Kajian Tentang Syaithon Dibelenggu

Sedikit mudzakarah tentang makna syaithon dibelenggu di bulan Ramadhan. Karena sering muncul pertanyaan, “Katanya di bulan Ramadhan syaithon dibelenggu, tetapi khoq masih banyak kemaksiatan terjadi di bulan itu yaa..?! Masih ada yang bisa kerasukan jin di bulan itu..”.Maka diperlukan sebuah penjelasan yg ilmiah disertai dalil-dalil yang ada mengenai hal tersebut.

Mari kita kaji bersama hal tersebut, dengan terlebih dahulu menyimak hadits2 yang menjelaskan mengenai syaithon dibelenggu agar mendapatkan pengertian yang benar.

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ
“Apabila datang Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan syaithon- syaithon dibelenggu.” (HR. Bukhari no. 1899 dan Muslim no. 1079)

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:
إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِرَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ. وَفُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ، وَيُنَادِي مُنَادٍ: يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ، وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ، وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ، وَ ذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ
“Apabila datang awal malam dari bulan Ramadhan, syaithon- syaithon dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tidak ada satu pintupun yang terbuka, sedangkan pintu-pintu surga dibuka tidak ada satu pintupun yang ditutup. Dan seorang penyeru menyerukan: ‘Wahai orang yang menginginkan kebaikan kemarilah. Wahai orang-orang yang menginginkan kejelekan tahanlah.’ Dan Allah (SWT) memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka, yang demikian itu terjadi pada setiap malam.” (HR. At-Tirmidzi dalam Sunan-nya no. 682 dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya no. 1682)

Jika saja kita mau menyimak dua hadits di atas, sebenarnya dua hadits tersebut saling menjelaskan dan saling melengkapi serta sudah memberikan pengertian tentang syaithon yang dibelenggu.

Akan tetapi sebelum kita kupas hadits tersebut dengan lebih dalam, untuk lebih jelasnya marilah kita pelajari dan ketahui terlebih dahulu makna syaithon yang sebenarnya. Agar kita mengetahui pengertian dalam Islam ada beberapa jenis syaithon dan syaithon jenis mana yang dibelenggu.

Syaithon itu sifat, berasal dari kata “Syathona-yasythunu”, yang artinya jauh, lawan dari dekat. Maksudnya, ia jauh dari kebenaran dan rahmat Allah. Ada juga yang mengatakan bahwa syaithon berasal dari kata “Syatho-yasythu”, yang artinya hancur atau binasa. Imam al-Azhari rahimahulloh (370 H) berkata, “Pendapat yang pertama adalah pendapat mayoritas ulama’.” (Lihat Kamus Tahdzibul Lughoh dan Lisanul Arob).

Jadi siapa saja yang jauh dari kebenaran dan rahmat Allah, dialah syaithon tersebut. Dan siapa saja yang mengalami kehancuran dan kebinasaan hidup di dunia dan akhirat karena ketidaktaatannya pada Allah, dialah syaithon. Dari pengertian tersebut, maka kita akan memahami makna yang terkandung di dalam Al Quran :

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الإنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaithn-syaithon (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (Al-An’am: 112)

Bagaimana tafsir yang ada tentang ayat di atas..?! mari kita simak bersama-sama :

(Dalam ayat ini) Allah menjadikan setan dari jenis manusia, seperti halnya setan dari jenis jin. Dan hanyalah setiap yang durhaka disebut setan, karena akhlak dan perbuatannya menyelisihi akhlak dan perbuatan makhluk yang sejenisnya, dan karena jauhnya dari kebaikan. (Tafsir Ibnu Jarir, 1/49)

