AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR


Seperti biasa, aktifitas mengajak orang shalat, memakmurkan masjid dan ishlah diri, ane berusaha untuk belajar rutin melakukannya (istiqomah).. ternyata, tidak sedikit orang yg berusaha mencemooh aktifitas rutin tersebut.. baik dari kalangan non muslim bahkan dari beberapa kalangan muslim, baik muslim awam dlm pengetahuan agamanya maupun muslim yg katanya sudah aktif mengaji..

hhmmm.. jika saja cemoohan itu dilakukan orang non muslim, ane anggap wajar.. atau muslim tetapi yg masih awam sekali pengetahuan agamanya, ane anggap itu masih wajar.. tetapi, kadang yg lebih menyakitkan, jika cemoohan itu justru dilakukan oleh orang2 yg juga sama2 mengaku beraktifitas dakwah atau suka ikut kajian di mana-mana.. aeeerrgghh.. sungguh menyakitkan..!!

tusukan pedang saudara sendiri terasa lebih menyakitkan daripada tusukan pedang musuh.. betul..?! tetapi, hari2 itu harus tetap kita lalui dengan senyuman.. setuju sobaattt..??!! keep smiling..!!!!!

Baiklah, hari ini ane akan mengisahkan salah satu bentuk cemoohan yang ane anggap lugu tapi sok ilmiah.. he he hee..

Beberapa saat setelah ane melakukan aktifitas mengajak orang shalat, memakmurkan masjid dan ishlah diri tersebut, ada yang menemui ane, dengan lantang dan sombong menegur ane.. “antum itu baru melakukan amar ma’ruf, tetapi bukan nahi munkar..” katanya.. “..hmm.., maksud antum..?!” tanya ane..

Katanya lagi “antum mengajak pada kebaikan, tetapi berapa banyak kemunkaran2 yg antum biarkan..?! tidak antum cegah..?! bukankah berarti antum hanya sedang melakukan ama ma’ruf, dan belum nahi munkar..?! padahal perintah Allah adalah amar ma’ruf (mengajak pada kebaikan) dan nahi munkar (mencegah dari kemungkaran)..?! bukan hanya amar ma’ruf..?!”

Sekali lagi.. mari kita tersenyum atas pernyataan tersebut.. setelah tersenyum, ane katakan padanya :

Tidakkah antum perhatikan..?! perintah Allah dalam amar ma’ruf dan nahi munkar..?! tidak pernah nahi munkar diletakkan di depan amar ma’ruf..?! selalu diletakkan di belakang nahi munkar..?! selalu mengikuti nahi munkar..?!

QS 3;104 : Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.

QS 3;110 : Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah..

QS 31;17 : Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang

menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan
(oleh Allah).

Serta beberapa ayat yg lainnya.. mengapa..?! karena nahi munkar akan menyertai amar ma’ruf, bukan amar ma’ruf yg mengikuti nahi munkar..

Sekarang ane Tanya pada antum : perbuatan meninggalkan shalat adalah perbuatan munkar atau bukan..?!

Si Fulan ternyata terdiam seribu bahasa.. mo jawab nanti senjata makan tuan, kagak jawab juga padahal udah ngarti.. hhmmm..

Lanjut ane : ane yaqin seyaqin yaqinnya, antum mau menjawab itu perbuatan munkar bukan..?! he he hee.. sekarang, jika ane mengajak orang shalat, dan ternyata dia bisa meninggalkan aktifitas “tidak shalat”nya.. bukankah berarti ane sedang melakukan aktifitas “nahi ‘anil munkar” (mencegah dari perbuatan munkar)..?! betul..?!

Lanjut ane : menurut antum, perbuatan meninggalkan masjid apakah itu perbuatan baik ataukan munkar..?! bisa antum jawab..?!

Si Fulan ternyata masih terdiam seribu bahasa.. Cuma sedikit mengangguk.. ahh, kasihan juga neh orang..

Lanjut ane : walau antum sungkan untuk menjawab dengan lisan, tetapi ane yaqin antum akan menjawab itu perbuatan tersebut adalah munkar.. betul..?!

Jadi, saat orang yg ane ajak tersebut memakmurkan masjid, maka dia akan meninggalkan perbuatan “meninggalkan masjid”.. betul..?!! berarti saat ane sedang beramar ma’ruf dengan mengajak mereka memakmurkan masjid, maka hakikatnya ane sedang melakukan “nahi ‘anil munkar”.. betul..?! trus, salahnya di mana akhie..?!

Saat ane menyapa dan mengajak para gangster dan pemabuk tersebut insyaf dengan lemah lembut, ane melakukan amar ma’ruf.. betul..?! dan jika kemudian mereka tidak melakukan “mabuk” lagi, maka amar ma’ruf tersebut akan diikuti nahi munkar.. betul..?!

Pernah suatu saat ane bertemu sekelompok pemabuk yg berada di dalam sebuah rumah.. ane sapa mereka.. ane katakan ane adalah saudara mereka.. ane peluk mereka satu persatu sebagai saudara.. maka, sebagian di antara mereka menangis.. mereka katakan : saat orang2 menjauhi mereka, saat orang2 mencaci mereka, saat orang2 membenci mereka.. maka, mereka sangat terharu dan menangis bahwa ada orang seperti ane yg justru mau datang padanya.. mengaku sangat senang bersaudara dengan mereka.. hingga ada yg teringat waktu kecilnya dulu juga rajin belajar mengaji.. di antara mereka ada yg mengaku pengedar narkoba.. sekarang mereka2 insyaf..

