Menjawab Fitnah Misionaris ttg Pemberi Peringatan dlm Al Quran

Tulisan di bawah adalah jawaban atas fitnah yang dilakukan para misionaris musuh2 Islam terhadap Al Quran.. tetapi GATOT (Gagal Total).. silahkan simak..

 

Tulisan musuh Islam :

 

Apakah pemberi peringatan (Rasul) dikirim kepada semua manusia sebelum kedatangan Mhd? Ya, Allah Muslim telah mengirim pemberi peringatan (Rasul) kepada setiap orang ( Qs.10:47, 16:35-36, 35:24).

Hal ini bertentangan dengan:

  1. Ibrahim dan Ismael secara spesial telah dikirim oleh Allah Muslim untuk mengunjungi Mekah dan membangun Ka’bah serta memberi peringatan kepada orang2 di sana ( Qs.2:125-129) .
  2. Anehnya, Mhd ternyata dikirim sebagai pemberi  peringatan (Rasul) kepada orang2 yg belum memiliki rasul/pemberi peringatan tersebut sebelumnya ( Qs.28:46, 32:44, 36:2-6).

Hal ini menimbulkan pertanyaan: “Bagaimana dengan Hud dan Sahih yg nyata2 juga telah dikirim sebagai pemberi peringatan ke Arab? Bagaimana juga dengan Kitab yg telah diberikan kepada Ismael? Dll ( Qs.11:50, 11:61).

 

 

Jawab :

 

Baiklah.. kita tidak memasalahkan ayat di QS 10:47, 16:35-36, 35:24 yang menyatakan Allah telah mengirim pemberi peringatan (Rasul) kepada setiap orang..

 

QS 10;47. Tiap-tiap umat mempunyai rasul; maka apabila telah datang rasul mereka, diberikanlah keputusan antara mereka dengan adil dan mereka (sedikitpun) tidak dianiaya.

 

QS 10;35. Dan berkatalah orang-orang musyrik: “Jika Allah menghendaki, niscaya kami tidak akan menyembah sesuatu apapun selain Dia, baik kami maupun bapak-bapak kami, dan tidak pula kami mengharamkan sesuatupun tanpa (izin)-Nya.” Demikianlah yang diperbuat orang-orang sebelum mereka; maka tidak ada kewajiban atas para rasul, selain dari menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.

36. Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya.Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).

 

QS 35;24. Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan.

 

Kesimpulan dari ayat2 di atas adalah, jika ada suatu kaum belum ada pemberi peringatan, berarti akan diutuslah pemberi peringatan pada mereka.. betul..??!! sekarang kita lihat ayat yg dianggap bertentangan di atas :

 

 

Qs.2:125-129

125. Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim[89] tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud.”

126. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.”

127. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

128. Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

129. Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

 

Bagi orang yang berakal, di mana letak perbedaannya..??!! kalo toh Nabi Ibrahim dan Ismail diutus untuk memberi peringatan untuk orang2 di Mekah, apanya yang bertentangan..??!! justru menjelaskan bukan..??!! karena di Mekah ada sekelompok manusia/kaum, maka diutuslah pada kaum tersebut seorang utusan (Rasul) pemberi peringatan.. betul..??!!

 

Bukankah sesuai pengertian di atas, jika ada kaum yg belum diberi peringatan, maka diutuslah sang pemberi peringatan.. betul..??!! gak bertentangan thoo..??!!

 

Kita buka lagi ayat yang dianggap kontradiksi..

 

Qs.28:46, 32:44, 36:2-6

 

28;46. Dan tiadalah kamu berada di dekat gunung Thur ketika Kami menyeru (Musa), tetapi (Kami beritahukan itu kepadamu) sebagai rahmat dari Tuhanmu, supaya kamu memberi peringatan kepada kaum (Quraisy) yang sekali-kali belum datang kepada mereka pemberi peringatan sebelum kamu agar mereka ingat.

 

Naahhh.. Nabi Muhammad adalah pemberi peringatan untuk kaum Quraisy, krn saat itu mereka belum ada pemberi peringatan.. mananya yg bertentangan..??!! yg ada justru saling menjelaskan, bahwa kaum Quraisy saat itu belum ada yg memberi peringatan maka datanglah Nabi Muhammad SAW yg menjadi pemberi peringatan.. betul..??!!

 

Bukankah sesuai pengertian di atas, jika ada kaum yg belum diberi peringatan, maka diutuslah sang pemberi peringatan.. betul..??!! gak bertentangan thoo..??!!

 

 

Sedangkan QS 32;44 itu tidak ada…krn surat Assajadah hanya sampai ayat 30 ini salah satu bukti pembualnya si musuh Islam tersebut, yang menyebarkan fitnah ttg Al Quran padahal mereka tidak mengerti ttg Al Quran.. hi hi hii… memalukan…!!!!

 

2. Demi Al Quran yang penuh hikmah,

3. Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul,

4. (yang berada) diatas jalan yang lurus,

5. (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,

6. Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.

 

Truss.. di mana letak kontradiksinya..??!! ahaha.. ngawur puooolll…!!! yang ada bahwa Nabi Muhammad adalah pemberi peringatan pada kaum yang belum ada pemberi peringatan.. krn harus ada pemberi peringatan, maka Nabi Muhammad lah yang diutus menjadi pemberi peringatan..

 

Bukankah sesuai pengertian di atas, jika ada kaum yg belum diberi peringatan, maka diutuslah sang pemberi peringatan.. betul..??!! gak bertentangan thoo..??!!

 

Sekarang, wahai kaum misonaris yg memusuhi Islam.. balik gw tanya tentang kontradiksi sehubungan dengan utusan yg memberi peringatan..

 

Justru Isa as atau Yesus yg hanya di utus pd bani Israil saja…kalo ada ayat yg menyatakan bahwa nabi Isa as atau Yesus di utus utk kaum yg lain,maka ini sudah bertentangan…

 

Mari kita kupas :

 

“Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka : Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria.”

“Melainkan pergilah kepada  domba-domba yang hilang dari umat Israel (hanya kepada bangsa Yahudi).” (Injil ‘ Matius 10: 5-6)

 

Atau ayat :

 

“Jawab Yesus, ‘Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel’ (hanya kepada bangsa Yahudi).”

“Kemudian perempuan itu (Perempuan Kanaan) mendekat dan menyembah Dia sambil berkata, ‘Tuhan, tolonglah aku’.”

“Tetapi Yesus menjawab, ‘Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.’ (non Yahudi).” (Injil – Matius 15: 24-26)

 

Larangan Yesus pada murid2nya agar tidak memberi peringatan pada bangsa lain, tetapi hanya pada domba-domba yang hilang dari umat Israel saja.. perhatikan kata “hanya” yaa… gw tanya, “hanya” pada siapa..??!! kesimpulannya adalah, “hanya” pada domba-domba yang hilang dari umat Israel saja.. betul..??!!

 

Baiklah, kalo pengertian dari ayat tersebut sudah ente semua ketahui.. sekarang carikan gw ayat yang mengatakan Yesus diutus untuk selain umat Israel.. silahkan.. jika ada, maka akan kontradiksi dengan ayat-ayat Bible di atas.. betul..??!!

 

Dilema yaa..??!! kalo nyebutin, berarti dianggap kontradiksi dengan pengertian ayat-ayat di atas.. jika tidak bisa nyebutin, lhaa khoq sekrang berusaha nyebarin ajaran murid2 Yesus..??!! yaa thoo..??!! yaa thoo..??!! he he he..

 

Oh iya, ada yg mo gw ingetin.. Yesus ternyata rasis yaa.. non Yahudi dikatain anjing…!!! hi hi hi.. wahai orang Indonesia sekalian, kata Yesus tuh, kamu anjing lhoo.. eh, yg ngomong bukan gw, tapi Yesus.. jangan marah ma gw duoonk.. ntuh, Yesus lu marahin.. yg nyebut lu anjing khan Yesus, bukan gw.. yaa thoo..??!! yaa thoo..??!!

36 Komentar (+add yours?)

  1. Kikentir
    Sep 04, 2013 @ 05:35:25

    Betul bro,,para misionaris itu cm mencari pembenaran utk membela diri,bukan mencari kebenaran…hehe

    Balas

  2. mehmet
    Des 14, 2014 @ 12:35:48

    Qs.28:46 Dan tiadalah kamu berada di dekat gunung Thur ketika Kami menyeru (Musa), tetapi (Kami beritahukan itu kepadamu) sebagai rahmat dari Tuhanmu, supaya kamu memberi peringatan kepada kaum (Quraisy) yang sekali-kali belum datang kepada mereka pemberi peringatan sebelum kamu agar mereka ingat.
    Qs.73:15 Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu (hai orang kafir Mekah) seorang Rasul, yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus (dahulu) seorang Rasul kepada Fir’aun
    Qs.14:4 Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya [779], supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. …….
    Artinya bahwa Nabi Muhammad bukan untuk seluruh dunia. Ia diutus hanya untuk kaum Quraish/orang kafir Mekah, kaum berbahasa Arab. Kalau ada ayat yang mengatakan ia untuk seluruh dunia berarti kontradiksi….

    Balas

    • almubayyin
      Des 15, 2014 @ 02:35:17

      perhatikan ayat yang lu copas dengan ayat di dalam Bible :

      “Jawab Yesus, ‘Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel’ (hanya kepada bangsa Yahudi).”
      perhatikan kata “HANYA” di dalam kalimat tersebut..

      dan silahkan lu cari kata “HANYA” di dalam kalimat ayat yg lu copas.. lu temukan..?!

      jika lu bisa temukan kata “HANYA” di dalam kalimat ayat2 yg lu copas, itu baru kontradiksi atau bertentangan. Saat ada ayat yang memerintahkan untuk menyebarkan dakwah kepada kaum lain selain Quraisy, maka ayat2 yg lu copas kagak bertentangan.. Karena Nabi Muhammad selain untuk bangsa Quraisy juga untuk bangsa-bangsa lain, dan bukan “HANYA” bangsa Quraisy.. jelas bukan..?!

      berbeda dengan Bible : “Jawab Yesus, ‘Aku diutus HANYA kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel’ (hanya kepada bangsa Yahudi).”

      maka jika ada ayat yang mengatakan menyebarkan kepada bangsa lain, jelas menyalahi kata “HANYA”.. masuk akal lu bro..?!

      atau ayat yang lain : “Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka : JANGANLAH kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria.”

      Melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel (hanya kepada bangsa Yahudi).” (Injil ‘ Matius 10: 5-6)

      perhatikan pesan Yesus kepada para murid2nya dengan sebuah kata LARANGAN dengan menggunakan pilihan kata “JANGANLAH” kemudian diperkuat di ayat berikutnya dengan kata “MELAINKAN” (perhatikan kata yg gw kasih garis tebal)..

      sebuah larangan untuk menyebarkan dakwah kepada bangsa lain, satu ayat dengan ayat berikutnya saling menguatkan bahwa dakwah Yesus HANYA untuk Bani Israel dan para murid2nya dilarang berdakwah kepada bangsa lain..

      berbeda bukan dengan ayat2 Al Quran yg lu copas, mana ada kata “HANYA” atau kata “JANGANLAH” dan kata2 lain sejenisnya yang menegaskan bahwa Nabi Muhammad “HANYA” untuk orang Quraisy dan para murid2nya “DILARANG” dakwah kepada bangsa lain.. jelas sekali bukan..?!

      Balas

  3. mehmet
    Des 14, 2014 @ 12:47:05

    Yesus memang diutus untuk membuat kaum Israel bertobat pada awal misinya. Kemudian misi selanjutnya ke seluruh bangsa di dunia (Mat. 28:19-20). Bangsa-bangsa non Israel sejak dahulu lebih suka menyembah para dewa dan bukan Allah. Itulah sebabnya mereka digolongkan sebagai bangsa-bangsa kafir(sebagaimana Alquran juga menyebutnya) yang artinya bahwa bangsa-bangsa kafir bukanlah bangsa yang akan diselamatkan, ga beda dengan hewan, bukan ? Jadi, menyebut mereka sebagai hewan (mis. anjing), apa bedanya ? Tetapi kemudian setelah semua bangsa mendapatkan giliran misi penyelamatan oleh Yesus, tentunya penyebutannya menjadi berbeda ! Mereka disebut (diberikan gelar) anak Allah(bukan anak kandung lho !)

    Balas

    • almubayyin
      Des 15, 2014 @ 03:10:33

      ayat matius 28 :19-20 jelas bertentangan dengan ayat yang sudah kita bahas, yakni tentang Yesus yang diutus “HANYA” untuk domba yang tersesat dikalangan Bani Israel dan ayat tentang larangan berdakwah kepada bangsa lain selain Bani Israel.

      selain itu, ayat tersebut dinyatakan sebagai ayat palsu dan tambahan, karena Matius 28 itu sebenarnya hanya sampai ayat 15.. jika sampai ayat 15 saja, maka ayat Bible tidak saling kontradiksi dalam hal dakwah kepada bangsa selain Yahudi..

      Hugh J. Schonfield, nominator pemenang HHadiah Nobel tahun 1959, dalam bukunya The Original New Testament, hal. 124:

      “This (Matthew 28:15) would appear to be the end of the Gospel (of Matthew).What follows (Matthew 28:16-20) from the nature of what is said, would then be a latter addition”

      “Ayat ini (Matius 28:15) nampak sebagai penutup Injil (Matius). Dengan demikian, ayat-ayat selanjutnya (Matius 28:16-20), dari kandungan isinya, nampak sebagai (ayat-ayat) yang BARU DITAMBAHKAN KEMUDIAN”

      Robert Funk, Professor Ilmuu Perjanjian Baru, Universitas Harvard, dalam bukunya The Five Gospels, mengomentari ayat-ayat tambahan ini sebagai berikut:“The great commission in Matthew28:18-20 have been created by the individual evangelist… reflect the evangelist idea of launching a world mission of the church. Jesus probablyhad no idea of launching a world mission and certainly was not the institusion builder. (is is) not reflect direct instruction from Jesus”

      “Perintah utama dalam Matius 28:18-20… diciptakan oleh para penginjil….memperlihatkan ide untuk menyebarkan ajaran Kristen ke seluruh dunia. YESUS SANGAT MUNGKIN TIDAK MEMILIKI IDE UNTUK MENGAJARKAN AJARANNYA KE SELURUH DUNIA DAN (Yesus) SUDAH PASTI BUKANPENDIRI LEMBAGA INI (agama Kristen).

      orang kafir gak beda dengan HEWAN..?! menjawab komen lu bro..
      yang jadi masalah adalah saat orang di luar Yahudi ingin mendapatkan ajaran yang baik, ditolak oleh Yesus dengan alasan tidak mau memberikan kebaikan kepada ANJING..

      seharusnya, sebagai orang yang memanusiakan manusia, kata2 tersebut tak boleh muncul.. orang Samaria tersebut bukan ANJING, karena wanita tersebut saat itu minta diajarkan kebaikan dari seorang Nabi.. tetapi ditolak Yesus dengan alasan RASIAL, yakni orang non Yahudi adalah ANJING.. INGATLAH BAHWA PENOLAKANNNYA ADALAH PENOLAKAN RASIAL (karena non Yahudi), bukan alasan kafir..

      jika mereka (orang Samaria) kafir, saat minta ajaran yang benar dari seorang Nabi, tentu harusnya akan diterima bukan..?! mengapa..?! karena agar mereka tidak tetap menjadi KAFIR..
      nah ini Yesus lain lagi, dengan alasan mereka ANJING maka Yesus gak mau.. ingat, dengan alasan mereka ANJING-lah yang membuat Yesus gak mau mengajar.. padahal supaya tidak tetap jadi ANJING, seharusnya Yesus mau donk ngajarin..

      Jadi, sekali lagi bisa kita simpulkan bahwa, alasan Yesus adalah alasan RASIAL karena orang Samaria adalah ANJING.. jelas bukan..?!
      masak mau diperjelas lagi..?! hiks..

      Balas

  4. mehmet
    Des 18, 2014 @ 00:06:41

    Maaf bro, ada yang tidak lengkap tulisan di atas…….
    Begini bro, kalau bro membaca Taurat dan Injil dari awal hingga akhir dan berusaha memahami apa yang tertulis maka ayat itu tidak kontra dgn Mat. 28:19-20. Sejak awal, bangsa Israel dipilih Tuhan untuk menjadi AGEN ALLAH melaksanakan misinya yakni agar dunia kembali mengenal dan menyembah Allah sebagaimana nenek moyang semua manusia, Adam dan Hawa. Bangsa Israel dipersiapkan untuk menjalankan misi itu. Hukum2 Allah diberikan kepada mereka. Sangsi pelanggaran juga diberikan bila melanggar.
    Bangsa Israel harus menjadi bangsa yang patut diteladani sebelum menjalankan misi itu ke bangsa-bangsa lain. Tetapi ternyata mereka justru menampakkan perlawanan merek terhadap Allah.
    Pada awalnya, para Nabi ditunjuk Allah untuk membimbing mereka tetapi ternyata mereka tetap tidak patuh. Selanjutnya, Yesuslah yang adalah Kalam/Firman Allah yang di wujudkan dalam bentuk manusia menggantikan para Nabi itu, untuk membimbing mereka. Saya tekankan disini bro, bahwa Yesus berfokus hanya kepada Israel dulu, oleh karena itu para muridNya diminta berfokus ke bangsa Israel. Terutama, mereka yang “hilang”(secara rohani). Inilah terkait istilah “hanya” yang menjadi penekanan bro. Orang Israel dilambangkan dengan domba dan bangsa lain Yesus pernah lambangkan dengan serigala/anjing yang lebih buas.
    Secara umum pelambangan ini mempunyai makna.Domba adalah hewan yang dipelihara semua orang saat itu(karena nyaris tiap hari ada ritual potong domba) Sebagai umat pilihan peliharaan Allah mereka dilambangkan dengan domba. Serigala adalah hewan buas yang banyak di wilayah Israel zaman itu yang menjadi musuh utama domba. Tentu saja menyebut si ibu terkait yang bro sebutkan, sebagai anjing sudah merupakan bahasa halus sebab serigala pasti sukar menjadi hewan peliharaan, sedangkan anjing(se family dengan serigala) masih dapat menjadi hewan peliharaan. Artinya bahwa si ibu adalah bangsa non Israel yang bisa menjadi umat peliharaan Allah. Istilah-istilah ini adalah biasa digunakan dalam budaya mereka. Kita yang mempunyai budaya yang berbeda memang merasa terkejut dengan sebutan itu. Jadi, mempelajari Taurat dan Injil sebaiknya kita memahami budaya wilayah dimana Taurat dan Injil berasal.
    Selanjutnya, tiba saatnya ketika Yesus mengakhiri misinya untuk menjadikan Israel, umat percontohan, AGEN ALLAH tetapi tetap ditolak Israel maka Orang Israel tidak lagi dijadikan umat pilihan yang akan menjadi agen Allah bagi dunia ini. Maka akhirnya, Yesus menjadikan kan 12 muridNya menjadi AGEN ALLAH untuk memanggil semua bangsa di dunia bertobat dan kembali menyembah Allah.
    Isu “kepalsuan” Matius 28:19-20, adalah tuduhan. Tidak mungkin ada pengajar Kristen yang mengatakan itu. Kalau ia punya bukti kuat harusnya ia sdh meninggakan Kristen dan pindah agama lain, logika nya kan begitu. Kapankah terjadi penambahan ayat itu dan oleh siapa ? Ia harus membuktikannya. Di lain pihak, bukankah Alquran sendiri membenarkan Taurat dan Injil, bahkan Allah memerintahkan untuk menegakkannya ? Jadi, kalau Injil dianggap ada pemalsuan, berarti Allahnya Alquran tidak maha Tahu dong, kok bisa-bisanya Ia masih menyuruh menegakkan Injil yang dianggap palsu itu ?

    Balas

    • almubayyin
      Des 18, 2014 @ 01:56:06

      ha ha ha..
      tulisan lu di atas tidak menjawab apapun, kecuali tampak sekedar pembenaran dan bukan kebenaran..

      karena kata “HANYA” sudah menginformasikan dengan jelas sejelas-jelasnya bahwa Yesus HANYA untuk Bani Israel saja.. perhatikan ayat tersebut lagi dengan sebaik-baiknya ya :
      “Jawab Yesus, ‘Aku diutus HANYA kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel’ (hanya kepada bangsa Yahudi).”

      perhatikan lagi kata “HANYA” .. jika saja Yesus sementara doank untuk Bani Israel, maka tidak perlu kata “HANYA” seperti ayat Al Quran yang lu copas.. awal-awal Nabi Muhammad memang dakwah kepada Bani Quraisy dan orang-orang sekitarnya (Mekkah) karena memang orang-orang itu yang saat itu dekat dengan beliau artinya terjangkau oleh beliau terlebih dahulu.. setelah terbentuk orang-orang yang shalih, mereka berdakwah hingga ke Madinah.. kemudian kota2 yang lainnya, begitu seterusnya..

