Menjawab Tuduhan Misionaris Tentang Bunuh Diri

 
Para misionaris Kristen tukang fitnah seperti kebiasaan mereka yang suka menyebarkan fitnah, mereka membuat fitnah dengan mengajukan permasalahan tentang bunuh diri, bahwa bunuh diri itu dianjurkan di dalam Islam. Mereka memelintir maksud ayat-ayat di bawah ini :

وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ أَنِ اقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ أَوِ اخْرُجُوا مِنْ دِيَارِكُمْ مَا فَعَلُوهُ إِلَّا قَلِيلٌ مِنْهُمْ وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا

Dan sesungguhnya KALAU Kami perintahkan kepada mereka, “Bunuhlah diri kalian atau keluarlah kalian dari kampung kalian,” niscaya mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka) (QS An Nisaa;66)

 
JAWAB :

perhatikan kata وَلَوْ dan “KALAU” atau “SEANDAINYA”, silahkan cek bahasa arabnya ya.. ini kalimat pengandaian cuy..

perhatikan sebab-sebab adanya ayat tersebut terlebih dahulu jika mau memahami sebuah ayat :

قَالَ ابْنُ جَرِيرٍ: حَدَّثَنِي الْمُثَنَّى، حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ، حَدَّثَنَا أَبُو زُهَيْرٍ عَنْ إِسْمَاعِيلَ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ السَّبِيعِيِّ، قَالَ: لَمَّا نَزَلَتْ: {وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ أَنْ اقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ أَوْ اخْرُجُوا مِنْ دِيَارِكُمْ مَا فَعَلُوهْ إِلَّا قَلِيلٌ [مِنْهُمْ]} الْآيَةَ، قَالَ رَجُلٌ: لَوْ أُمِرْنَا لَفَعَلْنَا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانَا. فَبَلَغَ ذَلِكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: “إِنَّ مِنْ أُمَّتِي لَرِجَالًا الْإِيمَانُ أَثْبَتُ فِي قُلُوبِهِمْ مِنَ الْجِبَالِ الرَّوَاسِي”
Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Al-Musanna, telah menceritakan kepadaku Ishaq, telah menceritakan kepada kami Al-Azar, dari Ismail, dari Abu Ishaq As-Zubai’i sehubungan dengan firman-Nya: Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka, “Bunuhlah diri kalian.'” (An-Nisa: 66), hingga akhir ayat. Bahwa tatkala ayat ini diturunkan, ada seorang lelaki mengatakan, “Sekiranya kita diperintahkan untuk itu, niscaya kami benar-benar akan melakukannya, tetapi SEGALA PUJI BAGI ALLAH YANG TELAH MENYELAMATKAN KITA DARI PERINTAH ITU.” Ketika hal tersebut sampai kepada Nabi Saw., maka beliau Saw. bersabda: Sesungguhnya di antara umatku benar-benar terdapat banyak lelaki yang iman di dalam hati mereka lebih teguh lagi lebih kokoh daripada gunung-gunung yang terpancangkan dengan kokohnya.

Jadi itu kalimat pengandaian dan ternyata tidak diperintah seperti itu.. baca lagi ya penjelasan ttg ayat itu, untuk apa ayat tersebut ada.. jelas ?!

BACA YG GW KASIH HURUF BESAR.. ARTINYA TERNYATA PERINTAH ITU TIDAK ADA, SEKEDAR PENGANDAIAN ALIAS JIKA ADA PERINTAH ITU, TAPI PERINTAH ITU KAGAK.. PAHAM CUY ?

