Kajian Tentang Syaithon Dibelenggu

Sedikit mudzakarah tentang makna syaithon dibelenggu di bulan Ramadhan. Karena sering muncul pertanyaan, “Katanya di bulan Ramadhan syaithon dibelenggu, tetapi khoq masih banyak kemaksiatan terjadi di bulan itu yaa..?! Masih ada yang bisa kerasukan jin di bulan itu..”.Maka diperlukan sebuah penjelasan yg ilmiah disertai dalil-dalil yang ada mengenai hal tersebut.
Sekarang mari kita kaji bersama, akan tetapi sebelumnya mari kita simak hadits2 yang menjelaskan mengenai hal tersebut agar dapat lebih jelas lagi.

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ
“Apabila datang Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan syaithon- syaithon dibelenggu.”

Hadits di atas dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu dalam Shahih-nya kitab Ash-Shaum, bab Hal Yuqalu Ramadhan au Syahru Ramadhan no. 1898, 1899. Dikeluarkan pula dalam kitab Bad‘ul Khalqi, bab Shifatu Iblis wa Junuduhu no. 3277. Adapun Al-Imam Muslim rahimahullahu dalam Shahih-nya membawakannya dalam kitab Ash-Shaum, dan diberikan judul babnya oleh Al-Imam An-Nawawi, Fadhlu Syahri Ramadhan no. 2492.

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:
إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِرَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ. وَفُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ، وَيُنَادِي مُنَادٍ: يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ، وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ، وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ، وَ ذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ
“Apabila datang awal malam dari bulan Ramadhan, syaithon- syaithon dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tidak ada satu pintupun yang terbuka, sedangkan pintu-pintu surga dibuka tidak ada satu pintupun yang ditutup. Dan seorang penyeru menyerukan: ‘Wahai orang yang menginginkan kebaikan kemarilah. Wahai orang-orang yang menginginkan kejelekan tahanlah.’ Dan Allah (SWT) memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka, yang demikian itu terjadi pada setiap malam.” (HR. At-Tirmidzi dalam Sunan-nya no. 682 dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya no. 1682)

Jika saja kita mau menyimak dua hadits di atas, sudah sangat jelas bahwa dua hadits tersebut saling menjelaskan dan memberikan pengertian tentang syaithon yang dibelenggu. Akan tetapi sebelumnya, marilah kita pelajari dan ketahui terlebih dahulu makna syaithon yang sebenarnya.

Syetan itu sifat, berasal dari kata “Syathona-yasythunu”, yang artinya jauh, lawan dari dekat. Maksudnya, ia jauh dari kebenaran dan rahmat Allah. Ada juga yang mengatakan bahwa syetan berasal dari kata “Syatho-yasythu”, yang artinya hancur atau binasa. Imam al-Azhari rahimahulloh (370 H) berkata, “Pendapat yang pertama adalah pendapat mayoritas ulama’.” (Lihat Kamus Tahdzibul Lughoh dan Lisanul Arob).

Jadi, siapa saja yang jauh dari kebenaran dan rahmat Allah, dialah syaithon tersebut. Dan siapa saja yang mengalami kehancuran dan kebinasaan hidup di dunia dan akhirat karena ketidaktaatannya pada Allah, dialah syaithon. Dari pengertian tersebut, maka kita akan memahami makna yang terkandung di dalam Al Quran :

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الإنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaithn-syaithon (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (Al-An’am: 112)

Bagaimana tafsir yang ada tentang ayat di atas..?! mari kita simak bersama-sama :

(Dalam ayat ini) Allah menjadikan setan dari jenis manusia, seperti halnya setan dari jenis jin. Dan hanyalah setiap yang durhaka disebut setan, karena akhlak dan perbuatannya menyelisihi akhlak dan perbuatan makhluk yang sejenisnya, dan karena jauhnya dari kebaikan. (Tafsir Ibnu Jarir, 1/49)

