Menjawab Fitnah atas QS Ali Imron;45-46 tentang kata “terkemuka”

 
Menjawab Fitnah atas QS Ali Imron;45-46 tentang kata “terkemuka” :

إِذْ قاَلَتِ المَلائِكةُ يا مَرْيَمُ إِنَّ اللهَ يُبَشِّرُكَ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسمُهُ المَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِى الدُّنْيَا وَ الآخِرَةِ وَمِنَ المُقَرَّبِينَ وَيُكَلِّمُ النَّاسَ فِى المَهْدِ وَكَهْلاً وَمِنَ الصَّالِحِين

Qs.3:45-46 (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih ‘Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah termasuk orang-orang yang saleh.”

Kata si tukang fitnah :

Perhatikan kata ” seorang yang TER” yang berarti orang yang PALING atau orang yang nomor 1.
Kalau ternyata orang nomor 1 di akhirat(surga) hanya lah seorang manusia biasa………..itu artinya surganya Islam memang beda dengan surganya Kristen.
Surganya Kristen itu dipimpin oleh Allah sedangkan surganya Islam hanyalah dipimpin oleh seorang manusia biasa

Jawab :

Untuk menjawab pernyataan lucu dan bodoh tersebut, akan kita bahas dari dua sudut pandang :

1. Dari kata “TER” yang dijadikan senjata ngawur oleh mereka :

Di dalam bahas Arab tidak ada kata “ter”.. kata “ter” di dalam kalimat tersebut adalah pilihan kata penterjemah doank.. coba hilangkan kata “ter” di dakalm kata yang ada, pasti akan gak bermakna.. “terkemuka” hilangkan “ter” jadi “kemuka” donk.. ha ha ha..

Sebenarnya di dalam bahasa Indonesia pun kata “ter” sudah biasa digunakan untuk jumlah yang lebih dari satu. Misal dalam sebuah acara penyerahan penghargaan untuk para ilmuwan terbaik negeri ini, kemudian sang pembawa acara berkata “ para hadirin yang terhormat..bla..bla..bla.. Inilah putera puteri terbaik bangsa..bla..bla..bla.. semoga kelak di kemudian hari bisa menjadi ilmuwan-ilmuwan terkemuka di muka bumi ini.. bla bla bla.. ”

Penghargaan untuk para ilmuwan terbaik, artinya penghargaan untuk putera puteri terbaik negeri ini yang telah mendedikasikan dirinya sebagai ilmuwan, walaupun ada kata “TER” di kata “terbaik”, bukan berarti satu bukan..?! betul..?!

Kalimat “..hadirin yang terhormat..”, jumlah hadirin itu lebih dari satu dan semuanya disebut “terhormat” padahal menggunakan kata “ter”. Betul..?!

Kalimat “..putera puteri terbaik..”, perhatikan penggunaan kata “ter” dalam kata “terbaik”, padahal jumlah putera-puteri di situ bukan hanya satu. Paham..?!

Kata bahasa arab yang asli dari ayat yang dibahas tersebut, yang diterjemahkan sebagai “terkemuka” itu adalah kata “wajihan” (وَجِيهًا)..

Menurut Kamus bahasa Arab :
وَجِيهًا berasal dari kata وَجُهَ – يَوْجُهُ yang berarti dihormati atau dimuliakan

kata wajihan (وَجِيهًا) juga digunakan untuk gelar pada Nabi yang lain, seperti ayat :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ آذَوْا مُوسَى فَبَرَّأَهُ اللَّهُ مِمَّا قَالُوا وَكَانَ عِنْدَ اللَّهِ وَجِيهًا
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.

perhatikan ada kata (وَجِيهًا) di dalam kalimat tersebut.. jadi Musa adalah juga وَجِيهًا , bukan nabi Isa doank.. nah, di dalam ayat tersebut penerjemah memilih kata “terhormat”.. apakah Musa juga Tuhan karena kata “TER” tersebut..?! Bukankah terhormat kata para tukang fitnah itu berarti hanya satu, yang paling terhormat..?! ha ha ha..

masalah terkemuka atau terhormat itu hanyalah pilihan kata untuk terjemahan dari kata “wajihan” (وَجِيهًا ) .. paham..?!

