Menjawab Fitnah Misionaris Tentang Penciptaan Manusia

 
Muncul fitnah dari misionaris yang mengatakan bahwa Al Quran terjadi kontradiksi tentang masalah penciptaan manusia. Penciptaan manusia berasal dari mana ?

Dari tanah liat Qs.6:2, 12:07, 17:61, 18:76,
Dari tanah liat kering 15:26, 15:28, 15:33.
Dari tanah liat dering 55:64.
Dari tanah liat 37:11.
Dari esensi dari tanah liat (apapun itu?) 23:12.
Dari lumpur 15:26, 15:28, 15:33.
Dari debu 3:59, 22:5, 31:11, 40:67.
Form bumi 20:55
Dari gumpalan darah beku 96:2.
Dari air mani * 16:4 75:37, 76:2, 80:19.
Dari apa-apa 19:9, 19:67.
Dari air 21:30, 24:45, 25:54.
tolong jelasin……manusia terbuat dari mana ? tanah liat kering atau lumpur ?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita teliti bunyi ayat yang sebenarnya dari ayat yang disebutkan di atas. Jangan langsung percaya terhadap copasan dari musuh-musuh Islam jika belum mengetahui isi ayatnya secara langsung.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++
6;2. Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu). - bukan tanah liat, karena bahasa aslinya adalah “Thiin” yakni tanah.

12;7. Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya. - Tidak berbicara tentang penciptaan.

17;61. Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu semua kepada Adam”, lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata: “Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?”

18;76. Musa berkata: “Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah (kali) ini, maka janganlah kamu memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan uzur padaku.” - Tidak berbicara tentang penciptaan manusia.

Dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk = min shoolsholin min hamaim masnuun
15;26. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.
15;28. Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk,
15;33. Berkata Iblis: “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”

55;64. Kedua syurga itu (kelihatan) hijau tua warnanya. - Tidak berbicara tentang penciptaan manusia.

37;11. Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekah): “Apakah mereka yang lebih kukuh kejadiannya ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu?” Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat. Min thinil laazib..

23;12. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Min sulaatin min tiin.

Dari lumpur - 15;26. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.
15;28. Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk,
15;33. Berkata Iblis: “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”

Tiga ayat di atas sudah dibahas, knapa diulang lagi..?! kemudian dipotong kalimat tanah liat kering sehingga yang muncul hanya kata lumpur doank..

Dari debu :
3;59. Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.
22;5. Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
31;11. Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan(mu) selain Allah. Sebenarnya orang- orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata.
40;67. Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya).

Dari bumi :
20;55. Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain,

Dari segumpal darah :
96;2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. (‘alaqoh)

Dari mani :
16’4. Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.
75;37. Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim),
76;2. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur[1535] yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.
80;19. Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya

Dari apa2 :
19; 9. Tuhan berfirman: “Demikianlah.” Tuhan berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesunguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali.”
19;67. Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, sedang ia tidak ada sama sekali?

Dari air
21;30. Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?
24;45. Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
25;54. Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air lalu dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah] dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++

Baik, mari kita telaah dan kupas satu persatu ayat tersebut untuk mengetahui kebenaran yang sesungguhnya. Jika kita perhatikan serangan di atas, ada beberapa yang memangtidak relevan dengan ayat-ayat yang sedang dibahas karena tidak berbicara tentang pencipataan manusia.

Jika kita sekedar membaca tapi tidak menelaah, seolah-olah ada kontradiksi di dalam hal penciptaan manusia. Tetapi jika kita melihat pada proses, baru akan terbongkar kebodohan manusia yang tak bisa membaca Al Quran tetapi memaksakan diri untuk mendapatkan pengakuan sebagai ahli, kemudian mereka mencoba ingin berdusta dengannya.. ckckck..

Perhatikanlah, ayat-ayat di atas berbicara dari proses penciptaan mulai nabi Adam, kemudian penciptaan manusia-manusia yang ada di muka bumi ini (penciptaan manusia selain Adam). Ayat-ayat di atas berbicara tentang proses tersebut.

 
I. Proses Penciptaan Adam :

Pada saat proses penciptaan Adam, itu memang berbeda dengan proses penciptaan manusia lainnya selain Adam. Akal sehat pun seharusnya mengakui hal tersebut, karena tidak ada manusia lain yang diciptakan seperti Adam tanpa melaui proses kehamilan seorang ibu.

