapa yaa Tuhan..??!! apakah ada banyak Tuhan neehhh..??!!
ada beberapa ayat di Bible yg menggunakan kata “kita’ sebagai pengganti kata “Tuhan”.. hhmmm…

22 thoughts on “Kata “Nahnu”/KAMI di dalam Al Quran

  1. guns@ berkata:

    jadi…., kalo seseorang mngatakan kami sebagai pengganti saya berbicara kepada orang lain / manusia, sama saja yang berbicara itu sangat menghormati orang yang diajak bicara dengan kata lain dia itu bukan yang berkuasa. masak Tuhan kurang pede ngomong Aku.

    Suka

    • almubayyin berkata:

      bukan masalah kurang pede atau pede, tetapi di sini masalah tata bahasa Arab.. kata ANTUM atau NAHNU, adalah bentuk jamak yg biasa digunakan di dalam bahasa Arab sbg bentuk sopan santun..

      orang yang sopan bukan berarti tidak pede bukan..?!

      yang sebenarnya dan seharusnya jadi masalah adalah kata “KITA” di dalam Bible untuk pengganti kata Tuhan saat berfirman.. hiks..

      Suka

  2. mehmet berkata:

    Astaga bro almubayyin, Coba bro baca ayat berikut ini :
    Qs.70:40 Maka aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.

    Siapa yang disebut Maha Kuasa ? Allah kan ?
    Nah, dalam ayat ini, berapa orang yang disebut Maha Kuasa ? DUA oknum bukan ? yaitu si AKU dengan si TUHAN…………….

    Makanya bro…baca baik-baik Alqurannya……………..

    Suka

    • vee3 berkata:

      anda tidak mengerti bahasa arab ko nekat mencoba memahami alquran hanya menggunakan terjemahan yang bisa saja salah menerjemahkan, kuasai dulu bahasa arab, baru anda faham

      #terkait kata Kami (nahnu)

      kata nahnu dalam bahasa Arab bisa diunakan untuk dua hal :
      1. kami digunakan untuk lebih dari satu dan
      2. kami juga bisa juga digunakan untuk tunggal dalam rangka untuk menunjukkan keagungan dan kebesaran

      jadi kata kami/nahnu dalam Alquran itu di gunakan untuk menunjukkan keagungan dan Kebesaran Nya, jika Anda mampelajari bahasa Arab secara mendalam, itu yang akan anda temukan

      Suka

    • almubayyin berkata:

      hadeeuuhh.. ayat2 seperti ini dah sering dibahas dan dah terjawab.. baik, gw jawab lagi buat lu..

      Jika lu menanyakan “mengapa Allah bersumpah demi/atas nama Tuhan? Tuhan mana lagi yang diseru sumpah oleh Allah?”
      Maka gw menjawab bahwa ALLAH bersumpah demi DiriNya Sendiri, karena Tuhan yang memiliki timur dan Barat adalah Allah sendiri, karena kaliamt “Laa ilaaha illallah” jelas menyatakan tidak ada Tuhan lain kecuali Allah maka saat memahami siapa Tuhan pemilik timur dan barat ya tentu Allah itu sendiri….dan ini pun telah ada dalam Bible :

      Kejadian 22:16 kata-Nya: “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri–demikianlah firman TUHAN–:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,

      Dan ada lagi….
      Ibrani 6:13 Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya,

      makanya brow, baca Bible lu sendiri biar tahu bahwa Tuhan biasa juga bersumpah atas nama diriNya sendiri.. cp d..

      Suka

  3. almubayyin berkata:

    jika kata nahnu (kami) dan “aku” biasa di dalam bahasa arab untuk saling mengganti dan itu adalah hal yang umum di dalam gaya bahasa Arab. Sekarang gw tanya ma lu, bagaimana dengan gaya bahasa Bible :

    Kejadian 1:26:
    “Berfirmanlah Allah: “Baiklah KITA menjadikan manusia menurut gambar dan rupa KITA, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

    berarti Tuhan di Bible banyak donk.. siapa “KITA” yang dimaksud brow..?! bisa jawab..?!

    rupa kita, berarti ada beberapa Tuhan yang rupanya sama.. he he..

    jangan tanya doank, di sini lu juga harus bisa jawab.. emang enak kalo modal tanya doank, tp kagak mau jawab.. hiks..

