Bacaan Surat Setelah Al Fatihah Dalam Sholat

Ustadz, apa bacaan surat yang seharusnya dibaca selesai bacaan Al Fatihah dalam sholat ?? boleh baca surat apa saja atau hanya fatihah saja cukup… mohon masukannya dong… terimakasih Syukron….

Jawab :

Sebenarnya dalam setiap rakaat sholat bacaan Al Fatihah sudah mencukupi, karena kewajiban membaca surat dalam setiap rakaat hanya surat Al Fatihah.
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda :

لا صلاةَ لمن لم يقرأْ بفاتحةِ الكتابِ
“tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Faatihatul Kitaab” (HR. Al Bukhari 756, Muslim 394)

Abu Hurairah radhiallahu’anhu memberikan penjelasan sebagai berikut:

في كلِّ صلاةٍ قراءةٌ ، فما أَسْمَعَنَا النبيُّ صلى الله عليه وسلم أَسْمَعْناكم ، وما أخفى منا أَخْفَيْناه منكم ، ومَن قرَأَ بأمِّ الكتابِ فقد أَجْزَأَتْ عنه ، ومَن زادَ فهو أفضلُ
“dalam setiap raka’at ada bacaan (Al Fatihah). Bacaan yang diperdengarkan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam kepada kami, telah kami perdengarkan kepada kalian. Bacaan yang Rasulullah lirihkan telah kami contohkan kepada kalian untuk dilirihkan. Barangsiapa yang membaca Ummul Kitab (Al Fatihah) maka itu mencukupinya. Barangsiapa yang menambah bacaan lain, itu lebih afdhal” (HR. Muslim 396)

Jadi membaca surat lain selain Al Fatihah dalam rakaat pertama dan kedua itu hukumnya sekedar sunnah saja dan bukan wajib.

Adapun bacaan apa setelah Al Fatihah, karena hal tersebut adalah sunnah saja hukumnya, maka diperbolehkan membaca surat apa saja yang dia inginkan dan memang sudah dia hapalkan.

فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ
“maka bacalah ayat-ayat yang mudah dari Al Qur’an” (QS. Al Muzammil: 20)

Akan tetapi dalam beberapa riwayat memang ada ayat-ayat tertentu yang biasa dibaca oleh Rasululloh setelah bacaan Al Fatihah pada saat beliau sholat, semisal :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَرَأَ فِي رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam membaca dalam dua rakaat fajar: Qul Yaa Ayyuhal dan Qul huwallaahu Ahad.” (HR. Muslim;726)

atau di hadits lainnya dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma yang menyebutkan,
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَالَّتِي فِي آلِ عِمْرَانَ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam dua rakaat shalat sunnah subuh membaca firman Allah قُولُواْ آمَنَّا بِاللّهِ وَمَا أُنزِلَ إِلَيْنَا (Al Baqarah 136) dan membaca تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ (Ali Imran 64)” (HR. Muslim 728).

Atau juga dalil :

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ تَنْزِيلُ السَّجْدَةَ وَهَلْ أَتَى عَلَى الْإِنْسَانِ حِينٌ مِنْ الدَّهْرِ
dalam shalat shubuh di hari Jum’at, Rasulullah membaca suraj As Sajdah & HAL ATAA ‘ALAL INSAAN HIINUM MINAD DAHRI (surat Al insan). (HR.Al-Bukhari no. 891 dan Muslim no. 879 Abudaud No.908).

Dari Jabir bin Samurah -radhiallahu anhu- dia berkata:
إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ فِي الْفَجْرِ بِق وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ
“Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca pada shalat shubuh, ‘Qaf wal Qur’an al-Majid’ (surah Qaf).” (HR. Muslim no. 458)

Kesimpulannya adalah diperbolehkan membaca ayat-ayat Al Quran yang memang sudah kita hapal atau membaca salah satu surat yang pernah dibaca oleh Rasululloh dalam sholat wajibnya setelah bacaan Al Fatihah seperti tertuang dalam beberapa dalil yang ada. Ada salah seorang shahabat Nabi yang membaca surat Al Ikhlas di setiap rakaatnya dikarenakan kecintaannnya terhadap surat tersebut, hal itu juga diperbolehkan seperti tertuang dalam riwayat :

لاَنُ، مَا يَمْنَعُكَ أَنْ تَفْعَلَ مَا يَأْمُرُكَ بِهِ أَصْحَابُكَ؟ وَمَا يَحْمِلُكَ عَلَى لُزُوْمِ هَذِهِ السُّوْرَةِ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ؟ فَقَالَ: إِنِّي أُحِبُّهَا. قَالَ: حُبُّكَ إِيَّاهَا أَدْخَلَكَ الْجَنَّةَ
“Wahai Fulan (Rasulullah menyebut namanya), apa yang menghalangimu untuk melakukan saran teman-temanmu ? Apa yang mendorongmu untuk senantiasa membaca surah al-Ikhlas dalam setiap rakaat?” Dia menjawab, “Aku mencintai surah tersebut.” Beliau pun bersabda, “Kecintaanmu kepada surah tersebut memasukkanmu ke dalam surga.” (HR. al-Bukhari no. 774)

Perlu diingatkan juga bahwa membaca surat Al Ikhlas dalam setiap rakaatnya tersebut di atas bukan dikarenakan orang itu malas untuk menghapal surat-surat yang lainnya atau memang ingin segera buru-buru menyelesaikan sholatnya. Walau sholat tersebut juga shah, akan tetapi hal tersebut juga sebenarnya kurang disukai oleh Rasululloh jika hal tersebut muncul murni disebabkan oleh kemalasan. Terbukti beliau menyempatkan diri untuk bertanya kepada orang yang membaca surat pendek tersebut di setiap rakaatnya dikarenakan beliau menerima laporan protes yang dilakukan oleh para shahabat lainnya. Membaca surat Al Ikhlas terus menerus seperti yang dilakukan shahabat tersebut memang murni keluar dari dalam hatinya tulus dikarenakan kecintaannya yang dalam pada surat tersebut, walau dia juga hapal dan menghapal banyak surat-surat yang lainnya, dan bukan dikarenakan kemalasan. Jujurlah kepada diri sendiri itu lebih baik, karena yang bisa menilai isi hati kita hanyalah diri kita sendiri dan Alloh. Wallahu a’lam..