Perhatikanlah dengan hati yang jernih dan pikiran yang bersih, bahwa pada saat Allah berbicara tentang penciptaan Adam saat itulah Allah menjelaskan penciptaan yang dilakukan dengan menggunakan “sholshoolin min hamaim masnuun” atau “dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk “.

15;26. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.
15;28. Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk,
15;33. Berkata Iblis: “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”

Nah, ayat-ayat tersebut berbicara tentang saat proses penciptaan Adam dan dialog Tuhan dengan Iblis pada saat penciptaan Adam tersebut. Sedangkan ayat yang diklaim penciptaan manusia dari lumpur, sebenarnya adalah kamuflase musuh Islam, karena mereka hanya mengulang ayat2 tersebut hanya dipotong kata tanah liat keringnya kemudian dengan licik mereka munculkan hanya kata lumpur sekedar mendramatisir dusta mereka. Seolah-olah ada proses penciptaan lainnya, yakni dengan lumpur.
Coba perhatikan serangan mereka : Dari lumpur 15:26, 15:28, 15:33.
Kemudian perhatikan ayat yang sedang dibahas di atas.. cp d..

Jadi kesimpulannya, penciptaan manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk adalah khusus penciptaan Adam. Dan itu adalah berbicara proses penciptaan dari tanah yang ada di syurga, bukan yang di permukaan muka bumi (turob) ini.

 
II. Proses Penciptaan Manusia Selain Adam:

Sedangkan penciptaan manusia selain Adam, itu menggunakan tanah yang ada di muka bumi ini, yang disebut “turob” yang biasa diterjemahkan debu tetapi ada yang menterjemahkan tanah saja. Karena yang dimaksud “turob” itu adalah tanah yang ada di permukaan bumi. Kata “turob” tersebut akan kita dapatkan di QS = 3:59, 22:5, 31:11, 40:67.

Kata “turob” sering diterjemahkan dengan kata tanah, seperti pada saat pembahasan fiqih membersihkan najis :
“Cara menyucikan bejana di antara kalian apabila dijilat anjing adalah dicuci sebanyak tujuh kali dan awalnya atau akhirnya dengan tanah.” (Muttafaqun ‘alaih).
Semua ulama sepakat cara membersihkan najis mugholadhoh tersebut salah satunya dengan tanah, dan perlu untuk diketahui juga bunyi dalil dari bahasa yang asli menggunakan kata “turob”, yakni uwlaahunna aw ukhro hunna bit “turob” (awalnya atau akhirnya menggunakan “turob”).

Kata “turob” juga biasa kita temukan saat berbicara tentang dalil tayammum, dalil-dalil yang ada menggunakan kata “turob” yakni tanah yang ada di permukaan bumi yang biasa digunakan untuk tayammum. Cara tayammum adalah dengan memukul tangan ke atas bumi, entah ada debu yang berterbangan atau tidak ada debu yang berterbangan, intinya adalah tanah yang ada di lapisan atas permukaan bumi.

Sebenarnya bagi orang yang berakal sehat itu pasti sudah tahu, bahwa proses penciptaan manusia selain Adam bukan tercipta dari tanah kemudian langsung berbentuk manusia, akan tetapi melalui proses.

Kita pun sudah mengetahui pelajaran tentang rantai makanan pada saat kita sekolah dulu, bahwa tanah di permukaan bumi (turob) itu bisa menghidupkan tumbuh-tumbuhan. Akan tetapi tanah tersebut pasti memerlukan “air” untuk bisa menumbuhkan berbagai jenis tanam-tanaman, kemudian tanaman-tanaman tersebut akan dimakan oleh hewan pemakan tumbuh-tumbuhan (herbivora), kemudian hewan-hewan tersebut juga akan dimakan oleh pemakan daging (karnivora), kemudian para pemakan daging tersebut mati masuk tanah kemudian menjadi bersatu dengan unsur tanah, dari unsur tanah tersebut tumbuh-tumbuhan mendapatkan makanan, yang kemudian tumbuh-tumbuhan tersebut membutuhkan “air” untuk bisa hidup dan memberikan kehidupan di dunia ini.