Ibnu Katsir menyatakan bahwa syaithan adalah semua yang keluar dari tabiat jenisnya dengan kejelekan (Tafsir Ibnu Katsir, 2/127). Lihat juga Al-Qamus Al-Muhith (hal. 1071). Ibnu Katsir juga mengutip sebuah hadits dari Al-Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Dzar radhiallahu ‘anhu, ia berkata: Aku datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau berada di masjid. Akupun duduk. Dan beliau menyatakan: “Wahai Abu Dzar apakah kamu sudah shalat?” Aku jawab: “Belum.” Beliau mengatakan: “Bangkit dan shalatlah.” Akupun bangkit dan shalat, lalu aku duduk. Beliau berkata: “Wahai Abu Dzar, berlindunglah kepada Allah dari kejahatan setan manusia dan jin.” Abu Dzar berkata: “Wahai Rasulullah, apakah di kalangan manusia ada setan?” Beliau menjawab: “Ya.”
Ibnu Katsir menyatakan setelah menyebutkan beberapa sanad hadits ini: “Inilah jalan-jalan hadits ini. Dan semua jalan-jalan hadits tersebut menunjukkan kuatnya hadits itu dan keshahihannya.”

Ternyata, syaithon bukan hanya dari kalangan makhluq yg ghaib, yang tidak tampak oleh mata kita, yaitu jenis jin, tetapi ada juga dari syaithon jenis manusia. Silahkan simak ayat yang lain lagi :

الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ . مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ
“Dari kejahatan (bisikan) syaithon yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” (QS. An-Nas: 4-6).

Nah, semakin jelas lagi, bahwa syaithon bisa berasal dari jenis yang tampak kasat mata oleh kita dari kalangan manusia, yaitu syaithon dari jenis manusia. Agar lebih jelas lagi, coba simak ayat yang berikutnya :

وَإِذَا لَقُواْ الَّذِينَ آمَنُواْ قَالُواْ آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْاْ إِلَى شَيَاطِينِهِمْ قَالُواْ إِنَّا مَعَكْمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ
Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman.” Dan bila mereka kembali kepada syaithon-syaithon mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok.”(QS Al Baqoroh;14)

Makna dari QS Al Baqoroh ayat 14 tersebut adalah, saat orang2 munafiq berkumpul dengan sesamanya/kelompoknya, di ayat tersebut digambarkan syaithon-syaithon mereka yg berarti teman2 mereka, maka mereka mengatakan “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok.”. Saat berkumpul dgn orang2 beriman mengaku beriman, tetapi saat berkumpul dengan teman2nya yang jauh dari kebenaran, mereka berkata yang lainnya.

Setelah kita mengetahui makna syaithon yang sesungguhnya, maka kita bisa membuat kesimpulan, bahwa syaithon itu juga bisa berasal dari kalangan manusia.

Dalam kitab Fathul Bari: 4/ 114 dijelaskan “Yang perlu diketahui, penyebab seseorang terjerumus dalam kemaksiatan tidak hanya akibat godaan syetan jin, terkadang disebabkan juga oleh syetan manusia, dan juga hawa nafsu, dan busuknya jiwa seseorang, serta dan adat serta prilaku jahiliyah yang masih marak di lingkungan tinggal.”

Baiklah, kita kembali pada 2 hadits di atas.. sebelumnya saya mengatakan bahwa 2 hadits tersebut saling menjelaskan. Maksudnya..?! Coba kita simak di hadits yang ke-2 :

“Apabila datang awal malam dari bulan Ramadhan, syaithon- syaithon dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tidak ada satu pintupun yang terbuka, sedangkan pintu-pintu surga dibuka tidak ada satu pintupun yang ditutup. Dan seorang penyeru menyerukan: ‘Wahai orang yang menginginkan kebaikan kemarilah. Wahai orang-orang yang menginginkan kejelekan tahanlah.’ Dan Allah (SWT) memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka, yang demikian itu terjadi pada setiap malam.” (HR. At-Tirmidzi dalam Sunan-nya no. 682 dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya no. 1682)

Perhatikan kata2 : “..syaithon- syaithon dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu,..” Pertanyaannya adalah, siapakah yang dibelenggu..?! jawabannya adalah : “..syaithon- syaithon dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu,..” jawaban tersebut sesuai hadits kedua tersebut di atas. Betul..?!