Ibnu Katsir menyatakan bahwa syaithan adalah semua yang keluar dari tabiat jenisnya dengan kejelekan (Tafsir Ibnu Katsir, 2/127). Lihat juga Al-Qamus Al-Muhith (hal. 1071). Ibnu Katsir juga mengutip sebuah hadits dari Al-Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Dzar radhiallahu ‘anhu, ia berkata: Aku datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau berada di masjid. Akupun duduk. Dan beliau menyatakan: “Wahai Abu Dzar apakah kamu sudah shalat?” Aku jawab: “Belum.” Beliau mengatakan: “Bangkit dan shalatlah.” Akupun bangkit dan shalat, lalu aku duduk. Beliau berkata: “Wahai Abu Dzar, berlindunglah kepada Allah dari kejahatan setan manusia dan jin.” Abu Dzar berkata: “Wahai Rasulullah, apakah di kalangan manusia ada setan?” Beliau menjawab: “Ya.”
Ibnu Katsir menyatakan setelah menyebutkan beberapa sanad hadits ini: “Inilah jalan-jalan hadits ini. Dan semua jalan-jalan hadits tersebut menunjukkan kuatnya hadits itu dan keshahihannya.”

Ternyata, syaithon bukan hanya dari kalangan makhluq yg ghaib, yang tidak tampak oleh mata kita, yaitu jenis jin, akan tetapi ada juga dari syaithon dari jenis manusia. Silahkan simak ayat yang lain lagi :

الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ . مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ
“Dari kejahatan (bisikan) syaithon yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” (QS. An-Nas: 4-6).

Nah semakin jelas lagi, bahwa syaithon bisa berasal dari jenis yang tampak kasat mata oleh kita dari kalangan manusia, yaitu syaithon dari jenis manusia. Agar lebih jelas lagi, coba simak ayat yang berikutnya :

وَإِذَا لَقُواْ الَّذِينَ آمَنُواْ قَالُواْ آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْاْ إِلَى شَيَاطِينِهِمْ قَالُواْ إِنَّا مَعَكْمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ
Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman.” Dan bila mereka kembali kepada syaithon-syaithon mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok.”(QS Al Baqoroh;14)

Makna dari QS Al Baqoroh ayat 14 tersebut adalah, saat orang2 munafiq berkumpul dengan sesamanya/kelompoknya, di ayat tersebut digambarkan syaithon-syaithon mereka yg berarti teman2 mereka, maka mereka mengatakan “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok.”. Saat berkumpul dgn orang2 beriman mengaku beriman, tetapi saat berkumpul dengan teman2nya yang jauh dari kebenaran, mereka berkata yang lainnya.

Setelah kita mengetahui makna syaithon yang sesungguhnya, maka kita bisa membuat kesimpulan bahwa syaithon itu juga bisa berasal dari kalangan manusia.

Dalam kitab Fathul Bari: 4/ 114 dijelaskan “Yang perlu diketahui, penyebab seseorang terjerumus dalam kemaksiatan tidak hanya akibat godaan syetan jin, terkadang disebabkan juga oleh syetan manusia, dan juga hawa nafsu, dan busuknya jiwa seseorang, serta dan adat serta prilaku jahiliyah yang masih marak di lingkungan tinggal.”

Baiklah, kita kembali pada 2 hadits di atas.. sebelumnya saya mengatakan bahwa 2 hadits tersebut saling menjelaskan. Maksudnya..?! Coba kita simak di hadits yang ke-2 :

“Apabila datang awal malam dari bulan Ramadhan, syaithon- syaithon dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tidak ada satu pintupun yang terbuka, sedangkan pintu-pintu surga dibuka tidak ada satu pintupun yang ditutup. Dan seorang penyeru menyerukan: ‘Wahai orang yang menginginkan kebaikan kemarilah. Wahai orang-orang yang menginginkan kejelekan tahanlah.’ Dan Allah (SWT) memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka, yang demikian itu terjadi pada setiap malam.” (HR. At-Tirmidzi dalam Sunan-nya no. 682 dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya no. 1682)

Perhatikan kata2 : “..syaithon- syaithon dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu,..”
Pertanyaannya adalah, siapakah yang dibelenggu..?!
jawabannya adalah : “..syaithon- syaithon dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu,..” jawaban tersebut sesuai hadits kedua tersebut di atas. Betul..?!