Mereka sempat sedikit bercerita pd ane, jika tidak ingat masjid dekat situ adalah rumah Allah, maka sudah mereka bakar.. krn isi ceramah yg ada adalah hanya hujatan2 pada mereka (nahi munkar).. bukan membuat mereka malah insyaf, justru membakar emosi mereka, manambah panas hati mereka, yg pada akhirnya justru mereka sering lebih atraktif dlm berbuat kemungkaran.. saat ane dan teman2 datangi mereka dengan lemah lembut, mereka justru menangis menyesali perbuatan2nya..

Bukankah perbuatan mengajak mereka ishlah adalah amar ma’ruf..?! saat mereka insyaf, maka mereka akan meninggalkan perbuatan munkarnya.. betul..?! bukankah dalam amar ma’ruf tersebut berarti terkandung juga nahi munkar akhie..?!

Ane teringat akan perintah Allah pada Musa dan Harun “Pergilah kamu (Musa) dan saudaramu (Harun) dengan membawa ayat-ayatKu, dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingatKu. Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. Maka bicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.” (QS. Thaha; 42-44)

Imam Ibnu Katsir mengatakan, “Ayat ini mengandung pelajaran yang sangat agung. Yakni, sekalipun Fir’aun berada pada puncak pembangkangan dan kecongkakan,sedangkan Musa adalah salah seorang manusia pilihan Allah, namun Allah tetap memerintahkannya agar tidak berbicara kepada Fir’aun kecuali dengan kelemah-lembutan dan kehalusan.” Selanjutnya Ibnu Katsir mengutip Yazid Ar-Ruqasyi, “Wahai (Allah) yang menampakkan kasih sayangNya kepada orang yang memusuhiNya. Begitu pula terhadap orang yang mentaatiNya dan menyeruNya.” (Tafsir Ibnu Katsir Juz III hal.154)

Sayyid Quthb mengatakan, “Ucapan yang lemah lembut tidak akan membangkitkan rasa bangga dengan dosa dan tidak akan menghantam kebesaran semu yang dengannya para angkara murka hidup. Bahkan kata-kata yang lemah lembut berkemampuan untuk membangunkan hati menjadi ingat atau takut akan akibat keangkaramurkaannya itu.” (Fii Zhilaalil-Qur’an IV ; 2336)

Selain itu, mari kita pelajari lebih dalam lagi tafsir yg terkandung dalam ayat : “Serulah kejalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS. An Nahl; 125)

Tafsir ttg ayat tersebut tercantum dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir Juz II hal.592 : “Allah SWT memerintahkan kepada Rasulullah SAW agar bersikap lemah lembut, sebagaimana yang diperintahkan kepada nabi Musa dan Harun ketika Dia mengutus mereka berdua kepada Fir’aun.”

Untuk menguatkan penjelasan di atas, mari kita buka apa pesan Allah SWT kepada sang tauladan kita, yaitu Nabi Muhammad SAW “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS. Ali Imraan ; 159)

Setelah membaca QS Ali Imran ; 159 tersebut, kemudian kita cocokkan dengan kisah nyata para pemabuk di atas, maka kita akan semakin mengerti dan memahami pengertian yg terkandung dalam surat tersebut.. semakin kita kasar dan keras pada mereka, semakin jauhlah mereka dari hidayah Allah.. mungkin bisa jadi mereka pergi karena takut diobrak, tetapi bukan berarti itu membuat mereka menjadi meninggalkan perbuatan munkarnya.. hanya berpindah tempat saja.. betul..?!

Semua yang disampaikan dalam Al Quran bukan hanya sekedar untuk dibaca, tetapi direnungi dan untuk diamalkan serta dijadikan contoh.. Kisah Harun dan Musa bukan hanya kisah dongeng pengantar tidur, tetapi ada kandungan contoh di dalamnya.. QS Ali Imraan ; 159 bukan sekedar cerita tak berguna, tetapi merupakan pembelajaran bagi siapa saja yg mengakui Al Quran adalah tuntunan hidupnya..

Sekian banyak kisah insyafnya para pembuat kemungkaran, yang tidak mungkin diceritakan satu persatu di sini.. dan rata2 kisah perjalanan insyafnya mereka krn kelembutan da’i2 yang mendakwahi mereka.. silahkan cek jika tidak percaya..!!!

So, apakah antum akan mengatakan ane tidak sedang melakukan “nahi munkar” yaa akhie..?! he he he.. si “pencela” pun terdiam seribu bahasa.. ngeloyor pergi seraya mengucapkan salam perpisahan “Assalaamu’alaikum..” hhmmm.. “wa’alaikumussalaam akhie.. hati2 di jalan..”

Keep smiling sobat…!!! Teruskanlah usaha mengajak pada kebaikan.. Allah beserta kalian…!!!

Sebelum ane akhiri, ane ingatkan pesan Allah : “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS 3;104)

Jadilah orang yang beruntung itu sobat…!!! Dan tetap “keep smiling” apapun yang terjadi.. karena kalian akan dijadikan orang2 yang beruntung tersebut..!!! Lanjuuuttt…!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s