    Suka

  4. almubayyin berkata:

    sorry jika komen2 lu yang muter2 gak karuan harus gw hapus krn isinya orasi doank tanpa menjawab apapun..

    silahkan lu jawab dulu pertanyaan gw di atas baru kita lanjutin.. karena kebiasaan lu berusaha membuat orang capek menjawab agar orang lupa bahwa lu ternyata kagak jawab apapun..

    silahkan lu jawab dulu pertanyaan di atas, jika lu pura2 lupa gw copasin lagi :

    Kejadian 1:26:
    “Berfirmanlah Allah: “Baiklah KITA menjadikan manusia menurut gambar dan rupa KITA, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

    berarti Tuhan di Bible banyak donk.. siapa “KITA” yang dimaksud brow..?! bisa jawab..?!

    rupa kita, berarti ada beberapa Tuhan yang rupanya sama.. he he..

    jangan tanya doank, di sini lu juga harus bisa jawab.. emang enak kalo modal tanya doank, tp kagak mau jawab.. hiks..

    Suka

    • mehmet berkata:

      Hahaha…bro, topik bro kan bicara tentang “KAMI”…………..nah, bro melebar ke “sumpah” yg menyebabkan bro membuka celah untuk memperlebar topik yg dibuat sendiri.

      Kebetulan ayat yg sy sebut memang terkait sumpah, tetapi fokusnya ke “KAMI” yg menjadi topiknya bro.
      Coba perhatikan :
      Qs.70:40 Maka AKU bersumpah DENGAN TUHAN Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.

      Ada 3 kata yang saya beri penekanan : AKU, DENGAN dan TUHAN.
      Tidak ada kata “DEMI”……Jadi, disini tampak jelas terdapat 2 oknum berbeda. Si “AKU’ dan/dengan si “TUHAN” kemudian ada kesimpulan selanjutnya bahwa “KAMI” adalah maha Kuasa. Artinya, yang maha kuasa disini adalah si AKU dan si TUHAN (lebih dari 1 oknum), berarti Islam percaya Allah lebih dari 1, itu maksud sy………….coba pahami baik2 maksud sy bro…

      Yang sy lihat, bro menganggap “DENGAN” sebagai “DEMI” ….Mengapa si penterjemah tidak langung menterjemahkan menjadi “DEMI” kalau memang harus “DEMI”………..
      Selanjutnya. Kalau memang Tuhan itu harus disebut sebagai “KAMI” untuk kebesaran, mengapa harus di awal Tuhan mengaku sebagai “AKU” kemudian selanjutnya menggantinya dengan kata “KAMI” ? Bukankah karena itu adalah kata penggani si AKU dengan si TUHAN…..?

      Di lain pihak, karena bro sdh melebar ke sumpah, terpaksa sy juga berkomentar ttg hal itu. Sumpah Allah yang benar adalah seperti dalam Alkitab spt yg bro contohkan. Tuhan bersumpah demi diriNya sendiri. Tetapi Alquran menampilkan bahwa Tuhan bersumpah demi bulan, demi bintang2, dan banyak lagi demi benda2 ciptaanNya sendiri………..Ini membuktikan bhw Allah Alquran sebenarnya tidak lebih mulia dari bulan dan bintang atau ciptaanNya yang lain….bagaimana pendapat bro…?

      Suka

      • almubayyin berkata:

        nah, kliatan jelas orang yang tidak tahu bahasa arab tetapi menjadi sok jago bahasa arab..

        di dalam bahasa aslinya menggunakan kata “uqsimu” itu artinya sumpah, sumpah kadang juga menggunakan kata “wa” (demi) sebagai sumpah..
        jika menggunakan kata “wa” maka tidak perlu kata sambung dengan kata “bi” tetapi langsung, akan tetapi jika menggunakan kata uqsimu berarti saat menggandeng dengan yang disumpahi menggunakan kata “bi”..

        sedangkan yang lu maksud dengan kata “DENGAN” itu adalah kat “BI” di ayat tersebut..
        falaa uqsimu “bi”rabbil masyaariq.. “bi” itu kata sambung dan bukan berari “dengan” yang bermakna “bersama”.. ha ha ha.. lucuu brow.. hiks..

        ada kalimat di dalam Al Quran semisal : qul a’udzu “bi”rabbinnaas..
        artinya : katakanlah (umat manusia) aku berlindung pada Tuhannya manusia..

        nah, di ayat tersebut “bi” diartikan “pada”..
        jadi artinya bukan : aku berlindung “bersama” Tuhannya manusia.. yang artinya Tuhan juga berlindung bersama kita donk..?! hadeeuuhhh..
        gak tahu tata bahasa (grammer) bahasa arab jangan bicara deh, bisa menyimpang berat dari yang dimaksud sebuah kalimat.. belajar grammar dulu sebelum kita mengartikan sebuah kalimat agar kita tahu yang dimaksud..
        di dalam bahasa arab ada nahwu sharraf, itu pelajaran tata bahasa arab sehingga tahu masing2 penggunaan setiap kata itu untuk apa dan diletakkan di mana dst dst..