Ayat berikutnya yang mereka ajukan adalah :

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ إِنَّكُمْ ظَلَمْتُمْ أَنْفُسَكُمْ بِاتِّخَاذِكُمُ الْعِجْلَ فَتُوبُوا إِلَىٰ بَارِئِكُمْ فَاقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ عِنْدَ بَارِئِكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ ۚ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

________________________________________
Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”.
JAWAB :

Memang dasar tukang fitnah, maka bunyi ayat secara menyeluruh tidak mau dibaca, tetapi yang dibesar-besarkan hanya kalimat tentang perintah bunuh diri. Ingatlah wahai tukang fitnah, bahwa ayat tersebut adalah ayat yang disampaikan Musa kepada kaum Yahudi dari suku Lewi, yang mana hukuman bagi mereka saat itu adalah membunuh diri mereka sendiri. Bunuh diri itu adalah hukuman, apakah perlu diulang lagi..?! Bunuh diri dalam ayat tersebut adalah hukuman bagi kaumnya Musa sebagai tanda pertobatan mereka. Jelas bukan..?!

Baca kalimat وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ (Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya ), itu adalah ucapan Musa untuk kaumnya bung.

Mari kita belajar tafsir Al Quran, apa yang dimaksud dengan فَاقْتُلُواأَنْفُسَكُمْ (bunuhlah diri kalian) dan bagaimana cara bunuhlah diri kalian tersebut :

قَالَ السُّدِّيُّ فِي قَوْلِهِ : ( فَاقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ) قَالَ : فَاجْتَلَدَ الَّذِينَ عَبَدُوهُ وَالَّذِينَ لَمْ يَعْبُدُوهُ بِالسُّيُوفِ ، فَكَانَ مَنْ قُتِلَ مِنَ الْفَرِيقَيْنِ شَهِيدًا ، حَتَّى كَثُرَ الْقَتْلُ ، حَتَّى كَادُوا أَنْ يَهْلِكُوا ، حَتَّى قُتِلَ بَيْنَهُمْ سَبْعُونَ أَلْفًا ، وَحَتَّى دَعَا مُوسَى وَهَارُونُ : رَبَّنَا أَهْلَكْتَ بَنِي إِسْرَائِيلَ ، رَبَّنَا الْبَقِيَّةَ الْبَقِيَّةَ ، فَأَمَرَهُمْ أَنْ يَضَعُوا السِّلَاحَ وَتَابَ عَلَيْهِمْ

Assuddi mengatakan bahwa ketika diperintah: Faq tulu an-fusakum, maka masing-masing bunuh membunuh dengan pe¬dang, maka yang terbunuh dianggap mati syahid, sehingga banyak yang terbunuh, dan ketika yang terbunuh telah mencapai tujuh puluh ribu Nabi Musa dan Harun berdoa:”Ya Tuhan, Engkau telah membina’sakan Bani Israil. Ya, Tuhan saya minta maaf kepadaMu yang sisa”.Maka mereka diperintah untuk meletakkan senjata dan Al¬lah berkenan menerima tobat mereka.

وَقَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ : لَمَّا رَجَعَ مُوسَى إِلَى قَوْمِهِ ، وَكَانَ سَبْعُونَ رَجُلًا قَدِ اعْتَزَلُوا مَعَ هَارُونَ الْعِجْلَ لَمْ يَعْبُدُوهُ . فَقَالَ لَهُمْ مُوسَى : انْطَلِقُوا إِلَى مَوْعِدِ رَبِّكُمْ . فَقَالُوا : يَا مُوسَى ، مَا مِنْ تَوْبَةٍ ؟ قَالَ : بَلَى ، ( فَاقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ عِنْدَ بَارِئِكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ ) الْآيَةَ ، فَاخْتَرَطُوا السُّيُوفَ وَالْجُرَزَةَ وَالْخَنَاجِرَ وَالسَّكَاكِينَ . قَالَ : وَبَعَثَ عَلَيْهِمْ ضَبَابَةً . قَالَ : فَجَعَلُوا يَتَلَامَسُونَ بِالْأَيْدِي ، وَيَقْتُلُ بَعْضُهُمْ بَعْضًا . قَالَ : وَيَلْقَى الرَّجُلُ أَبَاهُ وَأَخَاهُ فَيَقْتُلُهُ وَلَا يَدْرِي . قَالَ : وَيَتَنَادَوْنَ [ فِيهَا ] : رَحِمَ اللَّهُ عَبْدًا صَبَّرَ نَفْسَهُ حَتَّى يَبْلُغَ اللَّهَ رِضَاهُ ، قَالَ : فَقَتْلَاهُمْ شُهَدَاءُ ، وَتِيبَ عَلَى أَحْيَائِهِمْ ، ثُمَّ قَرَأَ : ( فَتَابَ عَلَيْكُمْ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ )

Abdurrahman bin Zaid bin Aslam mengatakan bahwa keti¬ka Musa telah kembali kepada kaumnya dan ada tujuh puluh yang tinggal bersama Nabi Harun tidak ikut menyembah lembu maka Nabi Musa berkata, “Marilah kalian pergi menepati janji Allah”. Mereka bertanya, “Ya Musa, apakah ada tobatnya?” Jawabnya, “Ya, bunuhlah dirimu, itulah yang baik di sisi Tu-hanmu”. Maka mereka segera menghunus pedang, parang, rencong dan pisau. Kemudian Allah menurunkan awan gelap di atas mereka, sehingga masing-masing menyentuh dengan tangannya dan bunuh membunuh, seorang membunuh ayah atau saudaranya sedang ia tidak mengetahui, dalam hal itu mereka berdoa, “Semoga Allah merahmati kepada orang yang sabar melaksanakan perintah Tuhan untuk mencapai rida-Nya, “Maka orang yang mati dianggap syahid sedang yang masih hidup diterima tobatnya, kemudia membaca :” Sesungguhnya Dialah Yang Maha penerima taubat lagi Maha penyayang “.

Coba buka mata lebar-lebar, kemudian baca ayat-ayat di Biblenya kembali, bahwa di Bible yang gak mereka baca itu ada perintah Musa untuk untuk membunuh diri mereka yang akhirnya menewaskan sekitar 3.000 orang Lewi. Coba baca lagi ayat di bawah ini tentang perintah musa tersebut :

“Maka berdirilah Musa di pintu gerbang perkemahan itu serta berkata: “Siapa yang memihak kepada Tuhan datanglah kepadaku!” Lalu berkumpullah kepadanya seluruh bani Lewi. Berkatalah ia kepada mereka: “Beginilah firman Tuhan, Allah Israel: Baiklah kamu masing-masing mengikatkan pedangnya pada pinggangnya dan berjalanlah kian ke mari melalui perkemahan itu dari pintu gerbang ke pintu gerbang, dan biarlah masing-masing membunuh saudaranya dan temannya dan tetangganya. Bani Lewi melakukan seperti yang dikatakan Musa dan pada hari itu tewaslah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu” (Keluaran 32: 26-28, selengkapnya baca ayat 1-35 tentang kisah “Anak Lembu Emas”).

Sama bukan cara hukumannya ?! Dengan menyabetkan pedang di antara mereka ke sana ke mari hingga saling terbunuh di antara mereka ?!

Lupa baca Bible-nya ya ?! sehingga terlanjur mencaci Al Quran, padahal hal tersebut ada di dalam Biblenya.. ckckck…
Mata tertutup dengan api kebencian, sehingga buta terhadap kebenaran.. hhmmm..

Kemudian ada juga yang mengajukan sebuah hadits yang bercerita tentang seorang shahabat Nabi yang menerjang musuh walau dia tahu dia akan mati seperti berikut ini :

Hadis As-Sunan Al-Kubra oleh Al-Bayhaqi (9/100):
Al Bayhaqi bercerita, “Ash-Shafi’i berkata, “Salah seorang Ansar terlambat datang ketika terjadi pembantaian para sahabat dekat sumur Ma’unah. Di saat dia tiba, burung2 nasar sudah memakani bangkai teman2 Muslimnya. Dia berkata pada ‘Amr ibn Umayyah: “Aku akan maju menyerbu para musuh, agar mereka membunuhku. Aku tak mau ditinggal hidup sedangkan sahabat2 kita terbunuh.” Dia lalu melakukan apa yang dikatakannya, dan dia pun mati. Ketika ‘Amr ibn Umayyah (satu2nya yang masih hidup) menyampaikan pada Nabi Allah kejadian tersebut, Nabi Allah memuji perbuatan orang Ansar tersebut dan lalu bertanya pada ‘Amr ibn Umayyah: “Dan mengapa kamu tidak ikut menyerbu musuh bersamanya?”