2. Dari pembahasan kalimat yang ada di dalam ayat tersebut :

“..dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),..”

Nah, kalimat itu sudah jelas bahwa Nabi Isa itu bukan Alloh, tetapi orang yang didekatkan pada Alloh, di dalam bahasa aslinya menggunakan kalimat : وَمِنَ المُقَرَّبِينَ (wa minal muqorrobiin)..
Kalimat tersebut terdiri dari kata وَ (wa=dan), مِنَ (min=dari), المُقَرَّبِينَ (al-muqorrobiin=orang-orang yang didekatkan pada Alloh). Jadi, Nabi Isa itu hanya bagian dari sekian banyak orang-orang yang didekatkan kepada Alloh.

Kata المُقَرَّبِينَ (al-muqorrobiin) itu adalah bentuk jamak, artinya orang-orang yang didekatkan pada Alloh, dan kata مِنَ (min) yang ada di depannya menunjukkan bagian. Jadi sebenarnya al-muqorrobiin itu artinya banyak orang yang didekatkan pada Alloh, dan Nabi Isa hanya satu di antara sekian banyak orang tersebut.

Cobalah dipikir dengan akal sehat, apakah kalimat itu menunjukkan bahwa Nabi Isa itu Tuhan..?! ckckck..
Bagian mananya broo..?! ha ha.. dagelan beneerrr..
Kalo Nabi Isa itu Tuhan, berarti banyak Tuhan donk..?! khan al-muqorrobiin itu jumlahnya banyak, bukan Nabi Isa doank.. betul..?!
Gunakan akal sehat broo.. bukan dengkul sehat.. ckckck..

Perhatikan lagi kalimat :

“..dan dia adalah termasuk orang-orang yang shaleh..”

Nah, kalimat itu sudah jelas bahwa Nabi Isa bukan Alloh, tetapi bagian dari orang-orang shaleh, di dalam bahasa aslinya menggunakan kalimat : وَمِنَ الصَّالِحِين (wa minas-shoolihiin)..
Kalimat tersebut terdiri dari kata وَ (wa=dan), مِنَ (min=dari), الصَّالِحِين (as-shoolihiin=orang-orang yang shaleh). Jadi, Nabi Isa itu hanya bagian dari sekian banyak orang-orang yang shaleh saja.

Kata الصَّالِحِين (as-shoolihiin) itu bentuk jamak, artinya orang-orang yang shaleh, dan kata مِنَ (min) yang ada di depannya menunjukkan bagian. Jadi Nabi Isa itu hanya salah satu di antara sekian banyak orang shaleh yang lainnya.

Cobalah dipikir dengan akal sehat, apakah kalimat itu menunjukkan Nabi Isa itu Tuhan..?! ckckck..
Bagian mananya broo..?! ha ha.. dagelan beneerrr..
Kalo Nabi Isa itu Tuhan, berarti banyak Tuhan donk..?! khan al-muqorrobiin itu jumlahnya banyak, bukan Nabi Isa doank.. betul..?!
Gunakan akal sehat broo.. bukan dengkul sehat.. ckckck..

Makanya, kalo baca ayat itu baca keseluruhan dari ayatnya, jangan sepotong-sepotong doank. Apalagi yang dibaca serta diangkat hanya satu kata doank, sekali lagi : satu kata doank.., padahal ada sekian banyak kata lainnya di dalam kalimat yang ada di ayat tersebut. Ckckck..

Kelicikan yang amat sangat bodoh dan amat sangat sembrono serta memalukan tentunya…

5 thoughts on “Menjawab Fitnah atas QS Ali Imron;45-46 tentang kata “terkemuka”

  1. ghacuzt berkata:

    Subhanallah,, seandainya saya punya ilmu setinggi anda, saya akan jelaskan jg ke para penfitnah islam di sekitar saya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s