        ada juga ayat “alldziena yu’minuuna “bi” al ghabibiy..
        artinya orang2 yang beriman “dengan” yang ghaib.. bukan berarti “bersama” yang ghaib karena maksud kata “bi/dengan” di situ adalah beriman atas yang ghaib.. tapi kata “atas” yang gw jadikan kata ganti “dengan” di situ bukan berarti “atas” seperti kalimat “di atas meja”.. jelas..?! hadeeuuhh..

        makanya, sering sebuah kata itu tidak bisa mewakili benar2 sebuah terjemahan kata di dalam bahasa lain.. sehingga di dalam setiap terjemahan AL Quran pasti akan selalu disertai bahasa aslinya agar tetap terjaga keasliannya..

        setiap terjemahan sering mengalami distorsi atau pergeseran dari yang asli, jika terjemahan kemudian diterjemahkan lagi maka pergeseran tersebut bisa berkembang semakin jauh.. dst.. dst..

        “dengan” yang bermakna “bersama” yang lu maksud itu di dlam bahasa arab menggunakan kata “ma’a”.. jelas..?!

        di dalam bahasa arab itu sudah terbiasa juga melakukan substitusi kata “KAMI” dan “AKU”, “KAMI” sebagai kata ganti “AKU”..
        seperti gw sering juga mengatakan kata “ANTUM” pada teman gw, padahal yang gw sebut antum itu satu orang doank.. itu memang sudah biasa di dalam bahasa arab, sehingga orang2 yang tahu bahasa arab gak memasalahkan..
        yang memasalahkan itu adalah orang2 yang bacanya terjemahan doank karena gak tahu kaidah di dalam bahasa arab..

        jika di dalam bahasa arab sudah terbiasa menggunakan kata “KAMI” sebagai kata ganti “AKU” atau kata “KALIAN (jamak)” sebagai kata ganti “KAMU tunggal”, sekarang gw tanya yang tak pernah lu jawab.. padahal gw sudah ingatkan, sebelum kita lanjutin jawab dulu nih bahasa yang dipakai Bible :

        Kejadian 1:26:
        “Berfirmanlah Allah: “Baiklah KITA menjadikan manusia menurut gambar dan rupa KITA, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

        berarti Tuhan di Bible banyak donk.. siapa “KITA” yang dimaksud brow..?! bisa jawab..?!

        rupa kita, berarti ada beberapa Tuhan yang rupanya sama.. he he..

        jangan tanya doank, di sini lu juga harus bisa jawab.. emang enak kalo modal tanya doank, tp kagak mau jawab.. hiks..

        Suka

  5. mehmet berkata:

    Terimakasih penjelasannya. Bukan saya tidak mengetahui hal itu. Saya hanya menjebak bro. Sekarang, coba bro lihat dalam sumpah-sumpah lainnya bahwa para penterjemah yang adalah para Profesor terpilih Depag (Alquran Depag 1989 yang sy miliki), mereka boleh terjemahkan dengan kata “demi” mengapa di sumpah yang lain diterjemahkan dengan kata “dengan” ?

    Terkait ketidak konsistenan Allah dalam berbahasa, dalam satu ayat pendek saja ia seenaknya ganti-ganti kata “Aku” kemudian “kami” ataukah Allah Alquran memang seperti anak kecil yang belajar berbicara ?…………..kenapa Alquran harus disanjung-sanjung bahasanya ?
    Bagaimana kalau bro berpidato didepan banyak orang mengatakan : “Hai jama’aaah SAYA gembira melihat anda, AKU berharap anda sehat-sehat dan bla…bla…bla…” Apakah orang tidak menilai bro sebagai (maaf) baru belajar pidato, atau mungkin nilai Bahasa Indonesianya 5 hehehe….Apalagi kata-kata Alquran adalah berasal dari Allah yang dipercaya sebagai Maha Mengetahui (termasuk ejaan berbahasa dalam bahasa manusia)………..apakah gak meragukan bahwa itu dari Allah……..hehehe

    Kembali pada Qs.70:40. Aku itu siapa ? Kalau Ia adalah Allah berarti Ia mempunyai Tuhan yang lain lagi bukan ? Karena Ia bersumpah demi Tuhan ! Dia tidak mengatakan “Aku bersumpah demi diriku sendiri !”……

    Dan itu memang benar, karena ada ayat lain menyatakan bahwa Allah alquran memang memiliki “Allah” lain yang adalah TuhanNya dan juga Tuhannya si Isa…
    Ini adalah pernyataan Isa dalam Qs.5:117 :

    Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.