      Beda dengan Yesus yang dalam ucapannya ada kata “HANYA”, artinya beliau membatasi “HANYA” untuk Bani Israel saja.. “Jawab Yesus, ‘Aku diutus HANYA kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel’ (hanya kepada bangsa Yahudi).”

      batasan tersebut dipertetegas dengan larangan Yesus pada para muridnya mengajar ke tempat lain, beda dengan Nabi Muhammad yang justru memerintahkan para shahabat untuk berdakwah ke tempat lain karena memang misi beliau itu untuk seluruh umat manusia..

      gunakan akal sehat, buka mata hati lu yang terdalam, maka lu akan tahu uraian di atas.. kecuali lu berusaha menutup logika lu karena sekedar ingin mempertahankan doktrin..

      mengapa ada yang mengkritik Bible ada yang palsu tapi mereka gak keluar dari Kristen..?!
      sebaiknya lu baca lebih banyak lagi referensi brow, banyak sekali ahli Bible yang mengkritik Bible, atau lu lihat video debat antara DR Zakir Naik vs DR William Campbel.. Si William Campbel tidak bisa mempertahankan kesalahan-kesalahan Bible, tetapi dasar dia sudah tertutup mata hatinya, walau dia tahu kesalahan-kesalahan Bible dia tetap saja percaya Bible adalah Firman Tuhan.. padahal jika dia menggunakan nalar yang benar, saat dia mengakui Bible banyak kesalahan dan error, dia seharusnya sadar bahwa Tuhan gak mungkin salah berfirman dan dengan sadar pula seharusnya mengakui bahwa Bible tentu bukan firman.. jadi itu masalah kepala batu atau bukan, itu saja.. kalo kepala batu, walau dia sudah tahu kesalahan dirinya, tetap saja dia menganggap dirinya benar.. itu problemnya brow.. hiks..

      Masalah anjing nih brow.. sebelumya lu bilang orang kafir itu seperti hewan. Trus gw jawab masalahnya alasan Yesus menolak wanita Samaria itu bukan karena orang Samaria itu kafir tetapi karena alasan Rasial yakni karena mereka bukan Yahudi..
      Jadi sebutan ANJING itu bukan karena alasan kafir, karena kalo alasan kafir tentu dengan senang hati Yesus mau mengajarkannya agar dia tidak jadi kafir.. Jika ANJING yang dimaksud adalah kafir, tentu Yesus akan senang hati mau mengajarkan agar wanita tersebut gak kafir lagi alias bukan ANJING lagi.. betul..?! masuk akal..?!

      Masalahnya penolakan Yesus adalah karena alasan rasial dan bukan alasan kafir, karena ANJING yang dimaksud itu adalah karena non Yahudi bukan kafir.. jelas bedanya bukan..?!

      “Jawab Yesus, ‘Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel’ (hanya kepada bangsa Yahudi).”
      “Kemudian perempuan itu (Perempuan Kanaan) mendekat dan menyembah Dia sambil berkata, ‘Lord, tolonglah aku’.”
      “Tetapi Yesus menjawab, ‘Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.’ (non Yahudi).” (Injil – Matius 15: 24-26)

      mungkin lu juga belum banyak belajar dan baca tentang Yahudi ya, sehingga lu kliatan belum banyak tahu tentang Yahudi.. sekedar gw ngingetin ma lu brow, bahwa memang bagi bangsa Yahudi selain Yahudi adalah ANJING dan BABI (bukan hanya ajnjing doank lho ya..)
      baca beberapa ayat di talmud brow :
      “Hanya orang-orang Yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang non Yahudi bukanlah manusia, melainkan binatang.” (Kerithuth 6b hal.78, Jebhammoth 61a)
      “Orang-orang non-Yahudi (Akum) diciptakan sebagai budak untuk melayani orang-orang Yahudi.” (Midrasch Talpioth 225)
      “Orang-orang non-Yahudi (Akum) harus dijauhi, bahkan lebih daripada babi yang sakit.” (Orach Chaiim 57, 6a)
      “Akum (non Yahudi) adalah anjing Yahudi” (Ereget Raschi Erod. 2230)

      atau masih banyak yang lainnya.. jadi, sekali lagi Yesus alasan menolak adalah karena alasan rasial, bukan karena mereka kafir.. jelas bukan..?!

      Balas

  5. mehmet
    Des 18, 2014 @ 10:18:56

    Berarti bro juga sama dengan si Campbell yang menurut bro sudah tertutup mata hatinya. Mengapa demikian ? Perhatikan bro :
    Qs. 5:68 Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al-Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”. Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.
    Catatan : Qs.33:26 Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizhah)………
    Injil yang dipercaya Islam sebagai wahyu yang menjadi dasar ajaran Yesus. Nah kalau bro meyakini bahwa Injil ini memang HANYA untuk Israel, berarti Alquran adalah salah besar. Alquran menulis bahwa Ahli Kitab(Quraish) harus menegakkan Injil juga. Kaum Quraish kan bukan termasuk kaum Israel…
    Nah, seharusnya bro juga tinggalkan Islam sebab Alquran salah ! Kalau bro tidak tinggalkan, mata hati bro juga sudah tertutup……bagaimana ?

    Balas

    • almubayyin
      Des 19, 2014 @ 00:40:42

      hadeeuuuhh.. kayak begini dah sering gw bahas bro di blog ini.. lu aja yg kagak baca semua jawaban dan komen2 yg ada di blog ini..

      gw sebagai muslim percaya ma Injil.. jelas..?! tapi gak percaya ma Bible.. paham..?!

      yang diperdebatkan oleh DR Zakir Naik dan William Campbel itu untuk membuktikan bahwa Bible yang ada itu bukan firman Tuhan, karena banyak kesalahan alias error di dalamnya..

      apakah lu berani jika gw kasih ayat2 yang membuktikan itu bukan Injil yang asli, tetapi sekedar seperti buku sejarah yang ditulis oleh manusia yang ternyata terdapat banyak sekali error di dalamnya..?!

      yang dimaksud di ayat yang lu copas tersebut adalah perintah menegakkan ajaran yang benar yang tertera di dalam firman2 Allah.. dan Taurat, Injil serta Al Quran adalah firman2 Allah.. tetapi Bible yang ada saat ini bisa gw buktikan bukan firman Allah.. paham..?! cp d..

      Balas

  6. mehmet
    Des 18, 2014 @ 10:34:34

    Selanjutnya tentang fakta bahwa Muhammad hanya untuk Quraish :
    1. Qs.32:3 Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan: “Dia Muhammad mengada-adakannya.” Sebenarnya Al-Quraan itu adalah kebenaran dari Rabbmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu; mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk.
    2. Qs.28:46 Dan tiadalah kamu berada di dekat gunung Thur ketika Kami menyeru (Musa), tetapi (Kami beritahukan itu kepadamu) sebagai rahmat dari Tuhanmu, supaya kamu memberi peringatan kepada kaum (Quraisy) yang sekali-kali belum datang kepada mereka pemberi peringatan sebelum kamu agar mereka ingat.

    Jelas sekali bro Quraan adalah untuk kaum yang belum datang pemberi peringatan yaitu Quraish. Kalau kaum yang sudah datang pemberi peringatan gak perlu lagi bro….

    Qs.14:4 Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya [779], supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. …….
    Perhatikan bro : rasul itu harus sesuai bahasa kaumnya. Muhammad berbahasa apa ? Arab! karena kaum yang ditujuinya adalah kaum Arab/Quraish !
    Muhammad tahu bahasa Inggris kah ? tahu bahasa Indonesia kah ? dll….dia tidak tahu karena tidak ditujukan untuk kaum yang berbahasa Inggris atau bahasa Indonesia !

    Balas

    • almubayyin
      Des 19, 2014 @ 00:59:10

      kaum Quraisy saat itu memang belum datang pemberi peringatan, jika standarnya adalah belum datang pemberi peringatan seharusnya lu juga ingat bahwa kaum Indonesia juga belum datang seorang Nabi..?!

      ada surat yang memang diberikan kepada kaum Quraisy agar mereka mau patuh kepada Nabi Muhammad karena mereka saat awal-awal turunnya wahyu memberikan permusuhan yang paling besar, tetapi ada juga ayat yang lain kepada selain Bani Quraisy.. terbukti awal-awal pengikut beliau bukan hanya Bani Quraisy, seperti ada Bilal bin Rabbah bukan Quraisy, Abu Dzar Al Ghifari bukan Quraisy, Abu Darda’, Abu Hurairah, Salman Al Farisi dan sebagainya mereka semua bukan dari Bani Quraisy..

      mengapa banyak shahabat Nabi (murid2 Nabi) yang justru banyak bukan dari Bani Quraisy..?! karena tidak ada kata “HANYA” di ayat tersebut.. jelas..?!

      ayat khusu untuk Bani Quraisy ada, ayat khusus untuk seorang yang juga memusuhi Nabi seperti Abu Lahan juga ada bukan berarti dakwah Nabi khusus kepada Abu Lahab.. jelas..?! atau ayat2 khusu untuk beberapa orang yang bisa dijadikan pelajaran, bukan berarti dakwah Nabi Muhammad sebatas kepada orang tersebut karena tidak ada kata “HANYA”.. jelas..?! cp d..

      Balas

  7. mehmet
    Des 18, 2014 @ 10:44:39

    Qs.6:156 (Kami turunkan al-Quran itu) agar kamu (tidak) mengatakan: “Bahwa kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan [522] saja sebelum kami, dan sesungguhnya kami tidak memperhatikan apa yang mereka baca [523].

    Keterangan not :
    [522] Yakni orang-orang Yahudi dan Nasrani.
    [523] Diturunkan Al-Qur’an dalam bahasa Arab agar orang musyrikin Mekah tidak dapat mengatakan bahwa mereka tidak mempunyai kitab karena kitab yang diturunkan kepada golongan Yahudi dan Nasrani diturunkan dalam bahasa yang tidak diketahui mereka.

    Perhatikan kata “agar” bro. TUJUAN Tuhan turunkan Alquran AGAR kaum Quraish tidak cemburu atau iri terus2an kepada Yahudi dan Nasrani yang sudah diberi Kitab suci duluan. Sedangkan mereka gak mau baca Taurat dan Injil itu walaupun QS 5:68 mengatakan bahwa mereka harus menegakkannya. akhirnya diturunkanlah Quran kepada mereka !

    Apa artinya disini bro ? Taurat dan Injil masih direkomendasikan kepada mereka tetapi mereka tolak. Kemudian diturunkanlah Quran kepada mereka. Artinya Quran khusus untuk Quraish ! Kaum diluar Quraish waktu itu tidak menolak Taurat dan Injil, hanya Quraish yang disebutkan Quran !