Lebih rinci tentang air itu sebenarnya sudah diterangkan di QS QS Az Zumar : 21: ““Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.”

Atau ayat yang lainnya, tetapi intinya Allah menerangkan bahwa dengan air tersebut Allah menghidupkan berbagai macam sendi kehidupan di dunia ini. Itulah yang dimaksud QS 21;30 di atas tentang masalah penciptaan manusia maupun ayat-ayat lain yang semakna dengannya.
“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”

Bukankah jika manusia ini memiliki akal, tidak mungkin ada manusia masa kini yang diciptakan langsung dari air laut atau air sungai atau air sumur. Paham..?!
Air adalah sumber kehidupan, semua orang mengetahui dan menyadari hal tersebut. Dengan air, maka Allah menghidupkan dan menciptakan segala sesuatunya yang ada di muka bumi ini.
Air adalah proses awal dari proses hidupnya rantai kehidupan, karena dengannya semua tumbuh-tumbuhan akan hidup di ata permukaan tanah (turob) ini. Tak ada yang bertentangan, akan tetapi justru saling menjelaskan.

“Turob” atau tanah di permukaan bumi, yang kadang disebut juga “thiinil laazib” (QS 37;11) atau tanah liat. Jadi “thiinil laazib” adalah bagian dari “turob” atau salah satu jenis dari “turob”, karena seperti kita ketahui di muka bumi ini ada jenis tanah yang berupa tanah liat. Tidak semua tanah di permukaan bumi (turob) itu sama semua yakni seperti padang pasir, ada tanah lain selain padang pasir. Dan dari semua permukaan tanah “turob” tersebut manusia mendapatkan kehidupan.

Hubungan antara tanah liat dengan debu sebenarnya juga diterangkan di Bible itu sendiri :
Ayub 10:9 Ingatlah, bahwa Engkau yang membuat aku dari TANAH LIAT, tetapi Engkau hendak menjadikan aku DEBU kembali?
Sekarang, mengapa mereka memasalahkannya jika Al Quran berbicara hal yang sama..?! payah..!!!

Bagimana proses penciptaan manusia selain Adam..?! mengapa disebut tercipta dari “turob” (tanah di permukaan bumi)..?!
Semua manusia yang berakal juga tahu, bahwa tidak ada manusia yang ada saat ini (selain Adam) yang secara “simsalabim” tercipta langsung dari tanah, yang kemudian tanah tersebut berbentuk manusia secara sempurna. Akan tetapi melaui proses.. betul..?!
Anak TK aja tahu..

Tumbuh-tumbuhan mengkonsumsi unsur “turob” yakni tanah yang ada di permukaan bumi, sehingga di dalam tubuh tumbuh-tumbuhan tersebut mengandung unsur-unsur sari pati tanah.Manusia memakan berbagai jenis tumbuh-tumbuhan dan juga memakan berbagai jenis hewan halal yang juga memakan tumbuh-tumbuhan tersebut. Sehingga unsur tanah yang ada di dalam tumbuh-tumbuhan ditransfer ke dalam tubuh kita. Dari makanan-makanan tersebutlah sebagian di antaranya akan menjadi air mani. Pada proses selanjutnya, dari mani itulah manusia diciptakan oleh Allah seperti yang diterangkan di dalam QS 16:4 75:37, 76:2, 80:19.

Nah, proses selanjutnya dari mani itu kemudian tumbuhlah “alaqoh” yang biasanya diterjemahan gumpalan darah. Untuk menjelaskan kata “alaqoh” atau segumpal darah, ane cuplik dan copas saja saja kisah tentang Profesor Emeritus Keith Moore, salah seorang saintis anatomi dan embriologi terkemuka di dunia memberikan kepada kita analisis saintifiknya bekenaan ayat-ayat spesifik dalam Al-quran dan hadits-hadits Nabi yang berkaitan dengan bidang spesialisasinya.