    Perhatikan bahwa Allah meminta Isa untuk menyembah “Allah”, yang adalah Tuhanku(Tuhannya si Allah)dan Tuhanmu(Tuhannya si Isa). Apakah Bapak tidak bingung ?
    Maksudnya : Mengapa Allah tidak mengatakan kepada Isa : Sembahlah Aku yang adalah Tuhanmu.
    Tetapi yang tertulis adalah Allah menyuruh menyembah sosok “Allah” yang adalah Tuhan dari diri Allah itu sendiri(Tuhanku) dan juga merupakan Tuhan si Isa(Tuhanmu)…………………
    Jelas bahwa Allah dalam Islam lebih dari satu, bukan ?

    Suka

    • almubayyin berkata:

      menjebak..?! ha ha ha..
      emang gw terjebak..?! terjebaknya di mana..?! adakah kalimat gw yang salah bro..?! qe qe qe.. cp d..

      Kalo lu belum tahu kaidah bahasa Arab, terus lu maksain membedah bahasa Arab, akan diketawain orang banyak bro.. hadeeuuhhh.. ha ha ha..
      jujur gw geli aja lihat sepak terjang orang yg gak punya ilmu tp coba ngebahas apa yang tidak dia ketahui..

      kaidah dalam bahasa Arab memang membolehkan aku (ana) dan kami (nahnu) atau kamu (anta) dan kalian (antum) untuk saling menggantikan.. saat bersumpah menggunakan kata uqsimu, yang artinya aku bersumpah, kata aq (ana) tidak tercantum dikata tersebut, kalo lu bisa baca bahasa arab silahkan baca sendiri.. pengertian aku (ana) melekat di dalam kata uqsimu sebagai qasam (sumpah)..
      dalam kaidah bahasa Arab bersumpah itu menggunakan kata “wa” atau kata “uqsimu” dan kata aku (ana) secara otomatis menempel di dalamnya..

      Semua para profesor di dalam Islam juga tahu itu dan paham hal tersebut, sehingga gak ada masalah..
      Dan semua profesor juga tahu, kata “dengan” yang diterjemahkan di dari kata “bi” bukan berarti “ma’a” (bersama) atau “wa” (dan)..
      sekedar lu tahu saja ya, kata “wa” bisa diterjemahkan “demi” jika itu untuk kata sumpah atau artinya “dan” jika untuk kalimat yang lainnya, misal ana wa antum (artinya saya dan anda) yang bermakna bersama juga..
      Jika ada kata wadh-dhuha, maka akan diterjemahkan “demi waktu dhuha”, bukan “dan dhuha”..

      Jadi kalo mau mengerti apa yang dimaksud di dalam kalimat tersebut, harus tahu juga bahasa arabnya dan kaidah di dalamnya..

      sekedar lu sedikit supaya ngarti juga, yang biasa diterjemahkan dengan kata “demi” itu adalah sumpah yang menggunakan kata “wa”..

      ok, karena lu kagak punya kemampuan berbahasa arab, dan lu sekedar modal nekat doank, maka komen lu yang muter-muter dan tampak “asal serang” untuk ngebahas kaidah bahasa arab gw tutup..
      jika lu nekat dengan gaya yang “asal serang” tetapi kagak punya ilmu atas apa yang dibahas, akan gw hapus.. karena akan menyebabkan debat kusir gak selesai-selesai, gw disuruh ngelayanin orang bondo nekat doank..

      gw perhatikan semakin lama semakin tampak lu mempraktekkan jurus”asal serang” doank tapi gak tahu apa yg dibahas.. cp d..

      Hal ini tampak juga pernyataan gak berkualitas dari lu saat ngebahas ayat Qs.5:117 :

      Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.

      komen lu : Perhatikan bahwa Allah meminta Isa untuk menyembah “Allah”, yang adalah Tuhanku(Tuhannya si Allah)dan Tuhanmu(Tuhannya si Isa). Apakah Bapak tidak bingung ?

      Jawab gw :
      perhatikan kata : Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”

      jika akal sehat lu jalan nih bro, maka lu akan ngarti apa yang dimaksud di ayat tersebut, bahwaa Isa disuruh Allah (sebagai Engkau dlm kalimat tsb) untuk mengatakan kepada mereka (kaum Nabi Isa”..
      apa yang diperintahkan untuk disampaikan..?! yakni kalimat : “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”

      Nabi Isa diperintahkan untuk berkata kepada bani Israel : “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”
      Seperti juga Yesus pernah berkata kepada Bani Israel :
      Markus 12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.)

      Nah, sebuah kalimat yang jelas akan tetapi lu dan kelompok lu berusaha melintir pengertian ayat dengan berusaha mengartikan potongan ayatnya doank demi tujuan bisa melakukan gerakan “asal serang” tersebut..

      Suka

  6. mehmet berkata:

    Tentang kata “kita” dalam Taurat. Dalam Taurat dikenal adanya “Allah” dan “Allah Roh.” tentu saja dipakai kata “kita”………..