    Balas

    • almubayyin
      Des 19, 2014 @ 01:13:22

      hadeeuuuhh.. sudah jelas bukan di situ diterangkan : agar orang musyrikin Mekah tidak dapat mengatakan bahwa mereka tidak mempunyai kitab karena kitab yang diturunkan kepada golongan Yahudi dan Nasrani diturunkan dalam bahasa yang tidak diketahui mereka.

      saat lu mau tahu maksud sebuah ayat, lu harus tahu yang namanya “ASBABUN NUZUL” sebuah ayat.. ayat itu turun untuk menjawab ucapan orang-orang musyrik di Mekkah bahwa mereka masih musyrik itu karena memang mereka tidak tahu bahasa kitab-kitab sebelum mereka.. jadi orang2 musyrik saat itu selalu mencari pembenaran atas sikap mereka. Dengan adanya kitab yang mereka tahu bahasanya, maka itu bisa membungkan alasan2 mereka.. jelas bukan..?!

      mengapa Al Quran gak turun dengan bahasa Indonesia..?! atau bahasa Jawa..?! atau bahasa Batak..?! karena saat Al Quran turun itu di Arab.. kira2 menurut lu, sebaiknya Al Quran turun dengan bahasa Inggris begitu..?! atau sebaiknya bahasa apa githu..?! bisa jawab..?!

      jika lu masih mau menggunakan akal sehat, tentu seharusnya Al Quran itu diturunkan dengan bahasa setempat dengan tujuan agar Nabi Muhammad punya teman dulu dalam dakwah dan kemudian baru melanjutkan misi dakwah ke tempat lain.. karena tidak ada kata “HANYA”.. paham brow..?! cp d..
      masak masalah sederhana begini dibuat-buat jadi rumit sekedar untuk bisa megalahkan lawan debat..?! buka mata hati lu brow.. hee..

      Balas

  8. mehmet
    Des 19, 2014 @ 01:40:19

    Bro Almubayyin, biasa aja yang namanya berdiskusi harus siap menghadapi pikiran kritis lawan diskusi tapi kita harus tenang, kemudian mencoba paham komentar lawan baru bisa menjawab lebih terarah.
    Begini bro, kan Islam menganggap Alquran ditujukan untuk seluruh dunia. Jadi, saya ingin buktikan lewat pernyataan Allah Alquran bahwa itu tidak benar. Kenapa ? Karena dalam Qs 6:156 itu jelas dikatakan bahwa Alquran ditujukan untuk mereka, karena mereka menolak Taurat dan Injil. Sedangkan kaum di luar Quraish tidak ada yang menolak Taurat dan Injil, jadi Taurat dan Injil itu memang untuk seluruh dunia termasuk Quraish sebenarnya (Qs.5:68).

    Sebagai penunjang :
    Qs.14:4 Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya [779], supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. ……
    Muhammad kan berbahasa Arab, diutus untuk kaum berbahasa Arab.
    Selama ini, Islam menganggap Muhammad diutus untuk seluruh dunia. Anggapan ini bertentangan dengan ayat ini. Mudah-mudahan bro paham ya….

    Balas

    • almubayyin
      Des 19, 2014 @ 05:48:38

      bukan kritis brow, tapi ngawur.. jelas bedanya kritis dengan ngawur tho..?!

      ayat itu jawaban untuk kaum Quraisy saja, agar mereka tidak punya alasan untuk tidak menerima AL Quran.. tidak ada kata “HANYA” bukan..?!
      “Jawab Yesus, ‘Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel’ (hanya kepada bangsa Yahudi).”..

      sebelum jauh ke debat kusir, gw mau tanya ma lu dulu dan lu harus jawab.. apakah Yesus lu akuin hanya untuk Bani Israel saja setelah membaca ayat tersebut..?! tolong jawab sebelum gw lanjutin menjawabnya.. berani jawab..?!

      Balas

  9. almubayyin
    Des 20, 2014 @ 01:01:53

    sorry bro jika tulisan lu harus gw hapus, karena isinya orasi doank tapi kagak mau memperhatikan apa yang diminta lawan diskusi terlebih dahulu..
    lu nrocooosss doank tanpa memperhatikan permintaan lawan bicara lu.. hiks..

    sebelum jauh ke debat kusir saling lempar doktrin, mari kita mulai dari pertanyaan gw :

    “Jawab Yesus, ‘Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel’ (hanya kepada bangsa Yahudi).”..

    setelah membaca ayat tersebut di atas, bagaimana pendapat lu..?! apakah Yesus untuk Bani Israel saja atau untuk seluruh umat manusia..?!

    gw butuh jawaban lu akuin atau tidak.. setelah lu jawab akuin atau tidak kemudian kita lanjutin.. jelas..?! hanya jawaban lu akuin atau tidak bukan orasi gak karuan..
    gw tidak butuh orasi lu yang muter2.. paham..?!

    kalo perang orasi maka gak akan habis2, itulah yg disebut debat kusir.. ngarti lu brow..?!

    Balas

    • mehmet
      Des 20, 2014 @ 12:37:31

      Bro,Kitab suci saya bukan hanya mencakup ayat itu saja. Untuk mengerti ayat itu maka bro harus membaca satu perikop topik. Perhatikan bro, bahwa ayat itu adalah jawaban Yesus kepada murid2nya yang menginginkan wanita ini diusir. Jadi, Yesus menjawab bahwa Ia hanya diutus untuk mereka yang hilang dari Israel.
      Apa maksudnya ? Berarti wanita inilah justru merupakan bagian dari yang hilang dari Israel !
      Kalau bro memahami seluruh isi Taurat dan Injil, bro akan mengerti bahwa kedatangan Yesus untuk memanggil mereka yang hilang dari keluarga Allah atau kumpulan umatNya.
      Menurut budaya Islam, kata”Israel” selalu mengacu kepada “bangsa Israel” tetapi menurut budaya Taurat dan Injil, Israel tidak selalu merujuk kepada bangsa Israel tetapi kata itu digunakan juga sebagai lambang “umat Tuhan”…………..Adam dan Hawa merupakan “umat Tuhan” pertama kali. Artinya bahwa manusia pertama “semuanya” adalah “umat Tuhan” dan kalau merujuk lambang “Israel” maka itu berarti semua manusia awalnya adalah Israel. Tidak berbeda dengan teologi Islam. Islam menyatakan bahwa kata “Islam” itu bisa digunakan sebagai lambang “umat yang berserah diri” kepada Allah. Dan itu mulai digunakan Alquran ketika Ibrahim mengatakan kepada Yakub dan anak2nya agar mereka jangan mati sebelum menjadi “Islam”………….Nah, selanjutnya keturunan Adam dan Hawa mulai ada yang meninggalkan Allah. Orang2 ini digolongkan menjadi “domba2 yang hilang” dari Israel.
      Dengan alasan inilah maka Yesus tidak mau mengusir wanita ini. Justru tugasnya datang untuk mencari mereka yang hilang untuk diselamatkan………..Sampai disini, apakah bro paham ? Ini adalah teologi Taurat dan Injil, soal bro menerima atau tidak terserah bro.

      Balas

      • almubayyin
        Des 20, 2014 @ 16:50:50

        nah, kliatan sudah mulai mabok dan ngawur lagi lu brow.. hiks..
        semakin kasihan gw liat lu brow..

        jika bener teori lu bahwa wanita tersebut adalah bagian yang hilang dari Israel, tentu saat wanita tersebut memohon pada Yesus, maka Yesus gak akan menolaknya donk.. paham..?!

        cobaa deh lu pakai mata hati lu membaca ayat ini secara obyektif dan dengan akal yang sehat sesehat sehatnya brow :

        “Tetapi Yesus menjawab, ‘Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.’ (non Yahudi).”

        si wanita tersebut bukan dianggap anak2 tetapi dianggap ANJING oleh Yesus.. jika dia bagian dari yang hilang, tentu dia dianggap anak2 yg dimaksud domba yang hilang dari Bani Israel tersebut, sehingga gak perlu ada kata ANJING sebagai penolakan kagak mau memberikan roti atau pengajaran..

        coba sekali lagi cobalah buka mata hati lu agar kagak tertutup sehingga menjadi buta begitu yang akhirnya mulai semakin ngawur..

        agar debat gak mengarah debat kusir dan melebar gak terarah, maka sekarang gw arahkan dahulu.. sebelum kita lanjutkan debat ini, lu akuin atau kagak bahwa lu salah atas alasan lu di atas..?!
        jika lu jawab kagak salah, tidak perlu orasi dengan orasi gak jelas lagi tapi fokus pada debat “wanita yang lu anggap anak yang hilang dan kata ANJING dari Yesus”.

        sebutkan argumen lu untuk menyalahkan kalimat gw, cari kata di dalam kalimat gw yg salah di jawab tersebut kemudian seharusnya diganti apa..

        gw kasih garis batasan agar gak melebar ke mana2.. gw sudah membuktikan dari ayat yg ada bahwa wanita tersebut dianggap anjing dan bukan anak2 yang hilang.. ada bantahan..?!

  10. almubayyin
    Des 20, 2014 @ 01:12:44

    gw tahu jawaban lu pasti kagak mau ngakuin Yesus HANYA untuk Bani Israel saja.. artinya lu menentang ayat tersebut..

    untuk ayat yang jelas2 menggunakan kata HANYA lu masih berkelit Yesus untuk umat lain dengan mengajukan ayat yang bertentangan dengan kata HANYA..

    nah, pada saat AL Quran berbicara tentang kisah dakwah di Bani Quraisy padahal tidak ada kata HANYA kemudian muncul ayat yang tidak kontradiksi yang menerangkan dakwah kepada selain Bani Quraisy, tetapi lu langsung memaksain orang supaya mengikutin doktrin2 lu bahwa ada kata HANYA..

    terbukti lu pakai standar ganda bukan..?! paham lu brow..?! hiks..!!!

    Balas

    • mehmet
      Des 20, 2014 @ 12:51:43

      Taurat dan Injil menyebut kata “HANYA” sebagai “HANYA” tetapi Alquran menyebut kata “HANYA” melalui kata-kata bertele-tele yakni kata “tidak” dan “melainkan” yang membuat bro bingung…………

      Balas

      • almubayyin
        Des 20, 2014 @ 16:40:22

        bisa sebutkan ada kalimat larangan dakwah ke selain Quraisy di dalam Al Quran..?!

        seperti saat dalil mengatakan gw pemimpin keluarga gw, apakah dilarang gw memimpin di perusahaan gw..?!
        seperti perintah dan pembicaraan di dalam Al Quran agar gw dakwah pada keluarga gw, apakah ada larangan gw dakwah ke tetangga gw..?!

        beda jika kalimatnya itu seperti Bible, “Jawab Yesus, ‘Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel’ (hanya kepada bangsa Yahudi).”

        bahkan kalimat yang lu sebut bertele2 justru adanya di Bible, makanya baca dulu kitab lu brow.. hiks.. kasihan gw lihat lu brow, kliatan mulai semakin ngawur jurusnya..
        bukankah kata “tidak (jangan)” dan kata “melainkan” yang lu sebut bertele2 itu ada di ayat :

        Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka : Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria.”

        Melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel (hanya kepada bangsa Yahudi).” (Injil ‘ Matius 10: 5-6)

        gw heran, knapa lu kagak malu-malu ya kliatan bo’ong dan ngawurnya di sini.. gw bener2 ngelus dada ngliat tingkah lu brow.. kasihan.. ckckck…

        agar debat gak melebar tak tentu arah, gw kasih garis batas dulu..
        lu akuin atau kagak bahwa lu ngawur atas komen lu di atas..?!
        gw sudah membuktikan bahwa tidak ada larangan dakwah ke selain Quraisy dan lu gw suruh mencari ayat larangan dakwah ke selain orang Quraisy..

        gw sudah membuktikan kata yg lu anggap bertele-tele justru itu kata yang dipake Bible dan lu kagak bisa membuktikan ada di Al Quran bahwa kata tersebut digunakan untuk melarang dakwah ke selain orang Quraisy.. tetapi justru ada di Bible.. lu akuin atau kagak brow..?!

        belajar jujur memang sulit, tetapi harus bukan..?!
        batasan sudah gw kasih terlebih dahulu, agar diskusi gak berbelok arah menjadi kagak jelas dan tanpa pengakuan apapun alias mengarah debat kusir gak terarah.. paham..?!

        silahkan lu jawab dengan jujur brow.. hiks..

  11. almubayyin
    Des 20, 2014 @ 01:25:57

    gw ksih contoh, saat ada dalil di dalam Islam yang mengatakan gw sebagai kepala rumah tangga adalah pemimpin bagi keluarga.. kemudian saat kemudian gw jadi pemimpin juga di luar keluarga gw Pemimpin perusahaan), apakah bisa disebut kontradiksi..?! bukankah tidak ada kata “HANYA”..?! jadi pada saat gw juga adalah pemimpin perusahaan gw itu gak kontradiksi dgn dalil bahwa gw adalah pemimpin keluarga gw..
    Tetapi lu paksain orang2 untuk mengatakan itu kontradiksi, karena gw kagak boleh jadi pemimpin di perusahaan karena dalil yang lain adalah gw pemimpin keluarga.. paham lu brow..?!

    gw kasih contoh lain lagi supaya lu lebih ngarti..

    saat ada dalil di dalam Al Quran bahwa gw harus dakwah kepada keluarga, kemudian ada dalil yang lainnya lagi bahwa gw juga harus dakwah kepada tetangga.. apakah itu kontradiksi..?!
    orang berakal sehat tentu akan mengatakan TIDAK..!!! karena memang tidak ada kata HANYA..!!! jelas..?!
    bahwa gw HANYA diutus untuk dakwah kepada keluarga gw misalnya.. karena tidak ada kata itu, maka pada saat ada ayat yang memerintahkan gw juga harus dakwah kepada tetangga gw itu kagak salah brow..
    tetapi lu berusaha memaksakan orang untuk mengatakan ada kata “HANYA” walau di dalam dalil tidak ada kata hanya.. lu paksain orang lain agar memahami bahwa gw HANYA ditugaskan berdakwah pada keluarga gw, jika ada dalil yang mengatakan gw harus dakwah kepada tetangga itu salah.. karena lupaksain orang lain untuk memahami ada kata HANYA di dalam dalil padahal kagak ada.. paham lu brow..?!

    begitu juga, pada saat Al Quran berkisah tentang dakwah kepada Bani Quraisy kemudian ada ayat lain bahwa Nabi Muhammad juga berdakwah kepada umat manusia seluruh alam.. seharusnya dengan menggunakan logika memahami ayat di komen gw di atas, tidak bertentangan pada saat Nabi Muhammad juga berdakwah di luar keluarganya (Bani Quraisy) karena memang ada perintah bahwa Nabi Muhammad juga harus berdakwah kepada umat manusia yang lain..
    tetapi lu berusaha paksain orang untuk memahami bahwa ada kata HANYA di dalam dalil, yakni Nabi Muhammad HANYA diutus untuk Bani Quraisy.. paham lu brow..?!

    di sisi lain, saat ada dalil bahwa Yesus itu HANYA diutus untuk Bani Israel saja, padahal sudah jelas2 ada kata HANYA, tetapi lupaksain orang2 untuk memahami bahwa Yesus itu untuk seluruh umat manusia..

    ngarti lu brow..?! bahwa lu sedang menerapkan standar ganda..?! dengan cara NGAWUR dan membabi buta..?! lu kagak ngarti atau pura2 kagak ngarti brow..?! hiks..!!!

    Balas

  12. almubayyin
    Des 20, 2014 @ 01:31:06

    semua komen yang gak fokus ke masalah di atas, tetapi orasi doktrin doank, akan gw hapus.. karena gw kagak demen debat kusir, yakni perang doktrin tanpa nyambung ke masalah yang sedang dibahs.. jelas aturannya ..?!

    Balas

  13. almubayyin
    Des 20, 2014 @ 16:54:50

    bukan ge kagak mau jawab pertanyaan lu, tetapi jika gw layani ratusan pertanyaan lu maka kapan lu berani jawab gw..?!

    gw tahu jurus mabok lu brow.. lu berusaha membuat orang lain sibuk menjawab ratusan bahkan kalo bisa ribuan pertanyaan lu agar lu kagak perlu harus menjawab apa-apa.. paham..?!

    gw kagak mau diskusi kagak fokus tapi melebar gak tentu arah dengan tujuan lu kagak perlu menjawab apa-apa.. semua orang bisa saja mengajukan ribuan pertanyaan, tetapi kagak pernah mau menjawab satupun pertanyaan.. itu licik brow.. ckckck..

    selain itu gw tunggu keberanian lu untuk menjawab tantangan gw di tempat lain, 1 ayat lawan 1 ayat, Bible melawan Al Quran.. gw akan sediakan lapak khusus jika lu berani..

    gw kagak suka main copas, misal langsung lu copas ayat2 Al Quran yang lu anggap kontradiksi kemudian lu suruh gw menjawab semua agar lu kagak menjawab apapun karena gw terlalu sibuk menjawab ribuan pertanyaan lu.. agar adil, 1 lawan 1, satu ayat lawan satu ayat kita bahas tuntas kemudian baru dilanjutkan ke ayat berikutnya.. bagaimana..?! berani bro..?! gw tunggu..

    Balas

    • mehmet
      Des 21, 2014 @ 12:11:24

      Bro katakan :

      jika bener teori lu bahwa wanita tersebut adalah bagian yang hilang dari Israel, tentu saat wanita tersebut memohon pada Yesus, maka Yesus gak akan menolaknya donk.. paham..?!
      “Tetapi Yesus menjawab, ‘Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.’ (non Yahudi).”
      si wanita tersebut bukan dianggap anak2 tetapi dianggap ANJING oleh Yesus.. jika dia bagian dari yang hilang, tentu dia dianggap anak2 yg dimaksud domba yang hilang dari Bani Israel tersebut, sehingga gak perlu ada kata ANJING sebagai penolakan kagak mau memberikan roti atau pengajaran..

      Jawab :

      Jawab : Terimakasih, karena bro bisa memahami dengan baik penjelasan sy. Ok. Justru dengan jawaban ” Aku diutus hanya untuk domba yang hilang dari orang Israel” itu berarti Ia menolak permintaan murid2Nya untuk mengusir wanita itu…sampai disini bisa disimpulkan bahwa Ia mau melayani si wanita ini.
      Sebelum kita lanjutkan, saya ingin bro mengetahui bhw murid2 Yesus ini sedang dalam bimbingan Yesus untuk melengkapi mereka agar siap menginjil sekaligus menolong melakukan penyembuhan orang sakit. Terkait hal ini, ada satu hal yang Yesus akan tekankan kepada murid2Nya yaitu keberhasilan penyembuhan yakni membutuhkan iman/kepercayaan orang yang akan ditolong. Tanpa iman, orang tersebut tak dapat disembuhkan. Kita lihat Yesus mencontohkan kepada para muridNya untuk mendapatkan fakta apakah ada iman yang sungguh2 dalam diri si wanita. Secara sengaja dengan nada kasar dan rasial Yesus menguji kesungguhan iman si wanita, seharusnya si wanita ini akan pergi kalau tidak punya iman yang kuat. Nyatanya tidak. Jawaban si wanita inilah yang Yesus inginkan agar menjadi pelajaran bagi para muridNya. Ada bebarapa kasus penyembuhan oleh Yesus yang dengan jelas Yesus menghubungkannya dengan kata “iman.”
      Ada satu hal dalam doktrin yang bro perlu ketahui yang membedakan antara Islam dengan Kristen. Banyak proses penyembuhan penyakit termasuk yang sudah tidak dapat diobati oleh dokter, termasuk yang terkait mistik yang dapat disembuhkan dengan “iman” kepada Yesus. Itulah sebabnya bro, kalau bro menonton acara TV (atau di acara-acara di lapangan/stadion2)terkait penyembuhan rohani yang dilakukan oleh para penginjil Kristen, mereka meminta dulu pengakuan para pasien atau kalau di TV, para penonton yang sakit diminta untuk mengarahkan tangan ke arah TV sebagai tanda iman/percaya kepada Yesus. Dan mereka yang tidak menunjukkan imannya maka pasti tidak sembuh, sebaliknya yang mengikuti arahan menunjuk tangan maka selalu ada kesembuhan.

      Bro katakan :
      agar debat gak mengarah debat kusir dan melebar gak terarah, maka sekarang gw arahkan dahulu.. sebelum kita lanjutkan debat ini, lu akuin atau kagak bahwa lu salah atas alasan lu di atas..?!

      Jawab :
      Dengan jawaban sy diatas, bro harus paham bhw mengakui sesuai apa yang bro inginkan adalah sebuah kebodohan. Saya paham bhw bro memaksa kesimpulan kayak yang bro mau itu karena bro belum paham dan membaca penjelasan sy.