Profesor Moore adalah penulis buku “The Developing Human”. Beliau adalah Profesor Emeritus Anatomi dan Biologi Sel pada Universitas Toronto, Kanada, dimana beliau pernah menjadi Kepala Dekan Sains Dasar di Fakultas kedokteran dan selama 8 tahun beliau menjadi Kepala Departemen Anatomi. Dr. Moore sebelumnya juga mengajar di Universitas Winnipeg, Kanada selama 11 tahun. Beliau telah mengepalai banyak asosiasi internasional anatomis dan dewan Persatuan Sains Biologi. Dr. Moore juga pernah terpilih menjadi anggota Royal Medical Association di Kanada, di Akademi Sitologi Internasional, Perhimpunan Anatomis Amerika dan Perhimpunan Anatomis Amerika Utara dan Selatan. Tahun 1984, beliau menerima penghargaan istimewa di bidang anatomi di Kanada, yaitu J.C.B. Grant Award dari Asosiasi Anatomis Kanada.
Beliau telah mempublikasikan banyak buku pada bidang ilmu kesehatan anatomi dan embriologi, delapan diantara buku-bukunya digunakan sebagai referensi di sekolah-sekolah kedokteran dan telah diterjemahkan ke dalam 6 bahasa. Ketika memberikan analisanya terhadap ayat-ayat Qur’an dan pernyataan Nabi, beliau tercengang. Ia bertanya-tanya, bagaimana mungkin Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, 14 abad yang lalu, dapat memaparkan embrio dan fase perkembangannya secara mendetail dan akurat, dimana para saintis baru mengetahuinya hanya pada akhir abad ke-13.

Walau bagiamanapun, dengan sangat cepat ketakjuban Dr. Moore tumbuh menjadi kekaguman terhadap wahyu dan bimbingan ini. Beliau memperkenalkan pandangan-pandangan ini ke dalam intelektualitas dan siklus saintifis. Beliau juga memberikan kuliah terhadap kesesuaian modern embriologi dengan Al-quran dan as-Sunnah, dimana beliau menyatakan : “Sungguh menyenangkan sekali bagiku untuk membantu menjelaskan pernyataan mengenai perkembangan manusia di dalam Al-quran. Sangat jelas bagiku bahwa pernyataan-pernyataan ini pasti datang kepada Muhammad dari Allah, karena hampir seluruh pengetahuan ini belum diketemukan hingga beberapa abad kemudian. Hal ini membuktikan kepadaku bahwa Muhammad pasti adalah seorang utusan Allah.”

Mempertimbangkan bahwa saintis embriologi terkemuka dan terhormat ini telah menyatakan studinya mengenai ayat-ayat Al-quran yang berkenaan dengan disiplin ilmunya, dan beliau berkesimpulan bahwa Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam pastilah seorang utusan Allah. Allah berfirman di dalam Al-quran berkenaan tahap-tahap penciptaan manusia :
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ (12) ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ (13) ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آَخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ (14)

Artinya : Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.12. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).13. Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci lah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.14 (QS. Al-Mu’minuun ayat 12-14)

Kata ‘ALAQOH’ memiliki 3 makna, makna pertama adalah ‘lintah’, makna kedua adalah ‘sesuatu yang tergantung’ dan makna yang ketiga adalah ‘segumpal darah’.
Ketika membandingkan lintah air tawar dengan embrio pada tahap ‘ALAQOH, Profesor Moore menemukan kesamaan yang banyak pada keduanya. Beliau berkesimpulan bahwa embrio selama tahap ‘ALAQOH mendapatkan penampakan yang sangat mirip dengan lintah. Profesor Moore lantas menempatkan sebuah gambar embrio dan lintah bersebelahan. Beliau mempresentasikan gambar-gambar tersebut di hadapan para saintis pada beberapa konferensi.
Arti kedua dari ‘ALAQOH adalah ‘sesuatu yang tergantung’, dan hal ini adalah apa yang dapat kita lihat pada penempelan embrio di uterus/rahim selama tahap ‘ALAQOH.
Arti ketiga adalah ‘segumpal darah’. Hal ini signifikan untuk mengamati, sebagaimana pernyataan Profesor Moore, bahwa embrio selama tahap ‘ALAQOH mengalami peristiwa internal yang sudah maklum, seperti pembentukan darah pada pembuluh tertutup, sampai siklus metabolisme selesai di plasenta.