    Suka

    • almubayyin berkata:

      emang yang bicara itu Allah atau Allah roh bro..?! hi hi hi..

      emang ada dua Tuhan ya bro..?! tuh mereka saling diskusi.. hadeeeuuhh.. cp d..
      prasaan Taurat dan pemahaman orang2 Yahudi tidak pernah ada kepercayaan antara Allah dan Allah roh itu berpisah, dua tubuh jadi satu, yang ada ajaran trinitas khan hanya di kristen doank, dengan menggunakan ayat palsu dalam perjanjian baru..

      Dalam Taurat, Tuhan yang ada hanya YHWH dan tidak ada YHWH roh.. hi hi hi..
      ngarang ni yee…!!!
      coba lu tanya ma orang2 Yahudi, ada gak YHWH roh.. pasti lu diketawain, karena mereka gak kenal “dwi”nitas (bukan “trinita”.. betul..?!

      Suka

  7. mehmet berkata:

    emang yang bicara itu Allah atau Allah roh bro..?! hi hi hi..

    Jawab :
    Kej 1:26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
    Perhatikan bro : kalau Allah berbicara kepada dirinya sendiri, gak mungkin mengetakan seperti itu. Diam2 saja dan langsung buat sesuatu…!
    Sejak ayat 1, bro lihat disana terbaca bahwa yang ada adalah Allah dan Roh Allah. Jadi mereka lebih dari 1. Jadi disebut “Kita”

    Jawab : Yang ada adalah ajakan, bukan diskusi. Pemahaman orang Yahudi tidak bisa dijadikan patokan bro. Sama saja, pemahaman orang Quraish saat Muhammad memperkenalkan diri sebagai Nabi, bukankah mereka tidak mempercayainya ? Bukankah mereka mengatakan bahwa ia ngarang2 cerita, atau mengada-ada ? Apakah pandangan orang Quraish itu-bro jadikan patokan juga ? Selanjutnya tentang trinitas :
    Sesungguhnya Isa Al Masih Putra Maryam itu utusan Allah dan FirmanNya” [An Nisa 171]

    coba lu tanya ma orang2 Yahudi, ada gak YHWH roh.. pasti lu diketawain, karena mereka gak kenal “dwi”nitas (bukan “trinita”.. betul..?!

    Jawab : bro perhatikan baik2 ayat ini :
    Qs.5:117Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.

    Perhatikan penggalan perkataan Isa ketika mengulangi perkataan Allah : ……Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”…..

    Pengertiannya menjadi begini : si Allah Alquran(“Engkau”) rupanya memerintahkan Isa : Sembahlah Allah, Tuhanmu(Tuhannya Isa) dan Tuhanku(Tuhannya Allah)…………..jadi berarti Allah Alquran sederajat dengan si Isa, karena mereka memiliki Allah (yang lain lagi) yang adalah Tuhannya si Allah Alquran dan Allahnya si Isa……
    Nah, artinya Allah dalam Alquran ada berapa bro ? Mengapa bro tidak ketawain ayat itu?

    Suka

    • almubayyin berkata:

      hi hi hi.. gw ketawa dulu ah sebelum menjawab..

      Pertanyaan gw adalah, wujud Allah itu apa bro..?! he he..
      Jika ada orang Kristen yang mengatakan wujud Allah adalah “ROH”.. itu salah atau benar bro..?! bisa jawab..?!
      Saat gw diskusi dengan yang lainnya, ayat ini yang mereka sampaikan tentang wujud Allah :
      Yohanes 4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

      Dan masalah Yahudi yang kagak membedakan Allah dan roh Allah, trus lu ingin samakan tentang orang Quraisy yang tidak menerima Nabi Muhammad, itu beda jauh bro.. sehrusanya masalah Quraisy itu lu samakan dengan penerimaan Yesus oleh orang2 Yahudi saat itu.. betul..?!

      Sedangkan kita saat ini berbicara tentang ahli Taurat, yakni Yahudi, dan yang dibahas juga kitab Perjanjian lama yakni Taurat itu juga.. gw ngajak lu untuk berbicara tentang YHWH Yahudi juga bukan..?!
      Perbedaan Yahudi ma Kristen itu masalah Yesus doank.. betul..?!

      masalah Isa lu tuduh sebagai kalam Allah, itu dibahas di bab lainnya.. tunggu tulisan gw selanjutnya, silahakn lu jawab di sana saja.. itu juga sudah dibahas di banyak tempat juga..
      jangan lari dari yang dibahas di atas.. karena kalam Allah itu bukan Allah, tetapi sesuatu yang diucapkan Allah, beda bingiiits.. saat ini kita bahas roh bukan..?! untuk mendapatkan maksud “KITA” dalam kitab kejadian 1 di atas..?!