Kesimpulannya, tidak semua syaithon di belenggu, tetapi hanya syaithon dari jenis jin yang “sangat jahat” saja yg dibelenggu.. sedangkan syaithon yang tidak sangat jahat dan syaithon dari kalangan jenis manusia..?! ternyata tidak.. betul..?! untuk lebih jelas lagi, ane kutip beberapa pendapat ulama yang menjelaskan hal tersebut :

Imam Al Qurthubi berkata :
المصفد بعض الشياطين وهم المردة لاكلهم كما تقدم في بعض الروايات
bahwa yang dibelenggu itu hanyalah sebagian ssyaithon, yaitu para pembesar setan bukan seluruhnya, sebagaimana telah disebutkan sebelumnya pada sebagian riwayat hadits. (Fathul Bari 4/114)

kata Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi‘i rahimahullahu, agar jangan sampai engkau mengatakan: “Kami mendapatkan beberapa perselisihan dan fitnah di bulan Ramadhan (lalu bagaimana dikatakan setan-setan itu dibelenggu sementara kejahatan tetap ada? -pent.).
” Kita jawab bahwa yang dibelenggu adalah syaithon dari kalangan jin yang sangat jahat. Sedangkan syaithon-syaithon yang kecil dan ayat yang lain dari kalangan manusia tetap berkeliaran tidak dibelenggu. Demikian pula jiwa yang memerintahkan kepada kejelekan, teman-teman duduk yang jelek dan tabiat yang memang senang dengan fitnah dan pertikaian. Semua ini tetap ada di tengah manusia, tidak terbelenggu kecuali jin-jin yang sangat jahat. (Ijabatus Sa`il ‘ala Ahammil Masa`il, hal. 163)

Al-Imam Ibnu Khuzaimah rahimahullahu berkata dalam Shahih-nya (3/188): “Bab penyebutan keterangan bahwa hanyalah yang diinginkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ hanyalah jin-jin yang jahat, bukan semua syaithon. Karena nama syaithon terkadang diberikan kepada sebagian mereka (tidak dimaukan seluruhnya).”

Sekarang saatnya kita membuat sebuah kesimpulan penting : “Ternyata tidak semua syaithon dibelenggu..” betul..?! hanya “..syaithon- syaithon dari jin-jin yang sangat jahat dibelenggu,..” sedangkan syaithon dari jenis yang tidak sangat jahat dan syaithon dari kalangan manusia masih berkeliaran..

Kita bisa menyaksikan sendiri saat di bulan Ramadhan, masjid-masjid ramai, orang-orang ramai pula yg membaca Al Quran di bulan tersebut, ramai pula ibadah Qiyamul Lail di bulan tersebut, banyak manusia dari kalangan kaum muslimin yang rajin bershodaqoh, dsb.. dsb.. betul..?!
itu dikarenakan, syaithon yang sangat jahat dan super jahat telah dibelenggu.. akibatnya, godaan untuk bermalas2an dalam beribadah akan semakin kecil pula..

Maha benar Allah dan benar pula RasulNya..

10 thoughts on “Kajian Tentang Syaithon Dibelenggu

  1. penyampai pesan berkata:

    apakah anda telah membaca kitab anda dengan bejaksana

    tidak kah anda sadar penyebab knp dibulan puasa bertambah banyak ke masjid
    bukan kah telah di tulis solat waktu ramadan puasa di kalikan 70x lipat ini penyebab kenapa jadi bnyk org ke msjid dan juga org tersebut ingin di lihat klo ia sedang berpuasa

    jadi tlg jgn anda katakan klo ramadan nerakadi tutup
    ini adlh hal yg salah
    kalau memang neraka di tutup dan surga dibuka
    1.knp anda tidak mati saja bukankah neraka ditutup dan anda pasti pergi ke surga
    2.setan adalh setan tak ad yg namanya kelas berat atw ringan
    3.klo ad otomatis sprti yg anda blg yg kelas berat akan di kurung, tp knp selalu kemarau bukan kh bln ramadan bulan yg anda dan bnyk org anggap penuh berkah dan neraka di ttp yp knp ad kemarau

