Sholat di Negeri Non Muslim Jauh Dari masjid

Saya bekerja di negara non muslim dan tinggal jauh dari masjid hingga tak bisa mendengar suara adzan.Saya melakukan sholat fardhu di rumah sendirian dan waktunya melihat jadwal sholat yang ada di handphone.Jika saya melaksanakan sholat fardhu terlambat 10 atau 15 menit setelah jadwal yang ada, bolehkah saya mendahulukan sholat sunah qobliyah sebelum melaksanakan sholat fardhu?

Jawab :

jika kondisi tidak memungkinkan untuk mendatangai jamaah semisal dikarenakan kita tinggal di negara yang mayoritas non muslim dan masjid jarang sekali bisa kita dapatkan, maka hal tersebut sebenarnya sesuai dengan keadaan yang digambarkan di dalam hadits :
Rasulullah Shallallohu’alaihi wasallam bersabda:

يعْجُبُ رَبُّكُمْ مِنْ رَاعِىْ غَنَمٍ فِى رَأْسِ شَظِيَّةٍ بِجَبَلٍ ، يُؤَذَِنُ بِالصَّلاَةِ ، وَيُصَلِّىْ ، فَيَقُالُ اﷲُعَزَّ وَجَلَّ : ,, أَنْظُرُوْاعِلىٰ عَبْدِ ىْ يُؤَذْنُ وَيُقِيْمُ الصَّلاَةَ يَخَفُ مِنِّى ، فَقَدْ غَفَرْتُ لِعَبْدِيْ وَاَدْخَلْتُهُ الْجَنَّةَ
“Robb kalian ta’jub kepada seorang penggembala kambing yang ada di atas bukit. (Karena) ia mengumandangkan adzan (panggilan) untuk shalat. Kemudian Allah Ta’ala berfirman: Lihatlah hamba-Ku ini. Ia adzan dan iqamat serta mendirikan shalat. Ia takut kepadaku. Karena itu Sungguh Aku mengampuninya dan memasukkannya ke dalam Jannah” (Abu Dawud di dalam Shalatus-Safar hadits nomor 1203, An-Nasa’I di dalam Al-Adzan (1/108) dan Ibnu Hibban (260)).

Keadaan di mana dia tidak bisa melaksanakan sholat berjamaah dikarenakan lokasinya jauh yang dari masjid. Cukup ada adzan sendiri walau di tempat yang tak ada manusia sekalipun disyariatkan anda untuk tetap adzan sendirian seperti dalam dalil :

فَاِذَا كُنْتَ فِى غَنَمكَ اَوْ بَادِيَتِكَ فَارْفَعْ صَوْتَكَ بِالنّدَاءِ، فَاِنَّهُ لاَ يَسْمَعُ مَدَى صَوْتِ اْلمُؤَذّنِ جِنٌّ وَلاَ اِنْسٌ وَلاَ شَيْءٌ اِلاَّ يَشْهَدُ لَهُ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ. قَالَ اَبُوْ سَعِيْدٍ: سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ ص. احمد و البخارى و النسائى و ابن ماجه
Maka jika kamu berada di (tempat penggembalaan) kambing atau di padang pasirmu, keraskanlah suaramu ketika adzan. Karena tidaklah jin, manusia ataupun sesuatu yang mendengar suara muadzdzin, melainkan akan menjadi saksi nanti pada hari qiyamat”. Abu Sa’id berkata, “Saya mendengar perkataan itu dari Rasulullah SAW”. (HR. Ahmad, Bukhari, Nasai dan Ibnu Majah)

Kemudian setelah anda mengumandangkan adzan tersebut, anda bisa segera melaksanakan sholat sunnah qobliyah. Sholat sunnah qobliyah bisa dilaksanakan walau pelaksanaan sholat fardhunya mundur dikarenakan beberapa keadaan.
Sebelum sholat fardhu anda laksanakan, maka anda juga disyariatkan mengumandangkan iqomat terlebih dahulu sesuai dengan dalil di atas. Sekian..