Kesimpulannya adalah tidak semua syaithon di belenggu, tetapi hanya syaithon dari jenis jin yang “sangat jahat” saja yg dibelenggu.. sedangkan syaithon yang tidak sangat jahat dan syaithon dari kalangan jenis manusia..?! ternyata tidak.. betul..?! untuk lebih jelas lagi, saya kutip beberapa pendapat ulama yang menjelaskan hal tersebut :

Imam Al Qurthubi berkata :
المصفد بعض الشياطين وهم المردة لاكلهم كما تقدم في بعض الروايات
bahwa yang dibelenggu itu hanyalah sebagian ssyaithon, yaitu para pembesar setan bukan seluruhnya, sebagaimana telah disebutkan sebelumnya pada sebagian riwayat hadits. (Fathul Bari 4/114)

kata Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi‘i rahimahullahu, agar jangan sampai engkau mengatakan: “Kami mendapatkan beberapa perselisihan dan fitnah di bulan Ramadhan (lalu bagaimana dikatakan setan-setan itu dibelenggu sementara kejahatan tetap ada? -pent.).
” Kita jawab bahwa yang dibelenggu adalah syaithon dari kalangan jin yang sangat jahat. Sedangkan syaithon-syaithon yang kecil dan ayat yang lain dari kalangan manusia tetap berkeliaran tidak dibelenggu. Demikian pula jiwa yang memerintahkan kepada kejelekan, teman-teman duduk yang jelek dan tabiat yang memang senang dengan fitnah dan pertikaian. Semua ini tetap ada di tengah manusia, tidak terbelenggu kecuali jin-jin yang sangat jahat. (Ijabatus Sa`il ‘ala Ahammil Masa`il, hal. 163)

Al-Imam Ibnu Khuzaimah rahimahullahu berkata dalam Shahih-nya (3/188): “Bab penyebutan keterangan bahwa hanyalah yang diinginkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ hanyalah jin-jin yang jahat, bukan semua syaithon. Karena nama syaithon terkadang diberikan kepada sebagian mereka (tidak dimaukan seluruhnya).”

Sekarang saatnya kita membuat sebuah kesimpulan penting : “Ternyata tidak semua syaithon dibelenggu..” betul..?!
Hanya “..syaithon- syaithon dari jin-jin yang sangat jahat dibelenggu,..” sedangkan syaithon dari jenis yang tidak sangat jahat dan syaithon dari kalangan manusia masih berkeliaran..

Kita bisa menyaksikan sendiri saat di bulan Ramadhan masjid-masjid ramai, orang-orang ramai pula yg membaca Al Quran di bulan tersebut, ramai pula ibadah Qiyamul Lail di bulan tersebut, banyak manusia dari kalangan kaum muslimin yang rajin bershodaqoh, dsb.. dsb.. betul..?!
itu dikarenakan, syaithon yang sangat jahat dan super jahat telah dibelenggu.. akibatnya, godaan untuk bermalas2an dalam beribadah akan semakin kecil pula..

Akan tetapi perlu diingat, bahwa masih ada syaithon dari jenis lain yang tidak dibelenggu.. Oleh karena itu manfaatkan kondisi ini sebaik-baiknya, yakni kondisi pada saat syaithon yang sangat kuat sedang dibelenggu (pada saat Ramadhan) dengan memperbanyak amal ibadah kita.. Mumpung godaan sedang melemah sehingga semangat ibadah lebih tinggi daripada di bulan-bulan lainnya.. Kumpulkan bekal sebanyak-banyaknya guna kepentingan kita hidup di alam yang kekal, yakni alam akhirat..

In syaa Alloh..

Iklan