    Suka

    • almubayyin berkata:

      wah wah wah.. parah berat nih orang..

      di luar ramadhan pun banyak ganjaran yang dilipat gandakan, misal shodaqoh diberikan pahala 700 kali lipat.. sholat jamaah, mendapat 27 kali lipat lebih baik daripada yg dia dapat jika sholat di rumah.. baca quran, setiap huruh dilipatgandakan pahala 10 kali lipat.. akan tetapi, sangat sedikit yang melakukannya..

      Kalo masalah lipat ganda pahala sih, sudah ada di luar ramadhan sekalipun..

      Neraka ditutup, trus orang disuruh mati githu..?! wah wah wah.. diharamkan dalam Islam meminta mati.. ntar lompat ke jurang bunuh diri, giliran neraka dan dibuka lagi ya langsung dicemplungin ke neraka donk.. he he..

      Jadi ditutup itu sementara doank, bukan seterusnya bro.. karena manusia masuk sorga atau neraka itu setelah melalui penghisaban, perhitungan amal dia selama di dunia… bukan langsung begitu aja semau sendiri milih, karena neraka masih tutup trus mending pergi ke sorga.. he he..

      Dalam Islam ada Iblis, jenderalnya para syaithon.. ada pula yang lain-lain.. dalilnya sudah jelas, dan gw lebih percaya dengan dalil daripada dengan omongan manusia seperti ente bro..

      Kemarau itu adalah musim bro.. ntar kalo musimnya dah hujan juga turun sendiri hujannya.. hadeeuuhhh..
      Perlu ente ketahui juga nih, bahwa mengapa Islam menggunakan kalender Qomariyah (bulan)..?! dan bukan Syamsiah (matahari)..?!
      karena tibanya ramadhan akan selalu bergeser setiap saatnya..
      dulu pernah jatuh pada saat bulan Pebruari, geser ke Januari, geser ke Desember dst saat musim hujan.. itu yang di garis katulistiwa.. Sedangkan yg di garis utara atau selatan katulistiwa, mereka akan mendapatkan pembagian jatah yang seimbang.. karena Ramadhan tiba bergeser dari bulan ke bulan di perhitungan waktu Syamsiah (matahari), maka ada saatnya mereka berpuasa dengan waktu yang sangat panjang dan ada saatnya mereka berpuasa dengan waktu yang sangat pendek..

      Jika mengikuti bulan Syamsiah (matahari) saja, kasihan mereka, yang mendapat giliran puasa mereka waktunya panjang akan mendapatkan panjang terus setiap tahunnya.. yang mendapatkan waktu puasa pendek, ya pendek terus mereka berpuasanya.. tidak bisa ditolak, bumi akan terus berputar.. ada kalanya bagian utara katulistiwa siangnya panjang dan ada kalanya pendek sekali, begitu juga selatan katulistiwa..

      Jadi kalo saat Ramadhan tiba di musim kemarau atau musim hujan atau musim apapun (salju, panas, semi), itu memang karena pergeseran waktu.. belajar lagi ilmu bumi ya bro.. he he..

      Suka

      • penyampai pesan berkata:

        tp adakah dalil bukan buatan buatan manusia apakah ad bukti real dalil bukan buatan manusia

        tp ap anda percaya secara logika anda (karna bnyk muslim membenarkan agamanya hany lwt logika)pintu neraka di tutup saat bulan puasa
        klo mang bulan puasa saat untk berbuat baik dan bla bla bla dan tak ada halangan yg berarti ( karna jin “agrasif” telah di rantai)

        tidak kh anda sadar puasa anda ini seperti berbuat baik kepada org yg berbuat baik kepadamu apakah imbalan untk hal itu

        y sebenarnya sih itu gue asal bikin aja karna mengingat kaum musliminkan suka yg goib goib mungkin n ganjarannya x