      Trus komen lu tentang :

      Qs.5:117Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.

      Perhatikan penggalan perkataan Isa ketika mengulangi perkataan Allah : ……Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”…..

      Pengertiannya menjadi begini : si Allah Alquran(“Engkau”) rupanya memerintahkan Isa : Sembahlah Allah, Tuhanmu(Tuhannya Isa) dan Tuhanku(Tuhannya Allah)…………..jadi berarti Allah Alquran sederajat dengan si Isa, karena mereka memiliki Allah (yang lain lagi) yang adalah Tuhannya si Allah Alquran dan Allahnya si Isa……
      Nah, artinya Allah dalam Alquran ada berapa bro ? Mengapa bro tidak ketawain ayat itu?
      ++++++++++++++++++++++++++++++

      ha ha ha.. bukannya gw yang harus ketawain lu bro..?! qe qe qe..

      Allah memerintah Nabi Isa untuk mengatakan kepada umatnya : “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”

      siapa yang dimaksud “ku” di atas..?! (gw mau ketawa lagi bro dan ngelus dada lihat sepak terjangmu yang ngawur.. ha ha ha..)
      kagak mungkin Allah donk.. knapa..?! perhatikan kalimatnya : “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”

      Allah itu jadi obyek penderita alias yang dibicarakan Nabi Isa kepada umatnya, sedangkan kata “ku” itu maksudnya adalah orang yang berbicara kepada umatnya,yakni sebagai “subyek”nya, yakni Nabi Isa.. paham..?!

      sedangkan kata “mu” dalam kalimat tersebut tentu orang yang diperintahkan untuk diajak ngomong Nabi Isa donk, masak Nabi Isa ngomong “mu” untuk dirinya sendiri.. cp d..

      Jadi Allah itu adalah yang obyek diperintahkan untuk dibicarakan yakni untuk disembah, Nabi Isa yang berbicara agar menyembah Allah dan umatnya Nabi Isa (Bani Israel) adalah sebagai pendengar..

      Kagak salah khan kalo gw bisa tertawa terpingkal-pingkal dan ngelus dada membaca sepak terjang lu yang berantakan bin ngawur..?! mari kita tertawakan lu bersama sama.. ha ha ha ha ha..

      hadeuuhh.. cp d..

      Suka

  8. mehmet berkata:

    Pertanyaan gw adalah, wujud Allah itu apa bro..?! he he..
    Jika ada orang Kristen yang mengatakan wujud Allah adalah “ROH”.. itu salah atau benar bro..?! bisa jawab..?!
    Saat gw diskusi dengan yang lainnya, ayat ini yang mereka sampaikan tentang wujud Allah :
    Yohanes 4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

    Jawab : Kayaknya percuma utk menjelaskan ttg hal ini kepada bro. Saya lebih suka menjelaskan sesuatu dalam Alkitab yang juga terdapat dalam Alquran. Alquran sangat terbatas dlm menyinggung tentang Roh, sehingga sangat sukar untuk bro bernalar dan memahami penjelasan saya.
    _________________________________________________________________
    Dan masalah Yahudi yang kagak membedakan Allah dan roh Allah, trus lu ingin samakan tentang orang Quraisy yang tidak menerima Nabi Muhammad, itu beda jauh bro.. sehrusanya masalah Quraisy itu lu samakan dengan penerimaan Yesus oleh orang2 Yahudi saat itu.. betul..?

    Jawab :
    Baiklah, kalau bro gak mau dibandingkan dengan Quraish, saya bandingkan antara Sunni dan Syiah. Sama-sama Islam tapi kan berbeda pemahaman dalam memahami Islam, iya kan ? Lalu, apakah bro yang Suni saya mau paksakan untuk menerima pemahaman orang Syiah ?
    _______________________________________________________________:
    Trus komen lu tentang :
    Qs.5:117Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.
    Allah itu jadi obyek penderita alias yang dibicarakan Nabi Isa kepada umatnya, sedangkan kata “ku” itu maksudnya adalah orang yang berbicara kepada umatnya,yakni sebagai “subyek”nya, yakni Nabi Isa.. paham..?!
    sedangkan kata “mu” dalam kalimat tersebut tentu orang yang diperintahkan untuk diajak ngomong Nabi Isa donk, masak Nabi Isa ngomong “mu” untuk dirinya sendiri.. cp d..