      Bro katakan :
      jika lu jawab kagak salah, tidak perlu orasi dengan orasi gak jelas lagi tapi fokus pada debat “wanita yang lu anggap anak yang hilang dan kata ANJING dari Yesus”.
      sebutkan argumen lu untuk menyalahkan kalimat gw, cari kata di dalam kalimat gw yg salah di jawab tersebut kemudian seharusnya diganti apa..
      gw kasih garis batasan agar gak melebar ke mana2.. gw sudah membuktikan dari ayat yg ada bahwa wanita tersebut dianggap anjing dan bukan anak2 yang hilang.. ada bantahan..?!

      Jawab :
      Saya sudah fokus sesuai yang bro mau, dan saya sudah berikan argumen dan bantahanya, saya harap bro paham…..

      Balas

      • almubayyin
        Des 22, 2014 @ 02:09:55

        gw kasih batasan, karena sebelumnya lu komen melebar gak tentu arah..

        ok, sekarang lu sudah memahami sebagian uraiana gw, itu sudah bagus.. tetapi ada satu yang belum lu pahami brow, yakni tentang Yesus dan wanita Kanaan..

        perhatikan lengkapnya dari dalil tersebut :

        “Jawab Yesus, ‘Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel’ (hanya kepada bangsa Yahudi).”
        “Kemudian perempuan itu (Perempuan Kanaan) mendekat dan menyembah Dia sambil berkata, ‘Tuhan, tolonglah aku’.”
        “Tetapi Yesus menjawab, ‘Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.’ (non Yahudi).” (Injil – Matius 15: 24-26)

        sebelum Yesus mengatakan ANJING kepada si wanita tersebut sebagai penolakan, dia mengatakan : ‘Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel’
        artinya, si wanita tersebut bukan dianggap “domba yang hilang dari umat Israel”.. betul..?!
        di antara umat Israel ada di antara mereka sebagai domba yang hilang, dan wanita tersebut bukan dari domba yang hilang, walau dia kafir tetapi bukan dari “kafir” di antara Bani Israel..

        Jika saja dia itu kafir, tetapi dari Bani Israel, maka si wanita tersebut pasti akan langsung diterima Yesus karena dia adalah domba yang hilang dari Bani Israel.. paham..?! masuk akal..?!

        gw berharap lu lebih obyektif lagi brow, krn komen lu masih subyektif bukan membahas materi dalil tetapi membahas pengertian sesuai doktrin gereja..

        pahami lagi dari materi ayat Bible dari ucapan Yesus di atas, :
        Jika saja dia itu kafir, tetapi dari Bani Israel, maka si wanita tersebut pasti akan langsung diterima Yesus..

        betul atau salah..?!

        jangan bicara persepsi, silahkan jawab betul atau salah..?! materi kita ke ayat, bukan persepsi.. ingat..?!

        trus lu bicara tentang penyembuhan.. hmmm..
        sebaiknya lu browsing cari yang namanya Hanny Kristianto.. dia penginjil yang menggunakan proses dakwah melalui penyembuhan atas nama Yesus seperti yang lu omongin, tetapi justru pendeta yang dikenal tukang nyembuhin tersebut sekarang sudah masuk Islam..
        silahkan lihat aksi penyembuhan dia sebelum masuk Islam : video : https://www.youtube.com/watch?v=TKAIdtHl0ZM#t=17

        aroma kebohongan dalam proses2 seperti itu sebenarnya sudah berkali-kali terbongkar, dan orang-orang bayaran yang mengaku sakit kemudian sembuh banyak yang sudah berani angkat bicara.. salah satunya bisa baca di : http://hoax-kristen.blogspot.com/2014/02/seorang-pelacur-membongkar-kesaksian.html
        atau di : http://salamdarisangmualaf.blogspot.com/2008/07/kesaksian-mantan-pendeta-yang-menjadi.html

        yah, browsing sendiri deh brow tentang kebohongan2 gereja yang lu belum tahu tentang masalah-masalah kesaksian dan sejenisnya..

  14. mehmet
    Des 22, 2014 @ 10:54:25

    22. Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.”
    23 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: “Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak.”
    24 Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”
    25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: “Tuhan, tolonglah aku.”
    26 Tetapi Yesus menjawab: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”
    27 Kata perempuan itu: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.”
    28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

    Bro, tolong perhatikan kembali ayat2 tsb mulaidari ayat 22, jangan mulai ayat 24 bro. Pd saat wanita Kanaan ini berseru minta tolong(ayat 22), Yesus tidak menjawab(ayat 23). Selanjutnya murid2Nya minta Yesus mengusirnya, kemudian Yesus memberi jawaban kepada mereka yakni ayat 24 yang bro permasalahkan. Jangan diputar bro, akhirnya salah. Ayat-ayat Alkitab itu kronologis bro gak lompat-lompat seperti Alquran….

    Tentang penyembuhan rohani…..seorang penginjil yang mampu menyembuhkan orang, bahkan berbuat mujizat2 dan mengusir setan pun tidak dijamin bahwa ia pasti diselamatkan bro….(baca Matius 7:21). Dari antara mereka pun saya tahu ada yang mampu menyembuhkan dengan ilmu yang diluar kebenaran. Saya jujur mengetakannya bro…..jadi, pernyataan bro bisa saja terjadi. Karena Alkitab pun menyatakan bhw setan mempunyai kuasa membuat apapun di dunia ini, kecuali membangkitkan orang mati ! Dan ada juga penginjil yang menggunakan cara2 setan. Tapi bukan itu fokus saya. Saya hanya menghubungkan pembahasan tentang misi penyembuhan dgn iman terkait metode Yesus memiancing reaksi si wanita ketika Yesus menguji dia, serta aplikasinya dalam penginjilan Kristen.

    Balas

    • almubayyin
      Des 23, 2014 @ 02:47:44

      gw kasih sebuah contoh untuk memudahkan lu brow..

      gw bawa kue dari kantor ke rumah untuk anak gw, saat di tengah jalan gw ketemu ma orang yang sangat ingin kue yang gw bawa.. gw bilang ke dia, kue ini hanya untuk anak gw bukan untuk lu brow.. tetapi karena dia terus memaksa, akhirnya gw kasihan juga kemudian terpaksa gw kasihin juga..

      esensi dari cerita gw adalah, gw sebenarnya membawa kue tersebut hanya untuk anak gw bukan untuk orang tersebut.. gw kasih karena lihat kegigihan dia dan gw kasihan juga lihat dia..

      begitu juga dengan ayat tersebut.. Yesus dengan terus terang mengatakan kepada wanita Kanaan tersebut bahwa dia itu hanya untuk Bani Israel.. akan tetapi karena Yesus kasihan melihat dia, dan anak wanita tersebut kerasukan dan sangat menderita maka akhirnya dia mau mendoakannya..

      kembali ke cerita gw nih ye, untung orang yang minta kue yang gw bawa kagak gw katain “lu anjing” jadi kue ini bukan untuk anjing karena beda anak manusia dengan anjing.. nih kue hanya untuk anak manusia bukan anjing.. bagaimana..?! he he..

      jujur saja, seharusnya lu juga tahu bahwa di dalam pemahaman Yahudi (Yesus juga Yahudi), bahwa selain Yahudi adalah hewan.. yang anak manusia itu hanya Yahudi.. seharusnya lu mengerti ini brow..
      “Hanya orang-orang Yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang non Yahudi bukanlah manusia, melainkan binatang.” (Kerithuth 6b hal.78, Jebhammoth 61a)
      atau ayat2 yg lainnya yg juga pernah gw copas di sini tentang selain Yahudi itu ANJING atau BABI.. Yahudi doank yang manusia..

      ayat Yesus tersebut juga merupakan gambaran dari pengertian HEWAN dan ANAK MANUSIA tersebut.. paham..?!
      semakin hari semakin kebongkar ya rasisme-nya.. hiks..

      kalo masalah penyembuhan, sejak dahulu sampai wali songo mereka juga bisa menyembuhkan.. bahkan kakek gw dulu sering didatangi orang untuk minta didoakan yang akhirnya sembuh dengan ijin Allah.. itu kagak aneh..
      gw kagak heran dengan berbagai penyembuhan, karena pendeta di Shaolin juga bisa, pendeta hindu di Bali juga bisa, atau tetua orang dayak atau Indian pun bisa menyembuhkan..
      jadi gak perlu bicara masalah itu, karena setiap agama atau kepercayaan di antara mereka ada orang2 yang bisa menyembuhkan..

      tuh, banyak orang2 Kristen saat ini yang masih lumpuh, sakit di rumah sakit, sembuhin sono gih.. katanya bisa, berarti di Eropa atau Amerika kagak ada rumah sakit donk..?! khan banyak pendeta, tinggal nyebut Yesus dan buuuzzzhhh wes ewes ewes.. sakitnya hilang..!! cling..!!!

      emang rumah sakit di Eropa dan Amerika dah padhe kosong yah..?! ehemm…

      Balas

      • mehmet
        Jan 14, 2015 @ 07:11:09

        Contoh yang bro kasih itu kan hanya ada 2 pihak, si bapak dan si anak. Sedangkan pihak yang berbicara didalam hikayat ini ada 3. Yesus, si wanita dan para muridNya. Kalau kisah ini hanya memuat pembicaraan si wanita dan Yesus, maka contoh yang bro berikan adalah tepat.
        Untuk mendekati contoh itu, tepatnya kalau sy katakan demikian :
        Suatu ketika si bapak bawa kue, kebetulan ada seorang anak jalanan yang lapar memintanya, tetapi bapak ini tidak menjawabnya. Ada pembantu di belakang bapak yang mengusulkan agar anak jalanan ini diusir saja. kemudian si bapak bilang justru saya bawa kue ini untuk anak2 jalanan ini. Selanjutnya si anak katakan : pak tolonglah aku. Baru kemudian bapak menjawab : tdk patut sy sdiakan utk anak saya tapi sy berikan kpd anjing atau babi(terserah bro lah mana yang palin sadis). Anak ini berusaha lagi dgn mengatakan : tapi sy akan makan remah2 yg jatuh….

        Nah, itulah contoh yang mendekati bro…..
        Sekarang, terkait perkataan Yesus yang tampak diskriminatif….itu dari kacamata bro apalagi orang Jawa yang sangat halus seperti orang Solo….Tapi bagi budaya orang Yahudi (seperti yang bro sebutkan)…itu hal yang biasa saja. Nah, karena peristiwa ini terjadi dalam budaya masyarakat Israel, tentu kita tidak bisa memaksakan bahwa Yesus wajib berbudaya seperti kita. Orang-orang Yahudi di sekitaran Yesus saat itu sedang memata-matai Yesus dan mencari celah hukum untuk membuat Yesus tidak dipercayai lagi oleh orang banyak dan kalau bisa mereka akan menjerat Dia termasuk dengan kata2Nya dan kemudian membunuhNya.. Kalau pernyataan Yesus merupakan sebuah masalah etika apalagi hukum, maka pasti ada komentar dari para Yahudi jahat saat itu, tetapi nyatanya tidak ada sam sekali.