Selama tahap ‘ALAQOH, darah ditangkap di dalam pembuluh tertutup dan inilah alasan mengapa embrio memiliki penampakan seperti gumpalan darah, sebagai tambahan dari penampakan seperti lintah. Kedua deskripsi tersebut secara mengagumkan disodorkan oleh satu kata ‘ALAQOH dalam Qur’an.
Dan yang berbicara tentang’alaqoh ternyata hanya Al Quran, walau saat itu belum ditemukan alat USG untuk bisa mengetahuinya.

Jadi ‘alaqoh yang dimaksud di ayat yang dimasalahkan oleh musuh Islam tersebut adalah proses dari penciptaan manusia setelah terjadinya pembuahan air sperma oleh ovum (sel telur). Baca lengkapnya proses tersebut di QS Al-Mu’minuun ayat 12-14 di atas.

Jika bisa dijabarkan proses terciptanya manusia saat ini adalah (sambil tengok ayat-ayat yang dimasalahkan di atas) :

TIDAK ADA (QS 19;6 & 19;67) => SARIPATI TANAH (MAKANAN YG DIMAKAN OLEH CALON ORANG TUA) (23:12) => AIR MANI DLM RAHIM (6:4 75:37, 76:2, 80:19)=> SEGUMPAL DARAH (96:2 & 23;14) => SEGUMPAL DAGING (23;14) => TULANG BELULANG (23;14) => TULANG DAN DAGING (23;14) => MAKHLUK LAIN (JANIN YG SEMPURNA) => MANUSIA

Dan ternyata ditemukan di akhir jaman ini bahwa unsur yang ada di dalam tubuh manusia adalah sama dengan unsur saripati tanah, yakni Oksigen ( O ), Hidrogen ( H ), Zat Belerang ( S ), Zat Arang ( C ), Kalium ( K ), Natrium ( Na ), Yodium ( J ), Asam Arang ( CO2 ), Air ( H2O ) dan zat-zat lainyya yang berfungsi sebagai pelengkap. Karena memang manusia tercipta dari saripati yang ada di dalam tanah kemudian menjadi tanah lagi. Rantai makanan akan tetap berjalan.. Jelas bukan..?!

Terjawab sudah permasalah yang dianggap kontradiksi di dalam AL Quran, semua ayat yang mereka permasalahkan di atas sudah terjawab tuntas. Maklumlah karena mereka para musuh Islam itu bisanya membaca Al Quran melalui terjemahan doang dan tidak pernah mau mengkaji keseluruhan ayat-ayat yang ada. Bukan bertentangan, akan tetapi saling melengkapi dan menjelaskan tentang proses terciptanya manusia mulai dari Adam sampai manusia akhir jaman. Oleh karena itu seharusnya para musuh Islam itu mau membaca Al Quran secara komprehensif dan bukan bagian-bagian doang kemudian menyimpulkan.

Laksana beberapa orang buta yang menggambarkan gajah, yang satu mengatakan gajah itu bentuknya panjang (karena yang dipegang belalainya), satunya mengatakan gajah itu bentuknya tipis dan lebar (karena yang dipegang telinganya doang), satunya lagi mengatakan gajah itu bentuknya seperti tiang (karena yang dipegang hanya kakinya doang) begitu seterusnya. Jika orang yang mengetahui bentuk gajah aslinya pasti akan tertawa terpingkal-pingkal melihat kecerobohan dan kesalahan tersebut. Hanya orang-orang bodoh yang menganggap omongan orang buta itu benar adanya, sehingga seolah-olah ada kontradiksi bentuk gajah yang sebenarnya. Paham..?!

Jika para misionaris Kirsten itu memasalahkan penciptaan manusia dari tanah liat atau debu, sebaiknya mereka juga bisa menjawab hal di bawah ini :

Ayub 10:9 “Ingatlah, bahwa Engkau yang membuat aku dari TANAH LIAT, tetapi Engkau hendak menjadikan aku debu kembali?

Bertentangan dengan :
Kejadian 2:7 “TUHAN Allah membentuk manusia itu dari DEBU TANAH dan hembus nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu jadi makhluk yang hidup.”

Sebenarnya manusia itu diciptakan dari TANAH LIAT atau DEBU sih..?! ehemm..

4 thoughts on “Menjawab Fitnah Misionaris Tentang Penciptaan Manusia

  1. mehmet berkata:

    Ayub 10:9 “Ingatlah, bahwa Engkau yang membuat aku dari TANAH LIAT, tetapi Engkau hendak menjadikan aku debu kembali?
    Bertentangan dengan :
    Kejadian 2:7 “TUHAN Allah membentuk manusia itu dari DEBU TANAH dan hembus nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu jadi makhluk yang hidup.”
    Sebenarnya manusia itu diciptakan dari TANAH LIAT atau DEBU sih..?! ehemm..

    Jawab :
    TANAH kalau dalam bentuk basah adalah LUMPUR, SEBALIKNYA kalau TANAH dalam bentuk kering maka berpartikel DEBU. Jadi, LUMPUR = TANAH dan DEBU = TANAH juga. Tetapi DEBU tidak sama dengan LUMPUR bro. Nah, Alkitab menyatakan manusia diciptakan dari tanah dan kembali menjadi debu tanah.

    Tidak ada kontradiksi bro. Debu adalah bagian terkecil dari tanah. Tampak disini bahwa Tuhan menciptakan manusia adalah tidak sama dengan manusia membentuk patung. Patung dibuat harus dalam bentuk basah. Tetapi Tuhan dalam bentuk kering. Inilah maha kuasanya Tuhan.

    Tetapi, Alquran tidak konsisten. Di ayat yang satu menyatakan membentuk manusia dari TANAH KERING atau DEBU di ayat yang lain (tidak masalah). Tetapi menjadi kontradiksi ketika mengatakan manusia dibentuk seolah seperti cara manusia membentuk patung-patungan dahulu yakni terbuat LUMPUR. Nah disinilah letaknya bahwa Alquran hanya dikarang manusia yang membayangkan bahwa Allah Alquran berotak manusia . Mana yang benar ? Tanah dalam bentuk kering atau kah basah ? Itu persoalannya bro…!

    Nah, tentang ayat2 yang bro sebutkan :
    19;67. Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, sedang ia tidak ada sama sekali?
    19; 9. Tuhan berfirman: “Demikianlah.” Tuhan berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesunguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali.”
    96;2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
    16’4. Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.
    24;45. Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

    Jawab :

    Sudah benar Qs. 19 diatas menyebutkan bahwa “menciptakan” adalah membuat yang tadinya “tidak ada sama sekali” menjadi “ada.”
    Permasalahan baru muncul ketika selanjutnya muncul ayat yang mengatakan penciptaan manusia dari mani, segumpal darah dan lain-lain. Nah, apa yang aneh disini ? Perhatikan :

    Qs. 16:4 : pengertiannya adalah bahwa Allah “menciptakan” (dari tidak ada manusia sama sekali menjadi ada) dari mani. Sedangkan manusia yang diciptakan Allah adalah Adam dan Hawa. Manusia lainnya dilahirkan bukan diciptakan. Apakah mereka dibuat dari mani ? Mani nya siapa ? Bukankah Allah Alquran adalah karangan manusia ?

    Suka

    • almubayyin berkata:

      Ok deh gw jawab..

      masalah Al Quran dulu ya yang lu masalahin..

      Keliatan lu kagak ngebaca apa yg gw tulis.. jelas sudah gw nulis bahwa ada perbedasan penciptaan Adam dan manusia setelahnya.. hadeeeuuhh.. cp d..

      penciptaan Adam ya, itu dari tanah kemudian berbentuk manusia.. bukankah Adam memiliki bentuk..?! dari tanah biasa kemudian ada hidung, mata, telinga kaki, tangan dsb, itu namanya terbentuk.. emang itu namanya tidak terbentuk..?! masih tanah donk, kagak punya hidug, kagak punya mata, kagak punya tanagan, kagak punya kaki dll.. hadeeuuhh.. cp d..

      Masalah penciptaan ya.. lu ternyata terlalu lugu memahami makna dari kata “cipta” ya..?! hadeeuuuhh (lagi).. masih payah juga ternyata lu bro..
      Misal nih, manusia menciptakan robot.. apakah tidak melalui proses..?! tiba-tiba sim salabim besi jadi robot..?! ckckck..
      semua ada proses bung..

      19;67. Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, sedang ia tidak ada sama sekali?

      Ayat itu cerita bahwa sebelumnya manusia itu kagak ada, sebelumnya lu dan gw kagak ada.. kemuidan sekarang menjadi “ADA”.. dan Tuhan tidak bilang bahwa penciptaanya pake tongkat Nirmala (dari negeri dongeng) bahwa dengan sim salabim tiba tiba langsung ada.. hadeeuuhh (lagi).. lu tambah lama tambah payah deh bro kliatannya.. ckckck..

      Trus 16;4. Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.
      Lu tambahin dalam kurung dengan kata “SIM SALABIM”.. licik bingiiits bro.. ckckck..

      Tuh liat contoh gw, manusia menciptakan robot, manusia menciptakan pesawat.. apakah lu mau mengatakan bahwa makna “cipta” di sini adalah “sim salabim” dari besi jadi robot, dari besi jadi pesawat..?! ckckck.. payah lagi lu bro..

      Bukankah sudah gw kasih penjelasan bahwa beda antara penciptaan Adam dengan penciptaan manusia selain Adam..?! lu kagak baca ya..?! PAARRRAAAHHHH…!!!! bisanya ngecam tapi kagak mau ngebaca komentar orang.. ckckck..

      Masalah pembahasan tentang proses penciptaan manusia selain Adam, dari mani dan seterusnya, lu coba kutib dari bukunya DR William Campbel.. Dan ternyata si William Campbel sendiri sudah ditantang oleh DR Zakir Naik untuk mempertanggungjawabkan tulisannya.. dan ternyata si Williamp Campbel kayak orang OON kagak bisa mempertahankan pendapat dari tulisannya..
      Bahkan saat ditanya masalah Bible tentang penciptaan manusia, dia kagak bisa menjawab apapun, kecuali ucapan “pokoknya” tetap percaya Bible walau banyak salahnya dan dia kagak bisa ngebela Bible..

      Jadi gw kagak perlu menjawab lagi, silahkan tonton sendiri di youtube kisah sedih Williamp Campbel penulis buku error itu di : https://www.youtube.com/watch?v=NgPkdn_wWuo

      Sekarang ngebahas tentang Tanah liat dan debu dalam Bible ya :

      Ayub 10:9 “Ingatlah, bahwa Engkau yang membuat aku dari TANAH LIAT, tetapi Engkau hendak menjadikan aku debu kembali?
      Bertentangan dengan :
      Kejadian 2:7 “TUHAN Allah membentuk manusia itu dari DEBU TANAH dan hembus nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu jadi makhluk yang hidup.”

      Tanah liat dan debu itu kandungannnya beda bro..
      Kalo tanah liat kering itu lengket, semakin kurang kandungan airnya maka akan semakin mengeras dan menempel satu bagian dengan bagian lainnya..
      Sedangkan debu, jika kena air memang dia menjadi lumpur.. tapi kalo kering kagak bisa dibuat keramik.. paham..?! cp d..

      yang gw tanya TANAH LIAT dengan DEBU.. kenapa lu arahin jawaban ke LUMPUR sih..?! cp d..

      Suka

  2. almubayyin berkata:

    untuk Mehmet.. sudah ane katakan, semua fitnah yang ditulis musuh Islam dan salah satunya adalah William Campbel, sudah dijawab oleh DR Zakir Naik saat debat lawan DR William Campbel..
    dan ternyata DR William Campbel kagak bisa mempertahankan argumennya, karena semua keraguan masalah itu sudah terjawab tuntas oleh DR Zakir Naik..
    Jadi tidak perlu ane ulangi lagi di sini, karena jawaban atas contekan lu dari DR William Campbel dan kawan2 sudah terjawab tuntas..

    oleh karena itu, silahkan lihat link video yg sudah gw postingin.. betapa DR William Campbel dipecundangi DR Zakir Naik dan si William Campbel kagak bisa menjawab apapun saat ganti ditanya tentang Bible.. semoga lu bisa sadar tentang Bible lu dan keluar dari agama lu setelah nonton video itu..

    Suka

  3. Muslim Knight berkata:

    emang, saya juga lihat tuh debatnya, seru, tapi DR William Campbell (William Kampret) gak bisa jawab beberapa kesalahan bible yg ditunjukan oleh DR Zakir Naik….William Turun aja deh….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s