    Jawab :
    Begini bro, setiap tanda-tanda baca itu penting untuk menjelaskan posisi kata ganti. Ini juga terkait apakah ayat tersebut adalah kalimat langsung atau tidak langsung. Jelas bahwa Qs 5:117 merupakan kalimat langsung ditandai dengan ada kutipan kalimat yakni yang berada dalam tanda kutip mulai dari kata “sembahlah” sampai kata “Tuhanmu” yang artinya bahwa nabi Isa mengutip ucapan Allah tanpa Ia ubah. Dan itu ia katakan langsung pada Isa sendiri sehingga “Tuhanmu” berarti Tuhannya Isa dan “Tuhanku” adalah Tuhannya Allah.

    Perhatikan bro ayat yang ada :

    Qs.5:117 : Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.

    Seandainya ayat itu mengatakan :

    Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: “Sembahlah Aku, Tuhanmu dan Tuhan mereka”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.

    (disini jelas bahwa “Aku” adalah Allah, “mu” adalah Isa dan “mereka” adalah umat)

    atau dalam bentuk kalimat langsung (tanpa tanda kutip) :

    Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku agar menyembah Engkau, Tuhanku dan Tuhan mereka, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.

    (disini jelas berupa laporan tentang apa yang Isa ucapkan pada umat, tak usah saya rinci kata gantinya).

    Saya ulangi, seandainya 2 pemisalan ayat belakangan merupakan hasil penterjemahan oleh para Profesor Depag itu, maka apa yang menjadi keinginan pemikiran bro adalah benar. Tetapi sayangnya kalimat yang tertulis tidak kayak itu bro……………coba bro pahami baik-baik, kecuali bro gak pernah belajar Ejaan Bahasa Indonesia yang baku. Para Profesor kontrakan Depag itu kan pasti telah menterjemahkan ke bahasa Indonesia menurut ejaan bahasa Indonesia yang baku.

    Silahkan kalau mau ngakak, ketawain tuh pengertian bahasa Indonesianya bro yang kacau persis kitab suci bro….

    Suka

    • almubayyin berkata:

      Pertanyaan tentang apa wujud ALlah tidak terjawab sama sekali. Betul..?!
      Yang lu lakukan cuma mengalihkan masalah..

      Masalah perbedaan Yahudi dan Kristen lu alihkan ke sunni dan syiah, itu beda bingiits bro..
      karena pertanyaannya adalah, Yahudi tidak ada ajaran bahwa Allah dan roh Allah itu berbeda.. Sedangkan sunni dan syiah masalah Allah kagak beda..

      Dan yang perlu lu pahami juga bahwa, saat orang Kristen selain lu (bukan Yahudi) ditanya apa wujud Allah, mereka akan mengatakan bahwa wujud Allah adalah ROH.. nah lho..

      Tentang wujud Allah menurut Bible silahkan lu baca sendiri aja deh di artikel yang ditulis oleh orang Kristen sendiri di : http://wol.jw.org/en/wol/d/r25/lp-in/102008370

      Sedangkan ayat yang lu plesetkan dengan kata “seandainya” ayat itu berbunyi :
      Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: “Sembahlah Aku, Tuhanmu dan Tuhan mereka”,

      lu sebut itu yang seharusnya, justru seharusnya orang akan mentertawaimu.. knapa..?

      Karena : perhatikan kalimat : “..apa yang Engkau (Tuhan) perintahkan kepadaku (mengatakan)nya..”
      artinya kalimat yang harus dikatakan kepada umatnya.. apa kalimat tersebut..?!

      Ini kalimat lu tentang kalimat yang Tuhan perintahkan pad Isa mengatakan kepada umatnya :
      “Sembahlah Aku, Tuhanmu dan Tuhan mereka”

      Berarti Isa disuruh Tuhan mengatakan kalimat ” “Sembahlah Aku (Isa), Tuhanmu dan Tuhan mereka”..

      Berarti disuruh nyembah “ISA” donk..?! trus siapa “mereka” di sana..?! padahal itu kalimat yang harus dikatakan kepada umatnya..?! berarti “mereka” itu bukan umatnya Isa donk..?! payah lu bro.. ha ha ha..

      Nah, padahal kalimat yang ada adalah :
      Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”,

      Perhatikan dalam terjemahan Depag itu pula, kata “ku” hurufnya kecil, artinya bukan untuk kata ganti Allah..

      Juga perhatikan kalimat : “..apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu:..”
      artinya, kalimat yang harus dikatakn Isa kepada umatnya, yaitu..
      perhatikan pula kata yaitu, hal itu juga menunjukkan kalimat yang harus dikatakan..
      Kalimat apa yang harus dikatakan oleh Isa..?! YAITU : “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”,

      kagak ada yang salah jika lu berakal sehat.. betul..?!