        Suka

      • almubayyin berkata:

        dalil yang shahih adalh kisah yang dikisahkan dari satu orang ke orang lain yang urutannya orang-orangnya harus dikenal sbg ulama yang dikenal jujur dalam penyampaiannya.. jika ada satu orang dalam jalur periwayatannya yg tidak jujur, alias pernah berdusta atau hapalannya dikenal masyarakat tidak baik entah karena faktor usia atau faktor yg lainnya maka hadits tersebut disebut hadits dhaif atau lemah dan tidak dipakai sbg syariat.. Andai dalam satu orang dalam jalur periwayatannya ada yg mengatakan orangnya baik akan tetapi ada satu atau dua orang saksi periwayat tersebut diragukan maka dalil tersebut akan disebut lemah..
        Atau dalam satu orang di dalam jalur periwayatannya ada yang tidak dikenal maka dalil tersebut juga disebut dalil yang lemah atau dhaif..

        Beda dengan Bible, para penulisnya banyak yang tidak dikenal dan tidak jelas orangnya.. perhatikan para ahli Bible mengatakan hal tersebut :

        Sebagian besar Kitab Perjanjian Lama tidak diketahui penulisnya, sebagian lain diragukan, dan sebagian lagi tidak diketahui sejarahnya sama sekali. (Penerbit Collins, Al Kitab Revised Standard Version 1971)

        Disamping surat2 Paulus, bagian paling penting dari Perjanjian Baru terdiri dari Injil yg empat. Meskipun dinamai menurut empat Rosul, Injil2 itu tidak ditulis oleh mereka. (Gerald L. Berry)

        Lembaga Biblika Indonesia mengakui bahwa sampai saat ini penulis Injil Markus masih belum jelas, meski diduga bahwa penulisnya adalah bukan Yesus dan bukan pula murid Yesus, melainkan orang lain yg diduga sebagai murid Petrus. Injil Markus ditulis sekitar 65 M atau 70 M.
        Ada yang mengatakan bahwa Markus adalah murid Petrus seperti yang dikutip oleh Hansting’s dalam Encyclopaedia of religion and Ethics,selain itu silahkan juga baca pasal 39 yang ada pada newadvent.org :
        Karena menjadi penerjemah petrus,markus secara akurat menulis apa yang diingatnya.Meskipun tanpa mencatat secara teratur (tidak berurutan) atas apa yang dikatakan atau yang dilakukan oleh kristus.Karena dia tidak mendengar langsung dari yesus atau pengikutnya ( yesus).Tetapi setelah itu,seperti yang telah saya katakan,dia mendatangi petrus yang menyesuaikan ajaran-ajarannya untuk kebutuhan pendengarnya tetapi tidak mempunyai mekasud untuk merusak sabda yesus.”

        Dalam kutipan tersebut diakui bahwa Markus tidak pernah bertemu dengan Yesus , tetapi belajar dari Petrus. Dan anehnya, Petrus yang murid Yesus sebenarnya juga menulis Injil, akan tetapi justru Injil yang ditulis oleh murid Yesus langsung tersebut dilarang untuk dibaca. Pada Encyclopedia Britannica vol. II halaman 106-118,kita akan menemukan diantara dokumen-dokumen yang dipandang sebagai kitab apokripa (yang dilarang untuk dibaca),yang salah satunya adalah injil atas nama petrus karena berbeda dengan Injil Markus.

        Pendapat misionaris yg mengatakan bahwa Injil Matius ditulis oleh murid Yesus yg bernama Matius yg berprofesi sebagai pemungut cukai ditentang oleh teolog2 yg lain.

        Tradisi-tradisi kuno menganggap bahwa Injil ini berasal dari Rosul Matius, tetapi para ilmuawan sekarang menolak pendapat ini. Pengarangnya secara tepat masih dapat diberi nama Matius. Matius menyontek Injil Markus secara bebas. Padahal ketika Yesus mengajar, Markus adalah anak yg masih ingusan yg belum pernah bertemu Yesus. (J.B.Philips, The Gospels Translated into Modern English)

        Menurut pendapat kita, pengarang Injil Matius bukannya seorang dari kedua-belas Rosul, melainkan seorang Kristen berbangsa Yahudi yg tidak dikenal. (K.Riedel, Tafsiran Injil Matius)

        Dan dari berbagai macam penelitian lainnya, yang dikutip di banyak buku menerangkan hal tersebut.. Jika saja Bible adalah sebuah hadits di dalam Islam, maka semua hadits tersebut dinyatakan dhaif atau lemah dan tidak bisa dijadikan pengajaran agama.. hiks..