Mengapa mereka lupa bahwa ada cerita semakna yang mendapat restu Tuhan Bible juga, seperti kisah si Samson :

untuk mati menerjang musuh seperti hadits baihaqi di atas, itu sama dengan kisah Samson juga koq :

Hakim-Hakim 16, 26-31

16:26 Berkatalah Simson kepada anak yang menuntun dia: “Lepaskan aku dan biarkanlah aku meraba-raba tiang-tiang penyangga rumah ini, supaya aku dapat bersandar padanya.”
16:27 Adapun gedung itu penuh dengan laki-laki dan perempuan; segala raja kota orang Filistin ada di sana, dan di atas sotoh ada kira-kira tiga ribu orang laki-laki dan perempuan, yang menonton lawak Simson itu.
16:28 Berserulah Simson kepada TUHAN, katanya: “Ya Tuhan ALLAH, ingatlah kiranya kepadaku dan buatlah aku kuat, sekali ini saja, ya Allah, supaya dengan satu pembalasan juga kubalaskan kedua mataku itu kepada orang Filistin.”
16:29 Kemudian Simson merangkul kedua tiang yang paling tengah, penyangga rumah itu, lalu bertopang kepada tiang yang satu dengan tangan kanannya dan kepada tiang yang lain dengan tangan kirinya.
16:30 Berkatalah Simson: “Biarlah kiranya aku mati bersama-sama orang Filistin ini.” Lalu membungkuklah ia sekuat-kuatnya, maka rubuhlah rumah itu menimpa raja-raja kota itu dan seluruh orang banyak yang ada di dalamnya. Yang mati dibunuhnya pada waktu matinya itu lebih banyak dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya.
16:31 Sesudah itu datanglah ke sana saudara-saudaranya dan seluruh keluarganya, mereka mengangkat dia dan membawanya dari sana, lalu menguburkannya di antara Zora dan Esytaol di dalam kubur Manoah, ayahnya. Dia memerintah sebagai hakim atas orang Israel dua puluh tahun lamanya.

tuh, si Samson bunuh diri dengan merobohkan tiang, dia mati dan dan musuh dia juga mati.. saat kekuatan dia sudah hilang karena rambutnya dipotong, maka dia berdoa pada Tuhan agar diberi kekuatan sekali ini saja untuk merobohkan tiang2 sehingga semua bisa mati bersama termasuk dirinya.. dan Tuhan menyetujui dengan cara mengabulkan doa Samson itu, termasuk Samson juga ikut MATI.. jelas bukan ?

Gajah di pelupuk mata tidak kelihatan, akan tetapi semut di seberang samudera akan jelas kelihatan. “Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?” (Matius 7:3). Jawabannya sangat mudah, karena tujuan mereka sebenarnya sudah sangat jelas yakni misi pemurtadan, misi mencaci maki, misi menebar kebencian dll.. benar-benar sangat jelas bukan..?!

Larangan bunuh diri di dalam Islam :

وَلا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. An Nisa’: 29).

الْكَبَائِرُ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِوَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَقَتْلُ النَّفْسِ وَالْيَمِينُ الْغَمُوسُ

“(Di antara) dosa-dosa besar adalah: Berbuat syirik terhadap Allah, durhaka terhadap kedua orang tua, membunuh diri, dan sumpah palsu.”([HR Al Bukhari (6675))

مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَيْءٍ في الدُّنْيا عُذِّبَ بِهِ يَوْمَ الْقِيامَةِ

“Siapa yang membunuh dirinya dengan cara tertentu di dunia maka dia akan disiksa pada hari kiamat dengan cara yang sama.” (HR. Ahmad 16041 dan Muslim 164)