      Ini seperti sebuah kalimat saat misal gw laporan ma pimpinan gw tentang pesan yang harus disampaikan pada anak buah gw :
      Aku (gw) tidak pernah mengatakan kepada mereka (anah buah gw) kecuali apa yang engkau (pimpinan gw) perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: “Taatlah pada Mr. X (pimpinan gw), pimpinanku dan pimpinanmu”,

      kata YAITU menjelaskan bahwa kalimat yang harus gw sampaikan pada anak buah gw. Beda jika kagak ada kata YAITU, kemudian yang berbicara bukan gw tapi pimpinan gw..

      Gw kasih contoh kalo yang berbicara pimpinan gw dan bukan laporan gw pada pimpinan :
      Aku (pimpinan gw) tidak pernah mengatakan kepada mereka (anah buah gw) kecuali apa yang engkau (gw) harus katakan : taatlah padaku, karena aku adalah pimpinanmu dan pimpinan mereka..

      Nah kliatan khan siapa yang otaknya terbalik..?! ha ha ha..

      Dah jelas yang berbicara itu bukan pimpinan gw tapi gw, tapi lu kebalik memahaminya, yakni seolah-olah yang berbicara itu adalah pimpinan gw.. Paham..?! hiks.. memalukan..!!!!!
      Sungguh lucu dan memalukan bukan..?! wakakakakak..

      Suka

      • Wong deso berkata:

        Aku salut pada kesabaran anda dlm menjelaskan semuaya… aku aja yg tak seberapa pandai soal bahasa lgsung bisa paham saat baca ayat itu tanpa harus di jelaskan.. klo dia emang tak paham berarti ya… g taulah mo bilang apa. Ato emang pura2 tak paham..

        Suka

  9. machmud berkata:

    Yang jelas saja, bagaimana para mualaf yang berilmu ( sudah banyak mempelajari kitab – kitab mereka ) akhirnya memilih ISLAM setelah mengkaji dengan benar Qs. 112 : 1 – 3. dibandingkan ajaran agama mereka sebelumnya.

    Tapi ada juga mereka yang mempelajari al-Qur’an dan agama islam utk. menipu dan mengajak ummat islam berbalik menjadi kafir.

    Dengan mengikuti tanya jawab yang bisa disebut juga dengan DEBAT tsb. makin mudahlah kami mengetahui apa tujuan dia (golongan mereka ) bertanya. Perhatikan apa yang tersurat dan tersirat dalam tulisannya, masih perlukah diberi jawaban lagi ?
    Jelas sudah dalam Qs.109 : 1 – 6, agamaku bagiku, agamu bagimu.

    Suka

  10. machmud berkata:

    Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih – Maha Penyayang.

    Jelas sudah apa yang dimaksud kata “NAHNU” dalam uraian – uraian yang disampaikan, tetapi mengapa masih saja ada orang yang terus berusaha mengajak berdebat agar ummat muslim mau melayaninya sehingga banyak waktu yang “terbuang” utk. melayaninya.

    Apa bedanya orang yang mengajak berdebat dan orang yang mengajak diskusi ?

    Berdebat ?
    Golongan mereka yang suka berdebat, bisa saja ada niatan utk. menjerumuskan ummat muslim kedalam keyakinannya dengan mengatakan : “Bahwa maksud kami dari perdebatan ini utk. mencari kebenaran, supaya kebenaran itu nyata, karena kebenaranlah yang dicari. Bertolong – tolongan membahas ilmu dan melahirkan isi hati itu, ada faedah dan gunanya”.

    Ummat muslim harus mewaspadai “tipu daya” dari golongan non muslim yang selalu berusaha mengajak ummat muslim untuk mengingkari Al – Qur’an.
    Memang benar bahwa bertolong – tolongan mencari kebenaran itu sebagian dari ajaran agama islam. Tetapi ada syarat – syaratnya, antara lain :
    1. Tidak menyimpang dari ajaran Al – Qur’an dan hadist.
    2. Mengajak “amar ma’ruf dan nahi munkar”
    3. Mencari Ridhlo Allah SWT.

    Kembali kepada kata “Nahnu” dalam Al – Qur’an.
    Dalam Al – Qur’an sudah sangat jelas diterangkan bahwa Allah Maha Esa, tidak mempunyai anak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada satupun yang menyerupai-Nya. (Qs. 112 : 1 – 4 )
    Perhatikan juga Qs. 5 ; 116 – 117, disini dijelaskan bahwa nabi Isa mengajak ummatnya utk. menyembah Allah, tidak ada yang patut disembah selain ALLah SWT.

    Selanjutnya, mari kita simak dengan seksama apa yang tersurat dan tersirat dalam Qs. 29 : 68 dan Qs. 39 : 32 disini dijelaskan bahwa “Salah besar bila ada orang – orang yang mengada – adakan kedusta’an tentang Allah dan atau orang yang mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s