        Karena di dalam Islam, jika ada satu saja di antara periwayat dalil yang tidak dikenal atau ada yang meragukan dia, maka langsung dicoret dari dalil yang shahih, alias dalil yang dhaif atau lemah.. coorreeetttt….!!! he he..

        Yah, emang kristen kagak mempertimbangkan pahala, karena semua dah ditebus dan masuk sorga.. jadi kalo anda pelacur, tetaplah melacur karena dosa anda gak berarti apa2 dah ditebus koq.. kalo anda pengedar narkoba, jangan khawatiiirrr, anda tetap edarkan saja narkoba karena anda dah ditebus koq.. wahai para pendosa, tetaplah anda melakukan dosa gak papa, karena dosa anda dah ditebus koq.. tetep masuk sorgaaa…!!!! qe qe qe..
        emang doktrin yang aneh tuh kristen.. hadeeuuhhh.. cp d..

        Kalo umat muslim ditarget berbuat kebaikan pada Tuhan dan manusia sebanyak-banyaknya, karena ada perhitungan pahala di dalamnya.. kalo pahala sedikit dan dosa selalu dibuat, maka tipis kemungkinan bisa masuk sorga.. nah, kami dikejar target di akhir hayat kami untuk banyak berbuat kebaikan agar bisa sukses di akhirat nanti.. ini logis..

        beda dengan doktrin penebusan, dosa-dosa dah padhe ditebus.. emang dosa siapa yang ditebus ya..?!
        Tuhan pake acara gelantungan dulu untuk bisa menebus dosa.. juga kagak ada perhitungan berapa banyak catatan kebaikan (pahala) dan keburukan (dosa), tak ada target di akhir hayat karena sdh ditebus.. langsung masuk sorrggaaa.. wahai para pendosa, teruslah berbuat dosaaa.. karena dosa lu padhe dah ditebus.. he he.. cp d..

        orang yang punya akal sehat sudah bisa menilai koq.. ajaran mana yang logis dan realistis dan doktrin mana yang tak logis dan tak realistis.. jelas bukan..?!

        Suka

  2. petuach berkata:

    Assalamualaikum wr.wb.
    Pintu surga memang terbuka tapi tergantung kita mau masuk apa tidak,jika ingin masuk kita harus tetap memenuhi syarat-syarat masuk syurga.
    Sedangkan pintu neraka pada bulan ramadhan memang ditutup.Berbeda di hari-hari biasa yang selalu terbuka lebar.Kita sendirilah yang terkadang berusaha membuka pintu neraka itu.
    Sedangkan Setan pada bulan ramadhan memang dibelenggu,tp setan dari jenis jin bukan dari jenis manusia(yang timbul karena hawa nafsu manusia).Kalo setan dari jenis manusia(hawa nafsu) kita yg diberi tugas membelenggunya yaitu dengan puasa di bulan ramadhan.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    Suka

  3. bahasa-corner.com berkata:

    Tetanggà saya anak seorang RT yang masih gadis pada saat bulan puasa tahun 2007 pernah kesurupan Raja Jin hingga dibawa pulang dari kantor karena kondisinya. Lalu dipanggil orang pintar dan mencoba mengobatinya dan akhirnya sadar dengan cepat. Beberapa tetangga mencibir kok bisa ya bulan puasa kesurupan, bukannya jin dan setan dibelenggu saat romadhon?

    Suka

    • almubayyin berkata:

      Sesuai dengan cerita orang kesurupan, sebenarnya yang membuat orang kesurupan itu jin biasa levelnya dan bukan termasuk tingkatannya Iblis dan syaithon kelas kakap.. karena Iblis dan syaithon kelas kakap gak pernah menggodanya dengan bikin orang kesurupan, yg bikin orang kesurupan adalah jenis jin kelas teri.. ane cukup pengalaman dalam hal ini, karena kadang dimintai orang untuk me-ruqyah orang spt itu..

      Syaithon kelas kakap cara menggodanya itu sangat halus dan jauh lebih smart, sehingga orang gak terasa dia sedang digoda untuk berbuat jahat.. Tiba-tiba orang yang digoda jadi melakukan kejahatan tanpa dia sadari dan tanpa dia bisa menolaknya.. smart (pintar/cerdik) caranya, bukan main kasar-kasaran seperti bikin kesurupan.. karena kalo kesurupan orang gampang tahu dan bisa segera diusir dan pergi.. saat jinnya pergi maka yg digoda gak akan melakukan perbuatan jahat krn segera sadar, alias ini cara yg terlalu bodoh untuk syaithon yang sangat smart (pintar) levelnya kelas tinggi..

      Seperti orang yang biasa latihan karate, masih sabuk putih bawaannya ngajak berantem dan main kasar aja.. beda dengan yg sabuk hitam, akan lebih smart dalam bertindak dan bukan sekedar ngandalin otot..

      Suka

  4. bahasa-corner.com berkata:

    Yang saya tulis tentang sesuatu kejadian nyata yang berhubungan dengan artikel ini yaitu anak gadis yang kesurupan dan menurut rekan kerja sudah 2 jam dikantor dalam kondisi tersebut dan sudah dipanggil ustad untuk si rukyah namun kondisinya masih seperti itu dan dalam meracaunya mengaku RAJA JIN hingga dibawa pulang kerumah orang tuanya. Kebetulan disekitar rumahnya ada seorang guru ngaji yang juga sudah banyak membantu masalah yg berhubungan dengan hal ini namun ia tidak pernah mengaku bisa mampu menyembuhkan kesurupan dan hanya menjawab saya akan membantu berdoa semoga sembuh padahal sudah puluhan kali dia bisa membantu dan biasanya dia tanpa menyentuh tubuh yang kesurupan dan tidak lama hanya beberapa menit. Saat itu dia hanya membaca taawudz dan surah Annas didepan anak gadis tersebut disaksikan bapaknya dan beberapa orang. Ketika di tanyakan ke ustad apakah betul itu RAJA JIN, dia hanya menjawab wallahualam, hanya Allah yang tahu masalah ghaib dan pembicaraan orang yang kesurupan jangan diambil sebagai fakta karena fikirannya terganggu. Ustad itu menjawab dengan bahasa yang baik dan santun layaknya seorang yang mengerti. Namun masih saja orang bilang, koq bisa ya kesurupan di bulan puasa. Mungkin itu saja.

    Suka

    • almubayyin berkata:

      maaf, ane kira anda adalah orang kristen yang sebelumnya mengolok-olok tentang syaithon yg dibelenggu.. karena kalimat dia sebelumnya gak sopan, sehingga saya hapus langsung.. saya kira anda adalah si kristen itu, karena ada kata yg hampir sama yaitu kata mencibir.. sehingga saya langsung merespon seperti saya merespon kristen yg mengolok-olok sebelumnya.. maafkan saya kalo begitu, saya telah salah..
      saya telah hapus kata2 saya yang mengira anda adalah orang kristen yg sebelumnya hadir di sini.. sekali lagi maafkan saya saudara..

      intinya adalah yang membuat orang kesurupan adalah bukan syaithon yang high class, akan tetapi syaithon yang level rendahan saja.. karena mainnya kasar, dalam dunia nyata disebut main otot bukan main akal.. karena kalo yang levelnya tinggi, dia akan melakukan godaan dengan smart, shingga orang tidak tahu bahwa dia sedang dijerumuskan.. kalo main kasar, gampang ngilanginnya, gampang ngusirnya.. kalo main halus dan smart akan sulit untuk dideteksi dan sulit juga untuk segera diantisipasi atau diusir.. begitu..

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s