        Terkait penyembuhan, saya tahu disemua budaya dan agama tentu ada upaya penyembuhan dengan ritual versi keyakinan mereka. Tetapi kalau bro menjwb dgn menyinggung wali songo, budha dll berarti bro memperlebar topik…..jangan tudh saya…..
        Saya menyinggung hal itu karena terkait dengan kasus percakapan Yesus dengan wanita tadi khususnya soal “menguji” sejauh mana keyakinan wanita tersebut terhadap kemampuan Yesus dapat menyembuhkan anaknya. Dan terkait kasus ini, Yesus mengajarkan metode penyembuhan kepad murid2Nya didasarkan pada keyakinan. Apakah si wanita benar-benar yakin bahwa Yesus mampu menyembuhkan anaknya. jadi, ia perlu menguji sampai-sampai dengan menyebut kata-kata yang bagi budaya bro terkesan diskriminatif…padahal merupakan hal yang biasa saja di dalam masyarakat setempat.

        Kalau bro menyinggung banyak orang di Eropa dan Amerika yang tdk sembuh, itu karena mereka tidak percaya…itu saja kok repot dipikirin….

      • almubayyin
        Jan 14, 2015 @ 10:03:07

        Salah besar bro..
        contoh yg gw kasih itu ada 3 sesuai cerita dalam bible itu sendiri.. cerita dari Bible adalah, ada Yesus, wanita kanaan dan para murid Yesus yakni para Yahudi.

        “Jawab Yesus, ‘Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel’ (hanya kepada bangsa Yahudi).”
        “Kemudian perempuan itu (Perempuan Kanaan) mendekat dan menyembah Dia sambil berkata, ‘Tuhan, tolonglah aku’.”
        “Tetapi Yesus menjawab, ‘Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.’ (non Yahudi).” (Injil – Matius 15: 24-26)

        menurut contoh sesuai Bible, dengan kisah bapak bawa kue.. si bapak adalah Yesus, si pengemis yang meminta-minta adalah wanita tersebut dan si anak adalah para murid yesus (para Yahudi). ini lebih tepat..

        Si bapak semisal adalah gw sesuai contoh awal :
        gw bawa kue dari kantor ke rumah untuk anak gw, saat di tengah jalan gw ketemu ma orang yang sangat ingin kue yang gw bawa.. gw bilang ke dia, kue ini hanya untuk anak gw bukan untuk lu brow.. tetapi karena dia terus memaksa, akhirnya gw kasihan juga kemudian terpaksa gw kasihin juga..

        Jika pake contoh lu, anehnya justru Yesus mengatakan sesungguhnya kue ini untuk anak jalanan itu.. perhatikan kalimat lu :
        Suatu ketika si bapak bawa kue, kebetulan ada seorang anak jalanan yang lapar memintanya, tetapi bapak ini tidak menjawabnya. Ada pembantu di belakang bapak yang mengusulkan agar anak jalanan ini diusir saja. kemudian si bapak bilang justru saya bawa kue ini untuk anak2 jalanan ini. Selanjutnya si anak katakan : pak tolonglah aku. Baru kemudian bapak menjawab : tdk patut sy sdiakan utk anak saya tapi sy berikan kpd anjing atau babi(terserah bro lah mana yang palin sadis). Anak ini berusaha lagi dgn mengatakan : tapi sy akan makan remah2 yg jatuh….

        perhatikan kalimat :
        Ada pembantu di belakang bapak yang mengusulkan agar anak jalanan ini diusir saja. kemudian si bapak bilang justru saya bawa kue ini untuk anak2 jalanan ini.
        perhatikan lagi kalimat biblenya bro : “Jawab Yesus, ‘Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel’ (hanya kepada bangsa Yahudi para murid Yesus dan bukan wanita kanaan yg meminta-minta).”
        Yesus diutus untuk Bani Israel, artinya kepada orang-orang yang sdg ikut Yesus dan lu beri contoh pembantu itu.. artinya dari kalimat bible itu kita dapatkan arti kue itu untuk si pembantu itu bro, bukan yang sedang minta-minta (anak jalanan).. paham..?! tahu keganjilan kalimatmu..?! hee..?! he he he..

        trus perhatikan lagi kalimatmu : “..tdk patut sy sdiakan utk anak saya tapi sy berikan kpd anjing atau babi(terserah bro lah mana yang palin sadis).”
        berarti di sini ada pembantu dan ada “anak saya”..
        padahal menurut pengertian dalam ayat bible tersebut, kue tersebut bukan untuk diberikan kepada si peminta-minta itu.. hadeeuuhhh..
        trus muncul kata anak, nah “anak saya” itu mewakili siapa bro..?! karena para murid Yesus (Yahudi) sudah diwakili dengan pembantu dalam contoh lu..

        dan dari kalimat lu akan bertentangan dengan isi bible itu sendiri yang berbunyi : ‘Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.’ (non Yahudi).

        menurut kalimat lu, yang tidak patut adalah diberikan kepada “anak saya” tetapi kue itu untuk si anjing (atau babi he he..)..
        padahal menurut bahasa bible, yang tidak patut adalah diberikan kepada “anjing” karena roti tersebut adalah disediakan untuk “anak saya”..
        bingung khan kalo ikut contoh lu..?! hayoo…

        tahu ketidak benaran kalimat lu bro..?! he he..
        paling tepat adalah contoh gw bukan..?! roti untuk anak gw, gw bawa khusus untuk anak gw.. tapi di tengah jalan diminta-minta.. trus gw bilang nih kue bukan untuk lu (anjing), tapi nih kue untuk anak gw..
        tapi karena kasihan ma si pengemis, maka akhirnya gw kasih juga dia..

        hayoo.. bener yang mana..?! he he..

        Dalam pengertian Yahudi, selain Yahudi adalah hewan dan bukan manusia.. sehingga diperbolehkan berbuat apapun :

        “Hanya orang-orang Yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang non Yahudi bukanlah manusia, melainkan binatang.” (Kerithuth 6b hal.78, Jebhammoth 61a)
        “Orang-orang non-Yahudi harus dijauhi, bahkan lebih daripada babi yang sakit.” (Orach Chaiim 57, 6a)
        “Setiap orang Yahudi boleh menggunakan kebohongan dan sumpah palsu untuk membawa seorang non-Yahudi kepada kejatuhan.” (Babha Kama 113a)
        “Kepemilikan orang non-Yahudi seperti padang pasir yang tidak dimiliki; dan semua orang (setiap Yahudi) yang merampasnya, berarti telah memilikinya.” (Talmud IV/3/54b)
        “Walaupun Tuhan menciptakan orang non Yahudi mereka tetap merupakan binatang dalam bentuk manusia. Seeorang tidak menjadi Yahudi kecuali untuk dilayani oleh binatang, karena itu dia akan dilayani, oleh binatang dalam bentuk manusia“ – Midrasch Talpiot, p.255, Warsaw 1855

        atau banyak kalimat yanglainnya.. intinya, membedakan manusia dengan hewan adalah sebuah diskriminatif dan jahat.. ingat saat beberapa pesepakbola yang berkulit hitam, kemudian para penonton melakukan gerakan seperti hewan..?! tidak perlu orang jawa, tidak perlu orang solo, semua dunia akan mengecamnya.. betul.?!

        dalam bahasa atau tradisi apapun, jika ada tradisi yang mengagungkan ras mereka kemudian menghinakan ras yang lain, menganggap ras mereka yang manusia dan ras yang lain adalah binatang, ini adalah sebuah kejahatan.. tidak perlu nunggu orang jawa atau solo yang halus untuk menilai bro..
        semua budaya yg ada di dunia ini akan menolaknya..

        hebatnya, Yesus membedakan antara Yahudi dan non Yahud seperti anak-anak adalah Yahudi dan anjing adalah untuk non Yahudi.. apapun itu, membandingkan antara manusia dan binatang adalah diskriminasi..betul..?!

        Oh, banyak tuh orang-orang yang sakit adalah orang-orang yang percaya ma Tuhannya.. tuh para pendeta, pastor dan sejenisnya yang membaktikan dirinya untuk Tuhannya, mereka padhe masuk rumah sakit..
        Tetangga gw yang penginjil dan taat banget pada agamanya serta rajin kegiatan dakwah dan doanya, kalo sakit masuk rumah sakit tuh bro.. ha ha ha.. cp d..

        gw bukan mo OOT dengan membawa2 cerita pengobatan di agama lain yg ada saat ini, tetapi karena lu bawa2 percaya ma Tuhan lu akan sembuh dari sakit dan kemudian lu kasih contoh pengobatan2 para pendeta yang ada jaman sekarang.. gw juga balas bilang, semua agama juga bisa bilang begitu bro..
        dan gw juga sudah beritakan pada lu, salah seorang pendeta yang ahli pengobatan dengan doa seperti itu saat ini telah masuk Islam dan bertobat karena tahu kesalahan2 dia saat jadi pendeta..
        banyak yg akhirnya buka suara, bahwa pengobatan2 yg dilakukan oleh para pendeta saat ini adalah penipuan.. dan yang membongkar adalah juga mantan pendeta tersebut atau pmantan pasien jadi-jadian..

        Nah jika lu hubung-hubungkan dengan pengobatan gereja sekarang seperti di komen sebelumnya, maka gw juga akhirnya bisa kasih tahu lu bahwa sekarang yang bisa seperti itu bukan hanya para pendeta di gereja lu doank khoq.. dalam agama lain ada banyak juga..
        Jika lu membatasi cerita hanya dalam cerita Bible itu saja, cerita tentang Yesus, maka gw kagak akan masalahkan dengan memberikan contoh pengobatan2 di agama lain yg ada saat ini.. paham..?!

  15. mehmet
    Jan 20, 2015 @ 12:19:50

    Begini bro, gak usah panjang2…tolong bro koreksi dulu alquran bro….perhatikan Qs. 8 :55. Dalam Islam, yang namanya beriman hanyalah muslim. Yang nonmuslim adalah kafir dan tidak beriman. Nah, apa sebutan Allah Alquran bagi mereka ? BINATANG YANG SEHINA-HINANYA ! Jadi, siapa yang diskriminasi ?

    Balas

    • almubayyin
      Jan 21, 2015 @ 03:01:04

      ha ha ha..
      lu tahu kafir itu dari kata apa bro..?
      kata kerja kafir adalah kufur, yakni perbuatan menutup-nutupi, dan pelakunya itu disebut kafir.
      dalam hal agama mereka disebut kafir karena perbuatannya menutup-nutupi kebenaran. Para petani juga disebut kafir di QS Al Hadiid;20, karena pekerjaan petani adalah membuka lobang untuk memasukkan bibit dan kemudian “menutupi” lubang tersebut dgn tanah lagi. Di dlm ayat tersebut petani disebut dengan kata “alkuffaar” bentuk jama’ dari kata “kafir”..

      Untuk masalah agama, kafir itu berarti menutup-nutupi kebenaran. Mneurut gw Islam adalah kebenaran, dan orang yg menutup-nutupi kebenaran yg gw anggap benar yakni Islam maka gw sebut mereka adalah kafir. it’s no problem bro..

      Seperti juga Bible berbicara tentang orang-orang yang tidak mengenal Allah disebut kafir, buka Bilangan 23:9 “Sebab dari puncak gunung-gunung batu aku melihat mereka, dari bukit-bukit aku memandang mereka. Lihat, suatu bangsa yang diam tersendiri dan tidak mau dihitung di antara bangsa-bangsa kafir.”

      Di dlam Islam tidak ada untuk menyebut orang kafir dengan panggilan “HEWAN”. Mungkin yang lu maksud sebuah perumpamaan orang-orang yg mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu “kal an’am” yang berasal dari kata “ka = seperti” dan kata “al-an’am = hewan ternak”. Bukankah hewan ternak itu punya mata tetapi bukan untuk melihat kekuasaan Allah sehingga mereka beriman pada Allah, punya telinga tetapi tidak dipergunakan untuk selalu mendengar ayat-ayat Allah untuk meningkatkan iman mereka..?!
      Itu kalimat perumpamaan brow, karena menggunakan kata “ka = seperti/laksana/seumpama”, dan bukan perintah untuk menyebut kafir dengan sebutan ANJING, BABI, SAPI dan sebagainya. paham..?!

      Kalimat perumpamaan khan juga banyak tuh ditemui di Bible juga, seperti contoh neh :

      Kidung 7 (2) Pusarmu seperti cawan yang bulat, yang tak kekurangan anggur campur. Perutmu timbunan gandum, berpagar bunga-bunga bakung.
      (3) Seperti dua anak rusa buah dadamu, seperti anak kembar kijang.
      (4) Lehermu bagaikan menara gading, matamu bagaikan telaga di Hesybon, dekat pintu gerbang Batrabim; hidungmu seperti menara di gunung Libanon, yang menghadap ke kota Damsyik.
      (5) Kepalamu seperti bukit Karmel, rambut kepalamu merah lembayung; seorang raja tertawan dalam kepang-kepangnya.
      (6) Betapa cantik, betapa jelita engkau, hai tercinta di antara segala yang disenangi.
      (7) Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan buah dadamu gugusannya.
      (8) Kataku: “Aku ingin memanjat pohon korma itu dan memegang gugusan-gugusannya Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan nafas hidungmu seperti buah apel.

      Nah, tuh banyak sekali Bible juga menggunakan kalimat dengan kata “seperti” atau “seumpama”.. namanya juga hanya permisalan, itu seumpama doank.. bukan beneran khan..?! ha ha..
      hadeeuuhh.. khoq jadi hot gene ceritanya yaa..

      Balas

  16. mehmet
    Feb 05, 2015 @ 06:54:44

    Di dlam Islam tidak ada untuk menyebut orang kafir dengan panggilan “HEWAN”.

    jawab :
    Ini dia buktinya :

    QS 8:55 Sesungguhnya binatang yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir,

    Jangan bro mengelak dengan menyamakan kalimat bergaya personifikasi dalam Alkitab. Ayat ini bukanlah personifikasi yang merupakan sebuah ibarat, atau perumpamaan yang tidak sungguhan, tetapi ayat ini diawali dengan kata “sesungguhnya” yang artinya adalah “benar-benar”………….jadi orang-orang kafir(yang pasti Alquran menggolongkan nonmuslim sebagai kafir) adalah “binatang paling buruk”………..dan masyarakat Islam terutama negara2 di timur tengah, mendidik anak2 mereka untuk menganggap non muslim sebagai anjing, babi atau kera. Karena mereka sangat mengerti bahwa dalam bahasa Arab “binatang yang paling buruk” itu adalah 3 binatang tersebut.

    Dimanakah benarnya slogan Islam sebagai rahmat semesta ?

    Jadi, Allah Alquran menyebut nonmuslim kayak itu, kok bro mau protes kalau pernyataan Yesus ?

    Balas

    • almubayyin
      Feb 07, 2015 @ 19:13:00

      ha ha ha..
      pahami dulu bahasa Arabnya bro.. gw kasih tahu deh bahasa aslinya ya :
      inna syarrad dawaabi ‘indallahi alladziina kafaaru fa hum laa yu’minuun..

      sedangkan yang lu sebutkan sbg binatang itu adalah kata : “ad-dawaab”.. jika lu jujur, lu pasti ambil dari terjemahan Depag, padahal diterjemahan depag itu sebenarnya ada tanda kurung (makhluq)..

      Lafal dawaab ‘makhluk melata’ ini meliputi manusia dengan segala sesuatunya, karena mereka melata atau merayap di muka bumi. Tetapi, penggunaannya lebih banyak untuk binatang.

      Jika tidak percaya silahkan buka :

      https://books.google.co.id/books?id=0D_mAIJ0wLkC&pg=PA57&lpg=PA57&dq=dawaab+meliputi+semua+makhluk&source=bl&ots=qMDxo99IuK&sig=uzS6XGZw8w5WOGrx7irgZOT-1KQ&hl=en&sa=X&ei=8VrWVKDoEJCyuATPjQE&redir_esc=y#v=onepage&q=dawaab%20meliputi%20semua%20makhluk&f=false

      http://www.eramuslim.com/peradaban/tafsir-zhilal/seburuk-buruk-makhluk-dalam-pandangan-allah.htm

      https://adjhis.wordpress.com/page/249/

      http://keajaiban-quran.blogspot.com/2013/05/v-behaviorurldefaultvmlo.html

      Itu adalah tafsir dari QS 8;55 tersebut. Karena arti dawaab selain termasuk manusia juga bisa berarti binatang, maka sebagian penterjemah menggunakan kata binatang, karena sesuai ayat yg gw pernah terangkan bahwa mereka “kal an’am” yakni seperti hewan ternak..

      Nah, oleh karena itu diterjemahan Depag selain ada kata binatang, ditambahkan di dalam kurung (makhluq) karena memang arti dawaabun itu secara umum adalah makhluq melata (berjalan) dimuka bumi ini. Menurut QS An Nur;45 disebutkan makhluq melata itu ada yang berjalan dengan perutnya, dengan dua kaki dan ada yang dengan 4 kaki. Dan manusia juga termasuk di dalamnya.

      Jelas bukan..?! bahwa ayat yang lu sebut sebenarnya bukan mutlak berarti binatang, karena manusia itu juga masuk dalam kategori dawaabun. Akan tetapi karena di ayat lain orang kafir itu “seperti hewan”, yang punya qolbun tidak digunakan untuk memahami ayat2 ALlah, punya telinga tidak digunakan untuk mendengar ayat2 Allah dsb.. sehingga kemudian diterjemahan dimasukkan kata binatang, tetapi diberi tanda kurung (makhluq) karena makna sesunguhnya adalah memang makhluq yang di dalamnya termasuk manusia.

      Bedanya dengan Yesus adalah, menyebut wanita yang ingin menjadi murid Yesus dan beriman pada Yesus sebagai binatang, hanya karena mereka bukan Yahudi.Melihat RAS, dan bukan iman. Jika yang datang pada Yesus adalah orang Israel, maka Yesus kagak bakal menyebut kata ANJING. Karena memang Yesus itu untuk Yahudi saja sesuai ucapannya sendiri :
      Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel

      Kemudian Yesus memilah dengan menerangkan bahwa yang disebut anak adalah orang Israel, sedangkan anjing adalah selain Israel. Hal ini ditegaskan setelah kalimat yang menerangkan bahwa dia diutus untuk orang Israel di atas dengan kalimat :
      “Tetapi Yesus menjawab, ‘Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak (orang Israel)dan melemparkannya kepada anjing (non Israel).’

      Sedangkan di dalam Islam, manusia yang masih mau mendengar dan ingin beriman dari bangsa apapun mereka gak mungkin disebut anjing.. Adapun yang dimisalkan seperti binatang adalah memang orang2 yang gak mau dan menolak untuk beriman.. karena ayat yang lu copas di atas itu sebab2 turunnya (asbabun nuzul) adalah :

      Said bin Jubair r.a. memaparkan, bahawa kedua-dua (QS 8;55-56) ayat ini diturunkan sehubungan dengan enam golongan kaum Yahudi yang sangat kufur. Mereka sentiasa mengingkari janji, setelah janji itu disepakati. Di antara keenam golongan itu, di antaranya Bani Quraizah.” (Hadis Riwayat Abu Syaikh. Lihat Qurthubi : 4/2597).

      Jelas khan bedanya..?!
      Kalo Yesus mengatakan ANJING karena mereka bukan Yahudi, sedangkan Al Quran menerangkan orang kafir (tidak membedakan RAS) mereka “laksana” hewan karean punya telinga tidak mau mendengar ayat2 Allah dst.. jelas bro..?! hiks..

      Balas

  17. mehmet
    Feb 09, 2015 @ 01:33:12

    Karena Alquran Depag itu adalah resmi dikeluarkan oleh pemerintah kita dan selama ini tidak ada yang mengkritik terjemahannya, artinya semua muslim setuju dgn terjemahannya (kecuali bro)….maka sy berpegangan dengan apa yang diterjemahkan oleh Alquran Depag. Hal ini juga yang bro lakukan, bro lebih berpegang dengan 2 ayat berbeda tentang umur Ahazia ketika menjadi raja, dibandingkan dengan 2 ayat yang menyatakan umur yang sama -dalam naskah Alkitab tertua yg belakangan ditemukan yakni Septuaginta- ketika Ahazia menjadi raja……………

    Balas

    • vee3
      Feb 10, 2015 @ 01:38:02

      bro mehmet

      إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللَّهِ الَّذِينَ كَفَرُوا فَهُمْ لا يُؤْمِنُونَ

      ni terjemahan dari depag:

      http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_Tafsir.asp?pageno=3&SuratKe=8

      “Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang kafir, karena mereka itu tidak beriman.” (QS. 8:55)

      sdg yg lu tulis
      QS 8:55 Sesungguhnya binatang yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir,

      ngerti ga bedanya?

      Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: